God Heaven

God Heaven
Eps 31 - Soul Eater Weapon -



Mendengar perkataan ayahnya membuat Wang Fei terpaku diam. Pasalnya ibunya yang bernama Xiao Fu telah lama menghilang dan sudah dianggap meninggal.


Pada saat Wang Fei baru berumur 5 bulan, Xiao Fu memutuskan untuk pergi kesuatu tempat demi mencari pekerjaan. Xiao Fu merupakan seorang Kultivator, semua orang didesa percaya bahwa dia bisa menjadi kepala desa yang baru. Namun setelah kepergiannya itu, dia tidak pernah kembali. Banyak yang mengira kalau Xiao Fu diserang oleh bandit atau dimakan Hewan Buas.


Wang Fei sendiri baru tahu kebenaran dari ibunya yang telah dianggap tiada pada usia 9 tahun. Wang Fei sangat terpukul karena cerita dari ayahnya saat itu.


Tapi saat ini Wang Chou berkata kalau Xiao Fu mempunyai rahasia. Wang Chou juga menambahkan kalau rahasia dari Xiao Fu sangat penting dan hanya dia seorang diri yang tahu tentang itu.


Wang Fei diam cukup lama. Ini juga bisa menjadi awal perjalanannya jika saja ibunya masih hidup.


Wang Chou tidak mengatakan lebih lanjut, dia hanya mengatakan kalau dia akan memberitahunya saat dia sudah sembuh nanti. Wang Fei tidak memaksa ayahnya, namun pertanyaan dihatinya begitu dalam. Kenapa Ayah mengatakan kalau Ibu masih mempunyai Rahasia...?


Setelah Wang Chou tertidur karena kelelahan, akhirnya Wang Fei yang ada didekatnya keluar dari rumah karena ingin melakukan sesuatu.


"Seharusnya aku bisa menemukan barang berharga di pasar, kan?"


Sebelumnya Wang Fei berniat untuk mencari sesuatu di pasar didekat sana, namun karena ayahnya yang mendadak sakit Wang Fei mengurungkan niatnya itu.


Wang Fei merasakan keberadaan pusaka yang kuat di sebuah toko yang menjual senjata. Memikirkan kalau mungkin saja itu adalah barang yang berharga, dia langsung menuju tempat tersebut.


Toko senjata di Desa ini hanya satu, yaitu Weapon Hall. Disana dijual berbagai jenis senjata yang berkualitas. Pedang pendek, pedang panjang, bahkan terdapat Rapier.


Terlihat banyak orang didalam toko itu, pelanggannya lebih banyak dari toko besar yang lain. Jelas Weapon Hall merupakan toko yang memiliki popularitas yang tinggi.


"Weapon Hall pada kehidupanku sebelumnya mampu bertahan dari zaman peperangan waktu itu." melihat toko yang ada didepannya membuat Wang Fei sedikit bernostalgia.


Weapon Hall sendiri memiliki banyak sekali Kultivator Core Founfdation Akhir yang menjaganya. Dikatakan bahwa para kultivator ini direkrut dari luar desa. Itulah kenapa saat Desa ini diserang, Weapon Hall masih bisa bertahan walaupun mengalami kerugian yang besar. Sejak saat itu Weapon Hall berkembang pesat dan akhirnya berhasil menguasai jalur perdagangan di Daratan Tengah.


Melihat sekelilingnya masih ramai, Wang Fei masuk melalui pintu depan. Jika saja dia datang dimalam hari, Wang Fei akan menerobos masuk lewat jalan belakang, namun karena orang yang berada disekitar sana terlalu banyak, dia tak bisa melakukannya.


Sebenarnya Wang Fei hanya ingin memastikan apakah itu benar Benda pusaka atau hanya setumpuk energi yang tercipta karena aura dari senjata yang disimpan ditoko ini. Jika saja Wang Fei menemukan Sebuah Pusaka, tentu dia akan membelinya! Benda Pusaka tergolong sangat langka didunia. Bahkan hanya dengan 3 buah pusaka saja bisa mengakibatkan kerajaan-kerajaan besar memperebutkannya.


"Kalau itu benar Benda Pusaka, maka aku akan untung besar. Tapi kalau mereka mengetahui kualitas benda itu, mungkin aku tidak akan bisa mendapatkannya dengan mudah." alasan Wang Fei sangat percaya diri datang kesini adalah karena dia memiliki uang yang banyak! Dia bisa membeli seluruh isi di toko ini tanpa khawatir. Namun dia sadar jika Weapon Hall mengetahui keberadaan Benda pusaka ditokonya maka mereka akan segera menutupnya tanpa mempedulikan orang lain.


Para penjaga itu tidak melirik Wang Fei, bahkan mereka juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Semua penjaga di Weapon Hall memang seperti itu. Mereka merasa lebih tinggi kedudukannya dibanding orang desa lainnya.


Wang Fei menggeleng pelan. "Haha... Ternyata Weapon Hall yang sekarang dan akan datang sama saja." setelah dia masuk kedalam, terlihat lemari disetiap sisi. Lemari itu cukup besar, didalamnya terdapat senjata-senjata yang terlihat kuat.


Namun yang menjadi perhatian Wang Fei adalah lemari yang berada di paling kiri. Lemari itu menyimpan sebuah tombak yang memiliki warna merah berapi.


"Itu adalah Vulkanic Spear!" kata Wang Fei tiba-tiba didalam hatinya. Vulkanic Spear merupakan senjata kelas atas yang hampir mencapai tingkat pusaka, namun Wang Fei menyadari kalau Tombak itu disimpan di lemari yang bertulisan 'Kelas Menengah'. Ini membuat Wang Fei bingung. Apakah Weapon Hall tidak mempunyai para ahli yang berpengalaman untuk memprediksi tingkat senjata?


Wang Fei kembali berjalan menyusuri aula yang cukup besar itu. Saat ditengah-tengah ruangan dia berhenti didepan Lemari yang sangat kecil.


"I... Ini..."


Wang Fei mengeluarkn keringat dingin dari dahinya. Senjata yang ditemukan Wang Fei merupakan senjata yang paling berharga di Daratan Tengah, bahkan di 5 benua!!


Wang Fei tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Melihat dari ekspresinya saja semua orang akan tahu kalau apa yang ditemukannya merupakan Barang yang tak biasa.


"Bagaimana mungkin ini ada disini?" Nada bicara Wang Fei menjadi pelan dan terdengar berat.


"Senjata yang membunuh lebih dari 1 juta orang, kenapa harus berada disini...?"


Senjata yang Wang Fei lihat kali ini adalah Pedang terbang. Pedang terbang ini dinamai, Soul Eater!


Pada kehidupan sebelumnya, Wang Fei telah melihat seberapa mengerikannya Pedang Terbang Soul Eater ini. Dia telah menyaksikan pembantaian 1 juta orang dikarenakan Pedang terbang ini. Dulu pedang ini dimiliki oleh seorang Kultivator Nescent Soul dari Daratan tengah. Namun karena semua orang memburunya karena menginginkan Pedang terbang itu, akhirnya kultivator tersebut memilih mati dengan membawa Pedang Terbang Soul Eater. Hal ini menjadi semua pihak yang menginginkan pedang terbang itu murka dan akhirnya melampiaskan amarah mereka kepada ribuan orang tak bersalah. Peristiwa itu membuat kerajaan yang berpihak kepada kebenaran sangat marah akan tindakan dari musuhnya, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berperang melawan para pelaku pembantaian tersebut.


Wang Fei benar-benar tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Pedang terbang ini dibuat oleh Raja Iblis, jika seseorang menggunakannya untuk membunuh, maka pedang itu akan terus memaksa orang yang memilikinya melakukan pembunuhan.


"Siapa yang terlena dengan senjata ini, pastinya akan binasa."


__________________________________