God Heaven

God Heaven
Eps 89 - Hutan Dewa Kabut (2) -



"Tidak mungkin, apakah tidak ada jalan keluar dari sini secepatnya...?"


Wang Fei merasa sudah tak mempunyai harapan lagi saat mendengar penjelasan dari Rubah Merah. Meskipun saat ini dia berkemampuan Nescent Soul sekalipun, hal itu tak menjamin keselamatan dirinya di tempat seperti ini.


Rubah Merah hanya menatap kedalam hutan dengan cemas, bahkan dia sendiri tak ingin memasuki hutan ini. Bahaya yang menanti sungguh menakutkan, dapat dipastikan seorang pendekar bumi bisa saja mati ditempat seperti ini.


Pandangan Rubah Merah tertuju pada Wang Fei yang masih dalam dilemanya. Dia menyadari akan cahaya keberuntungan di sekitar tubuh Wang Fei begitu terang, dia cukup yakin mungkin Wang Fei akan keluar dari sini dengan keberuntungan yang dimiliki olehnya tersebut.


"Hahh... Ini benar-benar merepotkan." nada biacara rubah merah menjadi sedikit lebih pelan.


"Baiklah, aku akan memberitahumu cara keluar dari tempat ini. Namun itu akan memakan waktu yang tidak sedikit." kata Rubah Merah yang kemudian memasuki kepala Wang Fei.


Wang Fei begitu kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi barusan, tapi beberapa saat setelahnya pandangannya menjadi kabur dan perlahan tubuhnya mulai mati rasa.


Wang Fei sekali lagi tak sadarkan diri ditengah hutan brlantara tersebut.


....


Beberapa jam telah berlalu saat Wang Fei jatuh pingsan, dia mulai membuka matanya dan melihat langit sudah mulai gelap.


"Uhh... Lagi-lagi seperti ini..."


Tubuh Wang Fei terpaku diam begitu dia ingin berdiri, dari pikirannya perlahan muncul ingatan-ingatan yang baru. Ingatan tersebut ternyata dikirim oleh Rubah Merah yang sebelumnya memasuki kepala Wang Fei.


"Ini... Sekarang aku mengerti kenapa tempat seperti ini didirikan," ucap Wang Fei pelan sambil menghela nafas panjang. "Ternyata cara untuk keluar dari tempat ini juga susah ya, mungkin itu akan membutuhkan waktu 10 tahun bagiku..."


Saat pembentukan alam fana juga terjadi bencana diseluruh kekosongan alam semesta, ini membuat sosok-sosok yang begitu kuat dan tak dikenal bermunculan diseluruh alam surga dan alam bawah.


Namun yang menarik perhatian adalah semua sosok-sosok yang ada bukan manusia! Melainkan hewan dan tumbuhan, bahkan ada siluman yang memiliki wajah yang menakutkan. Tapi hanya ada seorang saja yang lain dari yang lain, orang tersebut merupakan manusia pertama didunia yang diberinama oleh surga sebagai Yuan Qishen.


Dari sinilah perjalanan Yuan Qishen sampai akhirnya menjadi dewa di alam fana dan dinobatkan sebagai 100 petinggi dialam surga. Bahkan Yuan Qishen juga merupakan anggota dari alam para dewa yang merupakan alam terkuat diseluruh jagat raya.


Namun ternyata puncak kejayaan Yuan Qishen menurun dan menyebabkannya mendapat ujian yang sangat berat dari surga. Itulah mengapa Yuan Qishen sudah tak terdengar lagi diseluruh dunia, semua itu karena dia telah mati!


Ternyata Yuan Qishen tak berhenti sampai disitu, dalam satu malam dia menciptakan 56 dunia kecil dan 3 dunia besar didalam sebuah harta magis yang legendaris. Harta magis tersebut marupakan harta magis yang paling berharga diseluruh alam!


Yuan Qishen kemudian memecahkan sebagian jiwanya menjadi sesosok rubah berwarna merah, awalnya pecahan rohnya sangat patuh padanya, namun lama kelamaan pecahan roh tersebut memiliki pemikirannya sendiri.


Ini membuat Yuan Qishen berteman dengan pecahan jiwanya yang lain, memang terdengar aneh namun sepanjang kehidupan Yuan Qishen yang mungkin telah berlalu milyaran tahun dia tak pernah memiliki seorang teman dalam hidupnya. Menurutnya tak buruk berteman dengan diri sendiri meski sangat konyol.


Dari sinilah Wang Fei mengerti sepenuhnya asal-usul dari dunia ini. Harta magis yang memuat puluhan dunia adalah sesuatu yang tabu oleh surga, tapi dibalik semua itu Yuan Qishen hanya ingin mendapati kebahagiaan dalam hidupnya walau hanya sebentar.


"Hmm.... Sungguh kehidupan yang panjang..." Wang Fei hanya bisa menghela nafas mengingat itu semua. Dia mungkin memang seorang penyendiri namun dia masih memiliki teman, memikirkan tentang Immortal Yuan tak memiliki satupun seorang teman ini membuatnya agak sedih.


"Senior Yuan, aku akan mewarisi harta magismu ini..." ucap Wang Fei menundukan badannya. Wang Fei dapat merasakan kehadiran dari Rubah Merah yang sebelumnya bersamanya, tapi keberadaan itu jauh terkubur dalam dirinya.


Wang Fei kemudian membalikan badannya dan menatap kembali hutan belantara yang begitu luas. "Aku sudah mengetahui cara untuk keluar dari sini, tak mungkin aku akan berdiam diri saja..."


.........