
Menatap langit-langit kamar entah sedang memikirkan apa dan tersadar dengan,
Line Line,
Pertanda ada pesan masuk dari LINE. Ia pun langsung duduk menatap ponsel di atas nakas dan segera mengambilnya.
Dibukalah pesan tersebut.
DEAN: woii
Ia pun mengerutkan dahinya, benar benar tidak mengenal siapa itu. Karena penasaran di balas lah pesan itu.
MAISSHA: Yup?
DEAN: lo itu cewe yang sok cantik, sok jagoan itu kan? Dasar cewe barbar!
'Idih nih orang ngeselin banget, gue aja enggak kenal dan dia sepertinya enggak kenal gue juga, apa pedulinya dia chat seperti ini gak berbobot banget sumpah,' Batin Maissha.
MAISSHA: Maksud lo?
Menjawab dengan malas.
DEAN: Ohh iya gua ingetin ya sama lo, kalo jadi cewe jangan sok kecantikan lagi pula lo bukan tipe gua
MAISSHA: Apa peduli gue? Gak jelas lo bego! kenal lo aja enggak tiba tiba chat kek gini. Mau lo apa sih?
'lama lama emosi gue bales chat dari orang yang gak jelas itu,' Batin Maissha.
DEAN: Weww cewe barbar marah hahahaha;v
MAISSHA: Bawel lo
MAISSHA: Auto block
DEAN: Eitss jangan dong
DEAN: Oh okkey, gua punya permintaan sama lo
'udah gila nih bocah. Heran gue sama manusia macam seperti ini' Batin Maissha.
Ia pun tidak melanjutkan membalas pesan itu dan melempar ponsel ke samping kepalanya.
******
'Hhhmm seru juga buat menjadikannya mainan baru'
******
Kegelisahan menghampiri kesunyian malam di dalam ruangan yang indah, nyaman, dan serba berwarna pink menghiasi kamar tersebut menampakkan gadis sedang memainkan ponselnya dengan bingung memperhatikan pesan dari LINE yang sebelumnya ia terima. Maissha pun menyingkirkan pikiran terhadap pesan tersebut dan mengerjakan tugas sekolah yang belum selesai.
1 jam kemudian pikirannya melayang dan kantuk pun menghampirinya.
Terik pagi masuk melewati sela jendela yang tertutup setengah, menyilaukan gadis yang tertidur di meja belajar terbungkus selimut tebal dan halus.
"Hoamm, siapa yang selimuti aku?" Menggeliat sambil melirik jam berada di meja belajar, mata membulat seperti mau keluar "mati aku! sudah jam 6 aku bisa terlambat" gumamnya.
"Mama kok tidak membangunkan aku? Aku akan terlambat gimana dong," berteriak kebingungan dan panik berlari menuju kamar mandi. "Salah kamu sendiri tidur terlalu larut," berbicara di depan pintu kamar mandi dan meninggalkan ke dapur sekaligus ruang makan "mama tinggal ya sayang, mama mau siapin sarapan buat kamu dan papa,"
30 menit berlalu menampilkan seorang gadis yang sudah rapih dengan seragamnya sedang terburu buru dan melirik jam di lengan kirinya "30 menit lagi akan segera masuk dan aku masih di dalam rumah, ya tuhan selamatkan aku," gumamnya, sambil menuju ke lantai 1 menuju dapur mengambil bekal yang sudah siap dan mengambil 1 tangkap sandwich roti.
"Papa, mama. Maissha berangkat ya" sambil mencium tangan papa dan mamanya. Segera menuju bagasi dan siap mengendarai motornya menuju ke sekolah, lumayan jauh dan membutuhkan 20 menit untuk sampai di sekolah.
"Akhirnya sampai juga dengan selamat di sekolah, makasih tuhan telah memberikan keselamatan sampai sini untuk menuntut ilmu dan sisa 5 menit lagi segera bel" ucap Maissha dan menuju ke dalam kelas.
Tiba tiba laki laki tinggi berparas bak dewa, warna abu-abu matanya seketika menghipnotis, alis tebal dan rahang tegaknya menandakan tegas dan egois.
"Maaf," ucap laki laki tersebut.
"Ehmm, i-iya" seketika terpaku dengan wajah laki laki itu."Nama gua Dean, nama lo siapa?"
"M-maishha" gugup sambil menatap mata abu-abu "m-maaf ya gue harus masuk ke kelas duluan," kegugupannya membuatnya malu dan berlari menuju kelas.
"Tunggu sha," sudah menjauh tidak menampilkan punggungnya, niatnya di urungkan untuk mengejarnya.
KrKring-kring-kring
Tanda bel berbunyi jam pelajaran akan segera dimulai. Dean pun memasuki kelasnya dan segera duduk di paling belakang sambil memandangi langit dari Balik jendela.
"Lo udah enggak bisa lari lagi. Game telah dimulai" seringai di wajahnya yang tampan menjadi sangat mengerikan.
****
Jangan lupa beri ❤️dan komen nya