God Heaven

God Heaven
Eps 65 - Pertarungan Yang Tidak Dapat Dihindari -



Menyadari kalau ada sesuatu yang aneh, kelompok tersebut kini mengubah pola serangan mereka begitu hampir menyentuh tubuh Wang Fei.


Terlihat masing-masing dari mereka mulai melepaskan aura yang kuat dan mengeluarkan senjata terkuat mereka.


Meskipun mereka yakin dengan kemampuan yang dimiliki, namun tetap saja mereka belum mengetahui kemampuan lawan. Akan sangat merugikan jika ternyata lawan lebih kuat dari mereka.


Orang-orang kelompok tersebut saling berpandangan dan mengangguk pelan, maju dengan kecepatan tinggi dan bersama-sama menyerang Wang Fei.


Semua orang yang ada disana tertegun begitu melihat pemandangn di hadapan mereka, mengira kalau Wang Fei tak dapat melakukan apa-apa lagi selain berhadapan dengan kematian, semua orang hanya menundukan kepala mereka.


Namun sekali lagi, kelompok tersebut kembali dikejutkan dengan senyuman lebar Wang Fei. Merasa ada yang aneh, sebagian dari mereka menghentikan penyerangan, namun sudah terlambat.


Wang Fei melepaskan partikel-partikel yang ada di dalam tubuhnya, dan begitu partikel tersebut memasuki tubuh orang-orang kelompok tersebut tubuh mereka tiba-tiba menggembung dan meledak, memuncratkan darah segar kesegala arah.


3 orang kelompok yang tersisa hanya menatap dengan penuh ketakutan ada Wang Fei. Mereka sama sekali tak menyadari bahwa lawan yang mereka serang kali ini merupakan pendekar yang sangat kuat.


Wang Fei kemudian bergerak ke sisi salah satu anggota kelompok tersebut dan menusuk jantungnya dengan tangan kosong.


"Ketahuilah kemampuan diri sendiri dan kemampun lawan terlebih dahulu sebelum bertindak. Bukankah begitu?"


Hanya dalam waktu singkat, Wang Fei telah merenggut 10 nyawa dengan cepat. Hal itu membuat para penduduk kota membuka lebar mulut mereka, tak menyadari bahwa orang yang mereka temui saat ini merupakan seseorang yang begitu kuat.


....


Di sebuah gedung yang tampak suram, terdapat banyak sekali orang yang mengenakan baju kulit bertambal. Membawa golok, pedang, bahkan tombak. Dapat dipastikan kalau mereka semua bukanlah seorang manusia biasa.


Meskipun diluar gedung begitu ramai, namun suasana di dalam gedung bisa terbilang sepi karena hanya ada beberapa penjaga yang memegang sebuah tombak disana.


Dari kejauhan, terlihat seorang pria kurus berlari kearah ruangan yang ditinggali oleh seorang pria berbadan kekar dengan bekas luka dimana-mana.


Pria berbadan kekar tersebut saat ini sedang bermain dengan dua wanita muda yang masing-masing terlihat begitu cantik. Namun saat seorang masuk keruangannya, pria berbadan kekar tersebut mengerutkan kening dan segera dikuasai oleh amarah.


"Ada apa mengganggu waktuku bersenang-senang? Mau mati ya?"


Pria kurus tersebut langsung gemetar. "Pemimpin... Semua anggota Regu F telah dibunuh oleh seorang pendekar yang baru saja memasuki kota..." kata pria kurus tersebut lirih begitu menyampaikan kabar tersebut.


Raut wajah pria kekar itu kini berubah menjadi lebih mengerikan, memandang pria kurus dengan tatapan membunuh yang dalam dan membuat Pria kurus hampir terjatuh berlutut diatas lantai.


Kemampuannya memang berada pada True Foundation, itulah mengapa aura yang diberikannya begitu kuat bagi pendekar yang berada dibawah kekuatannya.


Pria kurus tersebut hanya bisa menutup mulut dan menunggu perintah dari pemimpinnya tersebut.


"Baik!"


...


Wang Fei yang sebelumnya telah melakukan tindakan yang menarik perhatian bagi penduduk kota, kini tengah berbincang-bincang dengan seorang kakek tua yang terlihat sudah berusia sepuh.


Walau sebelumnya Wang Fei menunjukan kekuatannya yang dahsyat, sebenarnya Wang Fei belum mengeluarkan seper seratus pun dari kekuatan aslinya. Namun dia menyadari akan lebih baik untuk tetap menyembunyikan kekuatannya untuk saat ini dibanding menarik perhatian banyak pihak.


"Nak, apa kau tahu mengapa semua ini terjadi?"


"Tidak. Lalu apa yang terjadi sebelumnya?"


Kakek tua itu kemudian menjelaskan semua hal yang dia ketahui kepada Wang Fei. Menurut penjelasan dari kakek tua tersebut, kota ini sudah kedatangan para perampok sejak 3 bulan yang lalu. Kabarnya saat mereka sedang melakukan perjalanan untuk kembali ke markas mereka, secara tak sengaja mereka kemudian singgah di kota ini dan melakukan pemerasan pada penduduk yang ada. Bahkan ada beberapa wanita dan gadis muda yang diculik untuk memuaskan pemimpin mereka tersebut, Kakek Tua itu juga menambahkan bahwa mereka ada kaitannya dengan serikat Ilmu Hitam di benua selatan.


Wang Fei hanya bisa mengerutkan kening begitu mendengar penjelasan dari kakek tua itu. Menurut pengetahuannya pada kehidupan sebelumnya, serikat kegelapan akan muncul 2 tahun dari sekarang, namun apa yang membuatnya berdiri lebih cepat?


"Baiklah, sepertinya aku sedikit mengerti dari permasalahan ini. Kalian memintaku untuk melenyapkan para perampok yang ada dikota ini dengan imbalan uang? Maaf aku tak bisa menerimanya, tapi aku akan melakukan sebisaku tanpa imbalan."


Kakek tua tersebut langsung bersemangat ketika mendengar perkataan Wang Fei. Sangat jarang ada seorang yang akan membantu tanpa imbalan sama sekali.


"Terima kasih kemurahan hati anda, tuan pendekar."


"Ya, tidak perlu berterima kasih. Sudah sewajarnya bagiku untuk membantu."


Saat keduanya sedang berbicara serius mengenai perampok yang ada, tiba-tiba Wang Fei dikejutkan dengan suara ledakan yang ada di luar.


Segera setelah Wang Fei keluar, dia melihat puluhan pendekar yang mengahadangnya, mungkin sekitar 60 orang.


Wang Fei tetap tenang, bahkan dia menyeringai begitu melihat banyak musuh yang telah siap menyerahkan nyawa mereka padanya.


"Siapa yang diantara sini merupakan pendekar?" ucap salah satu dari kelompok tersebut sambil menghancurkan bangunan-bangunan disekitar menggunakan kekuatannya.


Melihat hal tersebut membuat Wang Fei memsang wajah yang buruk dan langsung menyerbu kedepan dengan membabi buta.


Sebagian orang dari rombongan tersebut tak menyadari pergerakan Wang Fei yang akhirnya membuat mereka mati mengenaskan.


"Akulah orangnya... Apakah kalian ingin memberi makan pedangku?"


....