God Heaven

God Heaven
Eps 64 - Kota Kyuha -



Meskipun terlihat begitu sepi, namun kota Kyuha memiliki sangat banyak orang yang tinggal disana. Hal yang menyebabkannya menjadi sepi adalah para penduduknya yang sering berada di dalam rumah karena keberadaan para perampok yang menguasai kota tersebut.


Memang sebelumnya sudah banyak para penjaga kota yang dikerahkan untuk mengatasi para perampok tersebut, siapa sangka kalau sebagian dari mereka adalah seorang Qi Foundation, bahkan dikabarkan kalau pemimpinnya merupakan seorang Wanxiang.


Itulah mengapa tak ada seorang pun yang dapat mengusik para perampok itu. Mereka sering menyebut diri mereka sendiri sebagai Eksistensi Penguasa.


Wali kota di sana pun juga mereka bunuh tanpa ampun ketika dia berusaha meninggalkan kota bersama para penduduk yang ikut dengannya.


Mulai hari itulah tidak ada yang berani meninggalkan kota karena takut mereka juga akan dibunuh, dan banyak yang memilih tinggal di dalam rumah.


Meski begitu, para perampok tetap menguras uang milik penduduk kota Kyuha, target utama mereka tentu adalah keluarga yang sangat kaya. Bahkan organisasi terkuat di kota tersebut juga mereka peras dengan mudahnya.


Wang Fei yang telah melakukan perjalanan selama 3 bulan setelah dia berurusam dengan pembunuh, menghampiri kota Kyuha untuk beristirahat sejenak.


Awalnya Wang Fei tak begitu mempedulikan kondisi kota yang sepi, sampai akhirnya dia menyadari bahwa ada yang tak beres.


Berjalan di jalanan kota yang hening tanpa keributan sedikit pun membuat Wang Fei lebih waspada jika terdapat serangan mendadak.


"Ini sangat aneh... Mengapa bisa kota seperti ini tak memiliki penduduk?" sambil bergumam, Wang Fei melihat dari kejauhan sekelompok orang yang tengah mengantri di depan toko yang terbilang kecil.


Merasa kalau disana adalah orang-orang kota Kyuha, Wang Fei segera menghampiri toko tersebut.


Betapa terkejutnya Wang Fei ketika memandang semua orang yang lagi mengantri, mereka kelihatan sangat pucat dan kurus.


".... Ini....?"


Saat Wang Fei menerobos antrian, semua orang yang ada disana hanya diam tak bergerak, bahkan ada beberapa yang langsung meninggalkan tempat tersebut. Mereka beranggapan kalau Wang Fei adalah salah satu dari perampok yang ada.


Begitu Wang Fei sampai pada antrian terdepan, dia melihat seorang nenek tua yang sedang membuat makanan dengan seorang pemuda.


"Maaf, bolehkah aku bertanya sesuatu?"


Mendengar perkataannya tersebut, membuat Nenek dan Pemuda yang sedang sibuk tersebut kini mengalihkan pandangannya.


Pandangan nenek tersebut kini menjadi beku, tubuhnya bergetar dan mengucurkan keringat dingin.


"Tu-tuan... Aku mohon ampuni kami..."


"Hm?"


Wang Fei hanya bisa diam dan bingung sambil mendengarkan nenek tua tersebut.


Wang Fei kemudian mengerutkan keningnya, mendorong kembali koin perunggu tersebut.


"Maaf, aku tidak membutuhkan ini. Mungkin ada kesalah pahaman di antara kita?" Wang Fei berkata dengan nada yang rendah. Nenek tua dan pemuda yang ada dihadapannya tersebut membuka mata lebar.


"Apakah tuan ini bukan anggota dari Eksistensi Penguasa?"


Meskipun Wang Fei tidak tahu apa yang dimaksud nenek tua tersebut dengan Eksistensi Penguasa, dia hanya mengangguk pelan beberapa kali.


Wajah nenek tua tersebut langsung berubah cerah, sedangkan orang-orang yang mengantri dibelakang Wang Fei juga ikut memasang ekspresi senang.


"Tuan, apakah anda seorang pendekar?"


"Ya, aku seorang pendekar yang kuat... Ada apa?" ucap Wang Fei bingung, menurutnya situasi seperti ini cukup aneh mengingat kondisi kota yang begitu sepi. Wang Fei hanya beranggapan kalau kota ini sedang kuasai oleh orang yang sangat jahat.


Tiba-tiba, semua orang yang ada disana pun bersujud kearah Wang Fei.


"Tuan pendekar! Tolong selamatkan kami!"


Ucap serentak semua orang yang ada diasana. Meskipun disana hanya ada kurang dari 20 orang, itu tetap membuat suara yang keras dan berhasil menarik perhatian sekelompok orang yang tengah mengamati kota dari atas menara.


"Hmm? Kau dengar itu? Sepertinya ada sesuatu, ayo kita kesana."


"Baiklah, kita juga belum makan tadi pagi, seharusnya dari arah sana adalah toko yang menjual makanan."


Sekelompok orang yang berjumlah 10 orang tersebut langsung turun dari menara dengan cara terjun bebas, ini membuktikan kalau mereka semua adalah seorang pendekar.


Wang Fei sudah menduga akan ada yang terjadi setelah ini. Dapat terlihat dari kejauhan gerak-gerik yang mencurigakan dan membuat Wang Fei tertarik.


Begitu sekelompok perampok datang ketempat tersebut, semua orang yang masih dalam keadaan bersujud tersebut begitu kaget saat melihat orang-orang yang memakai jubah berwarna hitam.


"Woaah! Sepertinya kita kedatangan seorang pendekar kali ini." Ucap salah satu orang kelompok tersebut.


"Kalau begitu, kita serahkan saja tubuhnya pada ketua, mungkin kita akan diberi bonus?"


"Kalau begitu... Serang semuanya!"


10 orang kelompok tersebut menyerang Wang Fei secara bersama-sama. Namun diluar dugaan mereka, target mereka justru diam ditempat dan tersenyum tipis.


....