Friendzone

Friendzone
Bab. 8



Kantor kuarga BANNARASE


di ruangan zien yang luas dan super megah dengan interior yang harga nya fantastis.tidak hanya itu di dalam ruangan ini juga ada kamar tidur untuk zien jika lelah dengan pekerjaan nya dan tidak main main kamar tidur nya juda di desain super mewah dan nyaman.




zien yang sedang sibuk dengan berkas berkas nya. tidak menduga bahwa setengah jam lagi waktu nya untuk pulang. karena sangking sibuk nya.


zien merapi kan dan memisah kan berkas berkas yang sudah ia tanda tangani dan yang belum di tanda tangani.


zien berdiri dan melangkah keluar ruangan. dan bertepatan dengan itu alex sang asisten sekaligus supir buat zien berdiri tepat di hadapan nya memberi tahu kan jika mobil sudah siap.


" maaf tuan mobil sudah siap " ucap alex sopan


" baik lex kita pulang sekarang.....aku sudah rindu dengan keluarga kecil ku " ucap zien


" baik tuan.... silah kan " jawab alex seraya menunduk kan kepala dan mundur tiga langkah mempersilah kan sang bos berjalan terlebih dahulu.


setelah sang bos melangkah ter lebih dahulu baru lah alex berjalan di belakang sang bos.


butuh waktu 30 menit untuk sampai di rumah sang bos jika jalan sedang renggang dan dengan kecepatan sedang.


melihat mobil sang bos datang security keluarga Bannarase segera membuka kan gerbang.


alex mengklakson mobil untuk menyapa dan berterima kasih kepada security.


mobil berhenti tepat di depan rumah si bos besar.


" silah kan tuan... " ucap alex membuka kan pintu mobil agar bos nya bisa keluar


" terima kasih lex....mau istirahat dulu di dalam " tawar zien


" tidak usah tuan terima kasih saya langsung ke apartemen saja " tolak alex dengan sopan


" ya sudah mobil kamu bawa saja besok jemput aku lagi.... oh ya satu lagi jika bukan di kantor dan bukan tentang pekerjaan jangan panggil aku tuan dan jangan terlalu formal. " ucap tegas zien


" baik tuan.....eh.....maksud saya baik bang " ucap alex sambil tersenyum


" ya sudah kamu hati hati di jalan " ucap zien seraya menepuk bahu alex ( sang adik angkat ) lalu ber balik arah dan masuk ke dalam rumah.


setelah melihat kakak angkat sekaligus bos nya masuk ke dalam rumah baru lah alex masuk ke dalam mobil.


dan melaju kan mobil tersebut menuju apartemen nya


ya, alex adalah anak angkat dari tuan Bannarase ayah dari zien.


flashback


waktu itu sepulang sekolah alex berjalan kaki menuju tempat tinggal nya di panti asuhan.


alex melihat orang sedang di kroyok oleh preman preman setempat.


alex pun membantu pria baru baya itu untuk melawan para preman preman dan kebetulan alex jago bela diri.


alex mengalah kan preman preman itu.


saat alex membalik kan badan ada salah satu preman yang akan memukul pria paruh baya itu dengan balok yang cukup besar.


alex berlari dan mendorong pria paruh baya itu agar tidak kena hantaman dari balok tersebut.


alhasil alex lah yang terkena hantaman dari balok itu yang cukup keras hingga alex terkapar dan tidak sadar kan diri.


tepat saat itu warga dan polisi mengepung para preman itu. preman pun di aman kan oleh polisi untuk di bawah ke kantor polisi.


dan siapa kah pria paruh baya itu ? pria paruh baya itu adalah Bannarase.


kembali lagi kecerita


Bannarase menghampiri anak mudah yang terkapar itu dan meminta bantuan warga untuk mengangkat anak mudah itu menuju mobil nya.


Bannarase segera melajukan mobil nya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi.


setiba nya di rumah sakit Bannarase meminta para dokter untuk menyelamat kan anak muda itu.


para dokter itu pun bergegas menangani sang korban atas perintah pemilik rumah sakit.


ya... rumah sakit itu adalah rumah sakit milik bannarase.


bannarase duduk di kursi tunggu menantikan sang dokter keluar.


di sela ia menunggu bannarase memberi tahu kan istri nya agar sang istri menghampiri nya.


dan untuk keluarga korban bannarase tidak menemukan petunjuk apa pun maka ia harus bersabar sampai anak muda itu sadar dan selesai di periksa oleh dokter.


pemeriksaan itu pun selesai dan untung nya luka yang di derita alex tidak terlalu fatal. alex hanya membutuh kan beberapa kantung darah karena dia ke hilangan darah cukup banyak dan alhamdulillah nya lagi stok darah yang di butuh kan alex tersedia di rumah sakit Bannarase.


butuh waktu berjam jam untuk alex sadar. bannarase dan istri beserta anak satu satu nya setia menunggu alex sadar.


akhir nya orang yang ia tunggu telah sadar. bannarase tidak serta merta langsung bertanya ke pada alex. bannarase menunggu sampai kondisi alex lebih baik.


dan saat itu tiba bannarase bertanya siapa keluarga alex dan tinggal dimana.


elex pun mencerita kan semua kehidupan nya. dan alex juga menyebut nama panti asuhan yang ia tinggali.


bannarase, istri dan anak nya mendengarkan cerita dari alex. dan dari cerita itu lah bannarase dan keluarga memutus kan untuk mengadopsi alex jadi anak mereka.


dan cara ini lah rasa terima kasih yang di berikan bannarase ke pada alex.


awal nya alex menolak tapi setelah di bujuk dan di beri pengertian baru lah alex menyetujui permintaan bannarase agar dia bersedia menjadi anak angkat keluarga Bannarase.


alex di perboleh kan pulang ke esok kan hari nya. dan saat itu lah keluarga bannarase datang ke panti asuhan untuk menemui ibu panti dan memberi tahu kan niatan nya untuk mengadopsi alex.


ibu panti pun terharu dan berterima kasih ke pada keluarga bannarase karena telah bersedia mengangkat alex sebagai anak mereka.


ibu panti pun bercerita jika alex anak yang baik, sopan , penurut , pintar dan cerdas yang sering juara kelas di sekolah nya.


flashback off


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


next part


semoga suka dengan cerita nya


mohan saran dan masukan nya....


terima kasih buat semua yang sudah membaca cerita saya ini..... 😊😊


like


koment


vote


+ favorit


jangan lupa ya.......