
Batu besar yang ditemukan Wang Fei adalah Batu Darah yang merupakan Esensi unsur padat terlangka didunia. Batu ini sangat berguna dalam bidang medis, batu darah juga bisa meningkatkan energi Ki seseorang. Namun yang dipikirkan Wang Fei saat ini hanyalah demi menyembuhkan ayahnya!
"Meskipun aku menemukan harta karun yang tak ternilai, aku tetap akan menyembunyikannya dari dunia." gumam Wang Fei. "Jika semua orang tahu aku memiliki Batu Darah, akan ada perang besar untuk merebut batu ini dariku." Wang Fei menyadari hanya dirinya saja yang boleh mengetahui tentang batu ini. Walaupun dia tidak memiliki kapasitas yang besar didalam cincin penyimpanan, tapi dia tetap bisa menyimpannya disini.
Wang Fei mengeluarkan pedang Icedragon untuk memotong Batu Darah. Batu darah tidak bisa dipotong menggunkan cara biasa, bahkan jika menggunakan senjata pusaka pun mungkin hanya akan menggores permukaannya. Namun Batu darah memiliki afinitas yang rendah pada suhu dingin. Itulah kenapa Batu Darah biasanya ditemukan di sekitar gunung berapi atau di kedalaman tanah yang sangat dalam.
"Aku harus cepat sebelum terlambat mengobatinya." Wang Fei mengerahkan seluruh tenaga dalam yang dia punya untuk menhalirkannya ke pedang Icedragon.
"Heaahh!!"
Wang Fei meluruskan pedangnya keatas, lalu menghempaskannya kebawah dengan kecepatan yang sangat menakjubkan.
Boomm!!
Ledakan terdengar saat mata pedang Icedragon berbenturan dengan permukaan Batu Darah.
Gerakan tangan dan pedang Wang Fei terus bertambah cepat, hingga akhirnya potongan Batu Darah yang seukuran biji jagung terlempar keatas.
Wang Fei segera menangkap serpihan batu itu. "Ini sudah lebih dari cukup."
Meskipun Batu Darah di tangan Wang Fei sangat kecil, namun dengan ukuran begitu kemungkinan besar Wang Fei bisa menyembuhkan ratusan orang yang terluka!
Wang Fei tak melakukan apa-apa lagi, dia segera terbang menuju rumahnya.
"Aku harus semakin Cepat!"
Wang Fei terbang dengan sangat cepat. Setelah terbang beberapa saat, dia telah sampai dirumahnya. Dia langsung masuk menuju kamar ayahnya.
"Ayah... Aku sudah menemukan apa yang kucari selama ini." kedatangan Wang Fei membuat ayahnya keheranan.
Wang Chou berpikir, apa yang sedang Wang Fei lakukan? Padahal baru saja dia pergi namun kembali lagi dengan mengatakan 'Sudah menemukan barang yang kucari selama ini'? Apakah Wang Fei telah mempersiapkan semuanya?
Banyak pertanyaan muncul bersamaan dikepala Wang Chou. Memang sebenarnya Wang Fei hanya pergi sebentar saja, tapi jika mengingat kalau dia mengumpulkan bahan-bahan untuk menyembuhkan ayahnya selama 2 tahun terakhir, itu waktu yang sangat panjang bagi Wang Fei.
Wang Fei saat ini menyadari kalau Li Yan tidak ada dikamar ayahnya. "Ayah, dimana Li Yan?" begitu Wang Fei bertanya demikian, raut wajah Wang Chou berubah.
Setelah Wang Fei pergi, Li Yan terus menjaga Wang Chou dengan baik. Namun ayahnya tidak ingin merepotkan Li Yan, dan dia menyuruh Li Yan untuk beristirahat sebentar. Tapi Li Yan tidak melakukan apa yang Wang Chou berikan padanya, melainkan Li Yan berniat pergi untuk mencari tanaman obat.
"Dia mungkin sedang berada disuatu tempat?" jawab Wang Chou. Wang Fei tidak sepenuhnya mempercayai perkataan ayahnya, namun hal itu tidak berarti lagi saat ini.
"Berbaringlah, aku akan menyembuhkanmu," Wang Fei tiba-tiba mengeluarkan tumpukan tanaman obat yang berharga dari cincin penyimpanannya.
Tatapan Wang Chou tertuju pada tumpukan tumbuhan obat yang dibawa Wang Fei.
"I... Ini... Fei'er, dimanakah kau mendapatkan semua ini?" Wang Chou menjadi curiga dengan Wang Fei karena mengira tanaman obat yang dibawa Wang Fei adalah hasil curian.
Wang Fei menggeleng pelan. "Apakah ayah tidak ingat kalau aku telah pergi selama lebih dari 1 tahun? Masa-masa itu aku habiskan dengan mencari uang dan mencari tanaman obat untuk menyembuhkanmu." penjelasan Wang Fei membuat Wang Chou merasa terharu. Fei'er benar-benar anak yang berbakti...
Batu Darah bisa mempercepat pemulihan serta dapat memperlancar peredaran darah. Batu Darah sangat penting untuk efisiensi ramuan obat, bahkan akan menghasilkan efek positif tambahan saat pemakaian pertama.
"Dengan ramuan ini, mungkin ayahku juga bisa memiliki kemampuan untuk menjadi pendekar..."
Saat Wang Fei sudah selesai membuat ramuan itu, Wang Fei memberikannya kepada Wang Chou untuk diminum.
Ramuan ini dibuat oleh Wang Fei dengan tak sengaja. Awalnya dia hanya ingin menggunakan ramuan ini untuk memulihkan kondisi fisik tubuhnya, tapi siapa sangka kalau ramuan yang dibuatnya bisa memperlancar aliran Ki ditubuh, bahkan bisa meningkatkan kemampuan sirkulasinya!
Wang Chou menerima ramuan obat yang dibuat Wang Fei. "Apakah ini aman?" masih terlintas di wajah Wang Chou kalau dia agak ragu untuk meminumnya.
Wang Fei mendesaknya untuk meminumnya segera. Wang Chou mengetahui kalau Wang Fei tidak akan melakukan apa-apa padanya, karena dia ayahnya sendiri.
Wang Chou tersenyum lembut, dia benar-benar merasa senang saat ini. Entah kenapa Wang Chou berpikir kalau Wang Fei lebih terlihat dewasa daripada kebanyakan anak lainnya.
"Hahaha! Putra kita sudah besar, Xiao Fu."
Sesaat setelah Wang Chou meminum ramuan obat yang diberikan Wang Fei, dia merasa kalau tubuhnya semakin memanas dan lebih panas. Ini adalah efek dari Batu Darah. Tubuh akan memanas untuk memperlancar peredaran darah, dan pada saat itu tumbuhan obat akan membantu aliran Ki untuk mengalir keluar.
Perlahan Energi Ki Wang Chou sudah terkuras lebih banyak dan sampai pada akhirnya sudah habis.
Saat ini Wang Chou benar-benar tak bisa bersuara apalagi bergerak, semua ini karena energi Ki ditubuhnya sudah terkuras!
Wang Fei kemudian menyalurkan energi Ki nya kepada Wang Chou. Metode yang Wang Fei gunakan cukup sederhana, dia akan menguras seluruh energi Ki didalam tubuh Wang Chou lalu mengisinya kembali dengan energi Ki miliknya. Ini dapat menyembuhkan penyakit yang diderita Wang Chou sekian lama!
Setelah beberapa lama Wang Fei mengerahkan energi Ki nya keada Wang Chou. Dia sudah bisa berbicara dan bergerak. Tubuh Wang Chou terlihat kaku dan bergetar. Saat dia mengangkat tangannya, terlihat kalau gerakan Wang Chou sangat tidak stabil mengingat energi Ki ditubuhnya sangat sedikit.
"Fei'er, sekarang kau sudah memiliki kemampuan." ucap Wang Chou tiba-tiba.
"Sebenarnya aku dari dulu ingin mengatakan ini padamu, tapi... Ini adalah saat yang tepat."
Saat Wang Fei mendengar kata-kata ayahnya, dia mulai meneteskan air mata. Apakah ini sudah terlambat?
Ayahnya tersenyum kecut. Namun saat melihat reaksi Wang Fei, Wang Chou langsung berkata dengan keras.
"Jangan kau pikir aku akan mati! Aku masih hidup!" Wang Chou terlihat kesal karena reaksi yang diberikan Wang Fei.
Wang Fei menjadi keheranan. "Hah? Ga jadi mati?" batin Wang Fei sambil mengejek.
"Hmmph!"
Sambil mengusap air matanya, tersungging senyum kecil di wajahnya. Wang Fei bertanya balik kepada Wang Chou. "Apa yang mau ayah katakan?" tatapan Wang Chou menjadi kosong, lalu mengeluarkan beberapa kata.
"Rahasia ibumu, Xiao Fu."
........