
Siang hari menyilaukan sepasang mata gadis sedang berjalan. Tampak terlihat samar-samar keramaian menutupi jalan yang akan dilewati Maissha. Terheran apa yang sedang terjadi, Maissha memegang sela tas pun berlari kecil menghampiri keramaian tersebut.
Terlihat jelas dua orang remaja laki-laki yang sedang berkelahi hebat, sangat menyeramkan. Mereka berdua dijadikan tontonan beberapa orang yang berlalu lalang melewatinya. Semakin dekat Maissha menghampiri.
'Terlihat sama denganku mengenakan baju batik sekolah SMA Cahaya Gemilang,' batin Maissha.
Tidak disangka Maissha pun terkejut dengan mengenal salah satu dari mereka. Berlari sebisa mungkin untuk sampai di tengah-tengah untuk memisahkan mereka berdua walaupun menyeramkan tetaplah nekat demi kebaikan mereka berdua juga.
"Dean lo ngapain berkelahi sih? Udah Stop!!! ini tidak mendidik," ucap kesal Maissha.
"Dan lo?! siapapun nama lo!, lo udah gila ya jadi tontonan banyak orang?! Lo itu sadar gak sih? lo mempermalukan sekolahan kita!" Menunjuk muka lawannya dengan sangat emosi, sambil memeluk Dean dari belakang.
Akhirnya mereka berhenti saat Maissha memisahkannya. Terlihat jelas mereka babak-belur akibat dari mereka berkelahi. Terlihat menyeramkan mereka sudah gila memang.
"Dean lo ikut gw! Harus!!!" ucap Maissha dengan tegas.
"Mau kemana kita sha?" Memegang bibir yang menampakkan darah segar disela bibirnya.
"Gak usah bawel okkey?!," ujar Maissha masih kesal, narik tangan Dean.
Maissha pun berjalan bersama Dean ke sebuah tempat duduk di taman yang sepi tidak ada penghuni. "Lo tunggu sini jangan kemana-mana okkey, tunggu gw balik lagi! Awas aja kalau kemana-mana," ujar Maissha dengan raut wajah cemas.
Semakin takut dengan keadaan Dean sekarang sangat kacau, Maissha semakin mempercepat larinya mencari toko apotik.
Melihat kanan dan ke kiri, kemudian ia berdiri di depan pintu toko apotik, "Alhamdulillah akhirnya ketemu juga," ucap Maissha dengan nafas yang tersengal-sengal. Membuka pintu masuk toko apotik, menghampiri ke meja apoteker.
Maissha pun mengeluarkan uang dari dompet.
******
Terdiam duduk di bangku taman. 'Lah tumben banget Maissha perhatian sama gua,' batin Dean.
15 menit kemudian
Maissha sangat tergesa-gesa membawa kantong plastik tertanda sebuah nama apotik terkenal. Dan berjongkok di depan Dean bangku taman yang di duduki Dean.
"Kenapa sih lo itu nyari masalah mulu? Udah tau lo itu gak bisa berkelahi kenapa lo lakuin?! Lo ini bego atau gimana sih?!" ucap kesal Maissha, sambil membersihkan luka darah di pipi Dean.
"Sha lu niat ngobatin gua ga sih? Sakit nih! Dan lo datang-datang langsung ngegas kek gak ada remnya, tanya baik-baik kan bisa sha," ucap Dean lesu sambil memegang sela bibir.
"Yaudah sekarang cerita semuanya ke gw, kenapa lo bisa kek gini dan apa yang terjadi sebelumnya yang belum gw ketahui?" ucap sabar Maissha.
"Dia itu adik kelas X-IPS 2 dan dia songong sha, masa datang-datang ke kantin tiba-tiba lempar-lemparan es batu ke anak cewe lainnya. Dan gua ga terima sha, kan gua bilangin ke dia baik-baik ya, eh dia nyolot sha dan parahnya lagi dia nimpuk es batu ke muka gua. Gua samperin deh tuh anak dan gua ajakin luaran," jelas Dean.
"Tuh kan lo itu begonya keterlaluan banget ya. Lo itu ga bisa berkelahi Dean," ucap Maissha dengan penuh penekanan memberikan pernyataan daripada pertanyaan.
"Dari pada harga diri gua jatuh, lo tau kan gua itu terkenal," ucap Dean dengan angkuh.
***
Hallo ini cerita pertamaku semoga bisa memberikan kalian terkesan🌞