
Chu Feilin mendadak diam. Awalnya dia ingin membawa Wang Fei masuk hanya karena barang teknologi miliknya, jika dia berhasil membuktikan kepada dunia bahwa mereka bisa menghasilkan barang dengan teknologi canggih, maka akan ada banyak lagi uang yang berdatangan kearahnya. Permintaan Wang Fei jelas sulit diterima Chu Feilin.
Melihat ekspresi ragu-ragu Chu Feilin, Wang Fei berkata. "Tidak usah ragu begitu nona Chu. Jika kau memikirkan tentang nama pencipta, seharusnya itu adalah aku. Tapi aku juga berasal dari kelompok kalian, jadi apa yang perlu dipusingkan?"
Pernyataan Wang Fei membuat Chu Feilin sedikit sadar. Karena Wang Fei juga berasal dari asosiasi Awan Surgawi maka seharusnya dia tak mempermasalahkan nama pencipta yang akan membuat reputasi Wang Fei melonjak. Ini semua juga demi Asosiasi Awan Surgawi miliknya, bahkan untuk asosiasi yang lain pun belum tentu bisa mendapatkan orang seperti Wang Fei dengan semua kekayaan yang mereka miliki.
Dengan menarik nafas yang dalam, akhirnya Chu Feilin menyetujui syarat yang Wang Fei berikan. "Baiklah, kalau begitu aku tunggu kedatanganmu di kota Zenkyu. Terserah kapan kau akan datang, tapi aku beri waktu 5 tahun lagi."
Selesai berkata demikian, Chu Feilin beranjak pergi.
Para utusan kerajaan yang melihat Chu Feilin meninggalkan tempat ini menatapnya sampai kereta kuda datang menjemputnya.
Mereka kemudian memandang Wang Fei dengan takjub.
"Kau benar-benar hebat! Dapat memasuki Asosiasi Awan surgawi, bahkan diundang secara pribadi oleh pemimpin, luar biasa!" seru Pangeran Fenzi.
"Hahaha, kuharap kita bisa bertemu kembali. Ku akui kau memang luar biasa." kata Qi Oushan.
"Sebagai putri kerajaan, aku ucapkan selamat padamu yang telah berhasil memasuki Asosiasi Awan Surgawi." kata Wei sha dingin dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.
Menurut mereka, dapat berteman dengan orang seperti Wang Fei akan memberikan dampak positif pada kerajaan mereka dimasa mendatang. Tidak ada salahnya bila mereka meminta bantuan Wang Fei ketika sedang dalam keadaan terdesak.
"Tak perlu merasa sungkan begitu kalian semua. Aku dapat memasuki Asosiasi Awan Surgawi juga mungkin karena keberuntungan." kata Wang Fei.
Mereka berempat berbicara dengan bersemangat beberapa lama sampai akhirnya pergi dari tempat itu.
Wang Fei yang menyadari kalau kebutuhan sumber dayanya yang sudah cukup, berniat untuk melakukan perjalanan kembali untuk mencari 6 Kitab Dewa yang lain.
"Sudah saatnya aku ke Benua bagian utara."
...
Dua bulan kemudian, Sekte Pedang Abadi.
Hari ini adalah hari terakhir Wang Fei berada di sekte ini, mengingat kalau kekuatan dan potensinya yang tak terbatas membuat para ketua pedang memutuskan untuk menyuruh Wang Fei melaksanakan ujian akhir.
Ujian akhir adalah ujian penentu lulusnya seorang murid dari Sekte pedang abadi. Jika seseorang berhasil melewati ujian tersebut, maka dia bisa bebas memutuskan untuk meninggalkan sekte atau memilih berkelana di lima benua.
Ujian akhir lebih memusatkan keahlian berpedang, oleh karena itu yang menilai hasil ujian tersebut adalah petinggi ketua pedang. Namun karena pemimpin sekte atau matriarch masih belum kembali, penilaian itu diberikan oleh ketua pedang terkuat.
"Sudah 3 tahun sejak aku reinkarnasi. Saat ini aku harus menjalani ujian terakhir pada kehidupanku yang kedua ini." gumam Wang Fei.
"Baiklah, apakah kau sudah siap?" kata seorang pria paruh baya dihadapan Wang Fei.
"Aku sudah siap senior Ze."
Keduanya kemudian memasang posisi untuk bertahan. Merasa kalau masing-masing dari mereka tidak ada yang menyerang, keduanya juga langsung mengganti posisi menjadi menyerang. Dengan cepat mereka berdua melesat kedepan dan membenturkan pedang mereka.
Serangan itu terjadi secara bersamaan, sulit untuk mengatakan siapa yang akhirnya akan bertahan.
Clank! Clank! Clank!
Bunyi berdentang terdengar secara bergantian. Kecepatan serangan keduanya jelas tak bisa diremehkan. Meskipun Wang Fei seorang ahli pedang yang ternama pada masanya, dia tidak bisa menyesuaikan gerakannya dengan tubuhnya yang masih kaku saat ini, hal ini menjadi faktor kenapa serangannya kurang sempurna.
"Mawar biru mengkilap, tebas!"
Senior Ze memiringkan pedangnya lalu mengayunkannya kearah Wang Fei. Serangan berupa tebasan itu menghasilkan cahaya berwarna biru mengikuti dibelakangnya karena saking cepatnya dia menebaskan pedangnya.
Wang Fei yang menyadari serangan itu langsung menangkisnya dengan cepat, namun benturan yang keras terjadi membuatnya mundur dua langkah. Melihat kalau senior Ze memiliki celah untuk diserang, Wang Fei tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
"Awan Pemisah Langit, Badai Tiga Alam!"
Tiba-tiba awan yang menyebar diseluruh benua berkumpul menjadi satu diatas kepala Wang Fei. Dengan bentuk spiral, awan tersebut menghembuskan angin yang kencang dan mengirimkan energinya kepada pedang Wang Fei.
Pedang Icedragon langsung berubah menjadi warna putih lalu melesat kedepan dengan kecepatan tinggi. Menembus pertahanan senior Ze dengan mudah.
Serangan itu terjadi begitu cepat sehingga senior Ze tak dapat menangkisnya.
"Gerakan seribu petir!"
Senior Ze tiba-tiba melakukan manuver diudara dan melayang dengan bebas menghindari serangan yang dibuat Wang Fei.
Namun kecepatannya masih lebih lambat dibanding serangan Wang Fei, membuatnya harus berusaha mati-matian untuk menghindar.
Slash! Slash!
Goresan pedang nampak dimana-dimana pada baju senior Ze. Pada tebasan demi tebasan berikutnya, serangan bertubi-tubi Wang Fei akhirnya menggores kulit senior Ze lalu meneteskan darah.
Gerakan senior Ze terhenti tepat ketika serangan Wang Fei habis.
Senior Ze menyarungkan pedangnya. "Kau menang..."
.........