God Heaven

God Heaven
Eps 12 - Bandit -



Pada saat Wang Fei merasakan keputus asaan, muncul serangan berupa anak panah yang melesat dari arah luar gua.


"Hei kau! Cepat keluar, aku akan mengalihkan perhatiannya."


Seorang wanita yang memakai pakaian kulit berwarna hijau membantu Wang Fei untuk mengalahkan Macan tutul tersebut.


"Grawwr!!"


Macan tutul itu meraung kesakitan karena beberapa anak panah tertancap ditubuhnya.


Wang Fei yang merasa sedikit mendapatkan kesempatan untuk menyerang pun, menggunakan jurus pamungkasnya saat ini.


"Seni pedang, Pembelah samudra!"


Seketika muncul angin bertiup dari arah selatan dan utara, kedua arah angin ini berbenturan dan nenyebabkan ledakan angin yang kuat.


Ruang disekitar terasa terbelah karena kekuatan dari ledakan angin ini, macan tutul yang dilawan Wang Fei dan wanita yang memakai panah pun mati menjadi debu.


"Hah... Hah.. Aku sudah kehabisan tenagaku... Aku sepertinya akan pingsan." Sesaat Wang Fei menyelesaikan kata-katanya, dia tumbang pingsan dan sempat ditangkap oleh wanita yang memakai panah tersebut.


...


"Uhh..." Wang Fei mulai siuman saat hari sudah mulai gelap, saat ini tenaga dalam yang tersisa di tubuhnya hampir habis.


"Dimana aku...?" Wang Fei mulai bangkit dan memperhatikan sekeliling.


"Sepertinya ini rumah? Oh! Aku baru ingat ada seseorang yang menyelamatkanku tadi siang, dimana dia?" Saat Wang Fei ingin keluar, tubuhnya terasa sakit dan memaksanya untuk kembali ketempat tidur dikamar itu.


Cklaak...q


Seorang wanita yang memakai jubah kulit warna hijau masuk kekamar Wang Fei berada.


"Kau sudah bangun ternyata? Tapi kau harus beristirahat lagi supaya kondisimu membaik." Ucap wanita itu kepada Wang Fei.


"Ohh! Aku ingat kau adalah orang yang membantuku, terimakasih atas pertolongan senior saat itu." Wang Fei membungkuk dan berterimakasih kepada wanita tersebut.


Wanita itu hanya menganggukan kepala. "Meskipun kau masih anak-anak, tapi kemampuanmu sangat menakjubkan, kau mampu membantai seluruh koloni semut yang ada di gua waktu itu."


Mendengar penjelasan wanita itu membuat Wang Fei terkejut. "Jadi dia sudah memperhatikanku saat aku memasuki hutan ini?" Wang Fei sempat bingung tapi tidak membahasnya lebih jauh.


"Baiklah, kalau begitu perkenalkan namaku Wang Fei aku berasal dari desa pohon apel yang berjarak 1000 kilometer dari sini, bisa senior beritahu namamu?" Wang Fei memperkenalkan dirinya kepada wanita tersebut.


"Namaku Li Yan, kau bisa memanggikku senior Li atau Yan Yan karena umurku baru 17 tahun, aku berasal dari Guild Hunter untuk menjalankan misi."


Mendengar Li Yan yang masih berumur 17 tahun membuat Wang Fei sedikit terkejut.


"Baru umur 17 tahun tapi sudah memiliki kemampuan memanah yang hebat, dia benar-benar berbakat." Wang Fei yang sedang berbicara dengan Li Yan saat itu merasa kelaparan karena belum makan seharian ini.


"Senior Li, apakah kau punya makanan? Aku sudah tidak kuat menahan lapar." Wang Fei tersenyum canggung.


Pertanyaan yang Wang Fei berikan membuat Li Yan tertawa kecil. "Memang sehebat apapun seseorang, tetap saja dia bisa kelaparan ya."


Wang Fei merasa malu, tapi dengan tubuh yang kecil ini membuat Wang Fei merasa tidak enak karena disaat sudah tua Wang Fei memiliki sifat yang berwibawa dan bijaksana.


Li Yan keluar dari kamar Wang Fei lalu masuk setelah beberapa waktu, Li Yan membawakan sup sayuran yang lezat untuknya.


"Ini, makanlah." Li Yan meletakan makanannya di atas meja.


Aroma dari sup itu sangat menggoda, membuat Wang Fei ingin cepat-cepat memakannya.


Selagi Wang Fei menyantap makanannya, Li Yan keluar dari kamarnya.


"Sepertinya ada yang aneh disini?" Setelah Wang Fei menghabiskan makanannya dia mulai beranjak dari tempat tidur.


"Dia bilang dia berasal dari Guild Hunter, dan sedang menjalankan misi?" Gumam Wang Fei. "Sepertinya dia tidak menjalankan misi memburu hewan buas?"


Rumah yang ditinggali Li Yan tidak terlalu besar, bahkan bisa disebut sebagai gubuk.


Wang Fei keluar dari gubuk itu dan terlihat Li Yan sedang memperhatikan sesuatu di atas pohon.


"Sepertinya dugaanku benar." Wang Fei naik ke atas pohon yang tinggi menjulang itu. Hanya dalam sekali lompatan Wang Fei langsung berada di puncak.


"Apa yang sedang kau cari senior Li?"


Dengan kemunculan Wang Fei yang tiba-tiba membuat Li Yan terkejut.


Wang Fei tersenyum tipis. "Kau tahu? Aku menggunakan ilmu meringankan tubuh, aku bisa membuat tubuhku seringan bulu. Tentu saja kau tidak bisa mendengarnya."


Li Yan hanya terdiam sejenak. "Tadi kau bertanya apa yang kulakukan?"


Wang Fei mengangguk. "Ya, aku melihatmu seperti sedang memperhatikan sesuatu diatas sini, apa yang terjadi?"


Li Yan hanya diam, lalu berkata. "Kau masih anak kecil, tidak seharusnya kau ikut campur dalam masalah ini."


Memang Wang Fei saat ini berpenampilan layaknya seorang anak kecil, tapi mentalnya adalah orang yang berusia lebih dari satu abad.


"Tidak apa, kau kan melihat kemampuan bertarungku tadi pagi? Itu sudah membuktikan aku setara denganmu." Wang Fei merasa sudah tidak tahan dipanggil anak kecil.


"Jadi apa yang membuatmu berada disini dimalam hari?"


Li Yan hanya menatap dari kejauhan. "Kau lihat itu?" Li Yan menunjuk kesebuah tempat yang agak terang.


"Hm? Apakah dihutan ini ada pemukiman?" Sambil memandang cayaha yang kecil dari kejauhan, Wang Fei menyipitkan matanya untuk melihat lebih jauh.


Li Yan menggelengkan kepalanya. "Bukan. Itu adalah markas para bandit."


Mendengar pernyataan dari Li Yan bahwa cayaha dari kejauhan itu adalah markas para bandit membuat Wang Fei sedikit terkejut.


"Bagaimana bisa para bandit masuk ke hutan ini, seharusnya mereka sudah dimakan oleh hewan buas bukan?" Wang Fei sangat kebingungan dengan keberadaan para bandit yang selamat meskipun mereka tinggal ditengah-tengah hutan.


"Seharusnya begitu." Jawab Li Yan. "Tapi dari hasil laporan kami, mengatakan bahwa para bandit disana memiliki pemimpin seorang Qi Foundation!"


Mendengar penjelasan yang diberikan Li Yan membuat Wang Fei semakin terkejut.


"Pemimpin mereka seorang Kultivator? Bahkan ditingkat pendekar Raja? Benar-benar sekelompok bandit yang kuat!"


Wang Fei diam cukup lama. "Jadi misimu itu adalah memburu para bandit ini?" Tanya Wang Fei.


Li Yan menggelengkan kepala. "Bukan. Aku hanya diberi misi untuk menangkap salah satu anggota mereka untuk diinterogasi."


Wang Fei mengelus dagunya. "Memang benar jika kita ingin berperang maka kita harus mengetahui kemampuan musuh terlebih dahulu." Kata Wang Fei. "Tapi, apa tujuan mereka membuat markas dihutan ini?" Tanya Wang Fei.


"Dilihat dari gerak-gerik mereka, sepertinya mereka sedang mengumpulkan hewan buas dan dikurung disuatu tempat, dan aku juga mendapat informasi bahwa mereka akan melepaskan hewan buas tersebut ke desa dekat sini." kata Li Yan. "Setahuku hanya ada satu desa didekat sini, yaitu desa pohon apel, tempat kau tinggal."


Mendengar hal itu membuat Wang Fei tertegun. Ternyata... Dalang dibalik penyerangan hewan buas besar-besaran dulu adalah Para Bandit ini!


Wang Fei marah besar karena yang menghancurkan kehidupan pertamanya adalah para bandit ini, mereka melepaskan hewan buas didesa pohon apel lalu merampok semua harta penduduk yang sudah tak bernyawa.


"Jadi mereka ya?"


Melihat aura kehitaman yang muncul dari tubuh Wang Fei membuat Li Yan sedikit gemetar.


Li Yan merasa sesak nafas karena tekanan yang dikeluarkan Wang Fei. "Apa yang... Terjadi...?" dengan suara yang terbata-bata Li Yan menoleh kearah Wang Fei.


"Aku akan menghancurkan mereka semua... Tak ada yang tersisa satu orang pun dari mereka!" Wang Fei benar-benar dikuasai oleh amarah yang membakar hati.


Whoosh!!


Wang Fei terbang menuju perkumpulan para bandit itu dan berniat memusnahkan keberadaan mereka.


Bunyi mendesing yang sangat keras terdengar sampai ribuan meter karena kecepatan terbang yang dihasilkan Wang Fei.


"Tidak, tunggu dulu, mereka mempunyai 3 orang pendekar Raja! Hei! Kembali!" Li Yan berteriak kearah Wang Fei, namun karena jarak diantara keduanya sudah jauh, Wang Fei tak bisa mendengarnya.


....


"Hahaha! Hasil berburu hari ini lumayan banyak, bos akan memberi kita bonus!"


"Ya, betul! Mari kita merayakannya malam ini!"


Para bandit yang bersenang-senang itu tak tahu kalau ada seseorang yang menargetkan mereka saat ini.


Boomm!!


Wang Fei turun dari ketinggian dan menghantam tanah, bunyi ledakan terdengar sampai ke markas para bandit didekat situ.


"Tunggulah kalian para bandit sialan... Hari ini adalah hari terakhir kalian!"


.......