God Heaven

God Heaven
Eps 43 - Pameran (2) -



Seketika suasana ruangan menjadi gempar. Memang mereka tidak tau apa benda yang dinamakan pistol itu. Namun jika melihat dari penampilannya saja, benda tersebut dianggap sebagai senjata.


"Temuan apa lagi ini?"


"Hebat!"


"Aku merasa bahwa benda kali ini akan menjadi teknologi terhebat!"


Senyum tipis menghiasi wajah Wang Fei. Meskipun pistol yang dia buat tidak sehebat versi aslinya, namun senjata ini tetap sangat berbahaya.


"Nampaknya kali ini reputasiku akan melambung tinggi."


Penamkan pistol yang ada ditangan Wang Fei terlihat seperti Kuda Laut yang memiliki mulut lebih panjang bagi mereka yang melihatnya. Dengan warna metal hitam dan dibaur sedikit ornamen emas yang indah, membuat pistol ini semakin keren. Pelatuknya terbuat dari perak yang berkilau. Sekilas semua orang akan tau kalau pistol tersebut memiliki harga jual yang mahal.


"Baiklah semuanya, kalian pasti ingin tau kegunaan pistol ini, kan?" tanya Wang Fei sambil memutar-mutar pistol.


Dengan suara 'Ya!' yang menggelora, para pengunjung menjadi lebih bersemangat dan dilanda rasa ingin tahu dari benda yang disebut pistol itu.


Wang Fei mulai mengambil nafas dalam-dalam sebelum menjelaskan fungsi utamanya.


"Pistol yang aku pegang saat ini adalah senjata dengan teknologi yang canggih. Hanya dengan menarik pelatuknya saja, seorang pendekar Core Foundation Awal akan mati dalam satu tembakan." semua orang mulai berteriak kaget saat Wang Fei menjelaskannya. "Peluru yang digunakan pada pistol ini adalah Spirit Stone. Dengan kata lain, yang menjadi peluru pistol ini adalah kekuatan jiwa, jika penggunanya memiliki kekuatan jiwa yang cukup maka dia tidak perlu lagi menyiapkan spirit stone untuk penembakan."


Dari hasil penjelasan Wang Fei saja membuat semua orang yang hadir merasa diri mereka dapat menjadi kuat hanya dengan pistol itu. Namun penggunaan pistol juga harus membutuhkan keahlian yang tinggi.


Wang Fei menjentikan jarinya, seketika muncul sebuah manekin yang terbuat dari tanah liat yang berjarak sekitar 20 meter dari tempatnya.


Semua yang ada disana memperhatikan manekin tersebut sebelum Wang Fei melangkah kedepan.


"Aku akan menunjukan bagaimana pistol ini membunuh musuhnya."


Suasana didalam ruangan menjadi semakin riuh.


Karena Wang Fei memiliki kekuatan jiwa yang tergolong banyak dia bisa saja menggunakan kekuatan jiwanya untuk peluru. Namun biasanya kekuatan jiwa hanya muncul saat seseorang mencapai tingkat True Foundation , sedangkan dia ingin menyembunyikan kekuatannya saat ini, karena itulah Wang Fei memilih untuk menggunakan spirit stone.


Spirit Stone yang dikeluarkan Wang Fei hanya seukuran ibu jari orang dewasa, namun kapasitas kekuatan jiwa yang terkandung mampu untuk melepaskan 15 tembakan beruntun.


Wang Fei mulai memasukan Spirit Stone ke dalam magazine senjata itu.


Semua orang memperhatikannya. Saat Wang Fei mulai membidik, semua orang menjadi diam tak bersuara, bahkan suara nafas pun sulit didengar saat ini.


Sebelum Wang Fei menarik pelatuknya, dia mengucapkan beberapa kata. "Karena ini adalah pistol pertama, aku akan menamainya, Spiritual Gun!"


Klak!


Wang Fei menarik pelatuknya saat mengakhiri kata-katanya.


Door!


Bidikan Wang Fei mengenai kepala manekin yang berjarak 20 meter itu, tanah liat yang menyusunnya berhamburan ketanah dan menjadi debu. Bahkan tembakan itu terus berlanjut hingga akhirnya mengenai dinding di belakang manekin itu.


semua orang membuka lebar mulut mereka. susana di ruangan itu kembali heboh saat Wang Fei memainkan Spiritual Gun nya.


Sekali lagi Wang Fei mengeluarkan 2 manekin yang berukuran lebih besar, namun kali ini bahan yang membuat manekin itu adalah besi.


Wang Fei kembali membidik. Dengan cepat dia menarik pelatuknya sebanyak dua kali.


Door! Door!


Semua orang yang menyaksikannya melongo.


"Apakah ada senjata macam itu?"


"Spiritual Gun, memang senjata mematikan!"


Saat Wang Fei kembali ketempatnya, banyak orang mulai menghampirinya dan bertanya-tanya apakah dia menjual barang yang dia pamerkan.


"Aku ingin membeli Bom Waktu!"


"Aku ingin membeli Lampu!"


"Aku ingin membeli semuanya!"


Senyuman Wang Fei semakin melebar karena mendengar banyak permintaan untuk membeli barangnya.


Meskipun sangat jarang seseorang menjual barang yang mereka pamerkan saat dipameran, namun itu masih diperbolehkan oleh pemilik tempat itu.


...


"Hahh... Hari ini adalah hari yang membosankan." kata Wang Fei yang berada dikamarnya dan sedang menghitung uang yang dia miliki.


Wang Fei sudah kembali dari pameran karena barang yang dia jual telah habis dibeli. Karena banyak orang-orang saat itu, menjadikannya semakin laku dan berebutan ketika barang terakhir dijualnya.


Wang Fei menjual Bom Waktu seharga 150 keping emas, Lampu seharga 30 keping Emas, dan Spiritual Gun seharga 1000 keping emas. Ketiga barang tersebut masing-masing Wang Fei menyiapkan sebanyak 100 buah. Dan dia mendapatkan hasil penjualan yang memuaskan, 118 ribu keping emas!


"Mwehehe... Sebentar lagi saja pasti akan ada banyak orang yang meminta membuatku lebih banyak barang seperti itu. Dikehidupan kali ini aku akan menjadi kaya raya!"


Tiba-tiba, ketukan pintu terdengar. Wang Fei meresponnya dengan menyuruhnya masuk.


Ternyata yang mengetuk pintu adalah Li Yan. Sebelumnya Li Yan pergi kesuatu tempat karena ada sesuatu yang dia lakukan. Setidaknya itu yang dia katakan kepada Wang Fei sebelum berangkat.


Wang Fei memusatkan perhatiannya kepada wajah Li Yan. "Ohh? Sepertinya


kau sudah selesai dengan urusanmu." kata Wang Fei.


Li Yan hanya mengangguk.


"Bagaimana hasil barang yang kau pamerkan tadi siang." tanya Li Yan.


Wang Fei mulai mengerutkan keningnya. "Sepertinya ada yang dia sembunyikan?" Wang Fei menjadi semakin curiga karena Li Yan tiba-tiba mengalihkan pembicaraannya.


Li Yan segera melihat tumpukan koin emas dilantai, ini membuatnya terkejut sekaligus senang. Menurutnya, tumpukan uang selerti ini sangat sulit untuk didapatkan, namun Wang Fei mendapatkannya hanya dalam waktu beberapa jam saja.


"Ternyata ini alasannya kenapa dia memilih pekerjaan ahli teknologi? Agar menjadi kaya raya?" pikir Li Yan.


Tatapan Wang Fei terus menusuk Li Yan. Setelah beberapa lama, akhirnya Li Yan menyadari kalau Wang Fei menatapnya dengan serius.


"Ada apa adik Fei?"


Tatapan Wang Fei semakin tajam. "Kakak Yan, kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku, kan?"


Tubuh Li Yan bergetar dan mengeluarkan keringat dingin saat mendengar Wang Fei mengucapkan kata-kata barusan.


..............