
Xia Xinxin mencoba untuk menenangkan dirinya. Dia mulai mengingat kata-kata yang diucapkan gurunya tentang bakat seseorang adalah kekuatan nomor 2 setelah pengalaman.
Dia sepenuhnya mengerti pengalaman adalah kekuatan yang utama, hanya saja untuk mendapatkan pengalaman yang maksimal mungkin akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Namun ketika dia melirik Wang Fei, dia hanya bisa menghela nafas panjang. Dia beranggapan bahwa Wang Fei mungkin melakukan pertarungan tanpa henti selama beberapa tahun, tapi itu sungguh mustahil.
Xia Xinxin tak mempermasalahkan hal itu lagi, dia mengeluarkan sebuah jimat berupa kalung giok yang berkilau.
"Ini adalah Talisman of Teleportation, kita dapat menggunakan jimat ini untuk berpindah tempat maksimal sejauh 150 ribu kilometer." jelas Xia Xinxin sambil menunjukan jimat tersebut pada Wang Fei.
Ekspresi Wang Fei benar-benar campur aduk ketika melihat Talisman of Teleportation. "Apa ini?! Harta magis tingkat tinggi!" batinnya.
Talisman of Teleportation merupakan harta magis yang termasuk paling langka didunia. Bahkan saking langkanya barang tersebut, banyak pihak yang melakukan peperangan untuk mendapatkannya dimasa lalu.
Seiring berjalannya waktu Talisman of Teleportation dilupakan oleh semua orang karena jimat tersebut banyak yang menghilang dan beberapa ada yang tak berfungsi. Namun Wang Fei jelas mengetahui kenapa Talisman of Teleportation tidak berfungsi, semua itu karena setiap jimat hanya bisa digunakan 3 kali saja.
Melihat kalau Xia Xinxin memiliki sebuah jimat tersebut membuat Wang Fei hampir kehilangan nafasnya sendiri. Bagaimanapun jimat itu sangat langka yang keberadaannya mungkin menentang surga.
Setelah dipikir-pikir lagi, Wang Fei menjadi yakin kalau sebelumnya Xia Xinxin juga menggunakan jimat itu untuk sampai disini. Menggunakan jimat teleportasi 2 kali dalam beberapa bulan, itu sudah termasuk pemborosan besar!
Dengan lambaian tangannya, Xia Xinxin memunculkan sebuah pintu yang didalamnya hanya terlihat kegelapan. Wang Fei masih menatapnya dengan takjub setelah pintu tersebut muncul.
"Apa yang kau tunggu? Kita harus cepat!"
"Ah! Maaf Kakak Xin."
Keduanya mulai memasuki pintu tersebut dan perlahan menghilang dari bukit tinggi itu.
Didalam sana Wang Fei hanya merasakan kekosongan tanpa batas, dan mengikuti Xia Xinxin yang sedang berjalan pelan.
Sesaat kemudian Xia Xinxin menghentikan langkahnya. "Kita sudah sampai...."
Wang Fei menelan ludahnya saat ruang disekitarnya memudar. Berdasarkan pengalaman berteleportasinya dikehidupan sebelumnya, seseorang akan muntah setelah dirinya berhasil diteleportasi.
Pandangan yang gelap tiba-tiba diganti dengan pemandangan hutan hijau yang membentang luas, ditengah-tengah hutan tersebut terdapat sebuah wilayah yang didalamnya mirip sebuah istana kerajaan.
"Waahhh.... Humphh!! Hoeek-!"
Wang Fei segera memuntahkan isi perutnya tak lama setelah dia diteleportasikan sejauh 100 ribu kilometer.
Xia Xinxin hanya menatap dengan ekspresi yang datar, dia juga saat pertama kali berteleportasi, dia muntah-muntah.
"Hmph! Cepatlah selesaikan...!"
...
Salah satu bangunan tersebesar di wilayah Faksi Bintang Surgawi.
"Master, Adik Junior Xia telah kembali dengan seorang pemuda tak dikenal."
Seorang pria paruh baya yang memakai jubah kuning membungkukan badannya kearah pria sepuh dihadapannya.
"Bawa mereka kepadaku..."
"Baik, master."
Pria paruh baya tersebut langsung melesat keluar dengan cepat. Hanya dalam waktu satu tarikan nafas dia telah berada di depan Wang Fei.
Tanah terasa sedikit bergetar ketia pria tersebut menginjakan kakinya disana. Pandangan matanya lurus kedepan dan melihat Wang Fei dari atas sampai bawah.
"Kalian berdua, ikuti aku ke ruangan Master pertama."
Dalam satu kalimat dari pria tersebut saja, membuat Xia Xinxin tak dapat membantah perintah tersebut.
Ketiganya segera menuju ruangan yang memiliki bau-bau tanaman herbal. Wang Fei dapat menebak kalau ruangan ini didalamnya ditinggali oleh seorang pria sepuh. Jiang Qi, sang dewa obat tak tertandingi pada masanya!
...