Friendzone

Friendzone
Bab. 17



di dalam ruangan zien


risha yang baru menyadari jika putri nya tidak ikut masuk ke dalam ruangan sang daddy menggelengkan kepala nya.


risha sudah bisa menebak jika sang putri pasti merengek ke uncle nya untuk ikut ke temu dengan daddy nya.


risha dan dira menyiap kan makanan yang sudah ia bawa ke atas meja.


sedang kan lio yang awal nya merengek ingin ketemu dengan papa nya tapi di larang oleh dira. akhir nya bermain dengan sang adik dan juga baby sister adik nya.


…………


di ruang meeteng


alex masuk ke dalam ruangan masih dengan nadlyn yang berada digendongan nya.


nandlyn yang melihat daddy nya meminta di turun kan dari gendongan uncel nya. lalu melangkah kan kaki mungil nya ke hadapan sang daddy.


lalu menyapa sang daddy dan papa ardya nya.


" hay....daddy...hay papa... " sapa nadlyn


untung nya meeting sudah selesai dan karyawan sudah kembali ke ruang mereka masing masing tinggal lah zien...ardya, robert ( asisten pribadi ardya ), monica ( sekertaris ardya ) dan bunga ( selaku sekertaris zien ).


" hay...girl " ucap zien


" hay princes... " ucap ardya


" nadlyn sama siapa ke sini sayaang ? " tanya zien dengan sang putri yang sudah duduk manis di pangkuan nya.


" sama mommy...mama dira, lio, adik arsyen dan mbak rika. " jawab nadlyn


" mama dira juga ikut sayaang " tanya ardya


gadis kecil itu mengangguk dan berkata.


" mama dira ikut karena mommy bilang jika di kantor daddy ada papa ardya juga. terus kita mau makan siang bersama " jelas nadlyn dengan suara khas anak kecil yang menggemash kan.


ardya dan zien menganggukan kepala.


" abang finno kok gak ikut juga girl " tanya zien


" kan abang finno nya tadi masih sekolah " jawab nadlyn polos


zien melihat jam tangan nya. yang menujuk kan wktu anak pertama nya pulang sekolah.


zien pun mengotak atik ponsel nya.


dan memerintah kan sang supir untuk menjeput anak pertama nya di sekolah lalu membawa nya ke kantor ini.


jarak antara kantor Bannarase dengan sekolah an sang anak tidak terlalu jauh hanya 15 menit jika tidak terjebak macet.


zien dan ardya merapikan berkas berkas nya kemudian menuju ruangan zien


sedang kan para asisten dan sekertaris masing masih masih berada di ruang meeting melanjut kan menulis laporan dari hasil meeting tadi.


………………


zien, nadlyn dan ardya sudah berada di dalam ruangan zien.


yang untung nya ruangan ini sangat luas...


para suami menyapa para istri nya lalu duduk di samping istri masing masing.


lio yang melihat papa nya menghampiri sang papa dan duduk di pangkuan papa nya seperti yang di lakukan nadlyn sekarang.


sedang kan baby arsyen yang sudah lelah bermain dengan abang nya tadi kini sendang terlelap di gendongan babay sister nya.


" waooow kita makan besar ni bro " ucap zien


" benar bro kita makan besar hari ini lihat saja meja di sini terisi penuh dengan makanan. hahahah " uca ardya tertawa


" ya sudah yuk kita makan..." ucap risha


" bentar dulu momm kita tunggu abang finno juga bentar lagi dia sampai " jelas zien


mereka semua mengangguk kan kepala bertanada setuju jika mereka menunggu ke datangan finno anak pertama zien.


risha tidak bertanya dia sudah bisa menebak jika suami nya lah yang memerintah kan supir anak nya untuk membawa sang anak yang baru pulang sekolah untuk datang kemari.


dan 10 menit berikut nya yang mereka tunggu tunggu datang juga.


akhir nya mereka pun makan siang bersama di kantor zien.


mendapat kan perintah untuk kembali ke perusahaan keluarga Ritter untuk melanjut kan pekerjaan mereka. sedang kan ardya setelah ini dia akan kembali ke rumah dengan keluarga kecil nya.


begitu pun dengan zien dia juga akan pulang bersama anak dan istri nya.


dan meminta alex selaku asisten pribadi nya untuk melanjut kan pekerja an nya.


……………………


di rumah keluarga Bannarase


setelah makan siang tadi mereka langsung pulang ke rumah masing masing.


kini setelah sampai dirumah zien, risha, finno dan nadlyn bersantai dan mengobrol ringan di ruang keluarga.


" bagaimana tadi sekolah nya bang...." tanya zien ke anak pertama nya


" mmmmm....lancar dad....tadi abang ulangan harian dapat nilai 100 dari bu guru " ucap finno memberi tahu


" wiiiih anak mommy dan daddy pintar ya...." puji risha ke anak pertama nya


finno yang mendapat kan pujian dari sang mommy tentu nya merasa senang.


" nadlyn juga pintar.... " ucap nadlyn tidak mau kalah...


" iya....pintar ngerecohin suasana " ejek finno ke adik nya.


" nadlyn enggak suka ngerecohin suana yakan myy " ucap nadlyn mencari pembelaan.


zien yang merasa sinyal sinyal perdebatan antara anak anak nya. mengalih kan pembicara an agar perdebatan kecil itu tidak terjadi.


" putri daddy sebentar lagi mau masuk sekolah ya....mau sekolah dimana sayang " tanya zien


nadlyn mengangguk semangat


" nadlyn mau sekolah yang sama dengan lio dad...boleh kan...." ucap nadlyn memelas


" tentu boleh dong...." jawab zien


nadlyn yang mendengar jawaban daddy nya bersorak gembira


" dasar lebay......suka ngikutin orang " cibik finno


" daddy........." rengek nadlyn mencari pembelaan


" sudah sudah boy ....jangan suka ledekin adik nya.." ucap zien


nadlyn yang mendapat kan pembelaan dari sang daddy tentu nya merasa menang.


risha yang melihat finno kesal. berkata


" sudah sudah kita istirahat saja. abang finno pasti capek kan pulang sekolah dan adek juga pasti lelah karena tadi main terus sama lio. " ucap risha.


finno dan nadlyn mengangguk.


finno beranjak menuju kamar nya


sedang kan nadlyn merengek minta tidur siang bersama mommy dan daddy nya.


……………………………


di rumah keluarga ritter


tidak jauh beda dengan keluarga bannarase setiba nya di rumah.. mereka akan tidur siang


di keluarga ini tida ada perdebatan seperti yang di laku kan finno dan nadlyn.


karena baby arsyen masih terlalu kecil dan belum bisa bicara...hanya bisa berceloteh khas anak bayi.


mungin jika baby arsyen sudah agak besar dan bisa bicara. pasti juga akan ada perdebatan kecil di antara mereka.


keluarga kecil itu pun tidur siang bersama di kamar utama


dengan ardya di samping kiri ranjang dan dira di samping kanan ranjang sedang kan anak anak mereka berada di tengah tengah nya.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


sampai di sini cerita kali ini


nantikan cerita selanjut nya ➡➡➡➡


terima kasih