Friendzone

Friendzone
Episode 46. undangan makan



Revan kembali ke tenda dengan sedikit kelelahan, melihat ke dalam tenda mendapati Vian dengan wajah polosnya tengah menyantap makan siang yang telah di siapkan Ferre dan Ara.


" pantesan dicariin udah gak ada rupanya disini" Revan ikut gabung dengan Vian.


" makan dulu sini, nih cobain masakan calon masa depan kita..." Vian sedikit berbisik lalu tersenyum.


" em... hayo..." Revan sedikit menggoda Vian bukan tampa alasan karena ucapan Vian tentang calon masa depan.


" apaan sih... serius amat" Vian menggaruk belakang kepala walaupun tidak terasa gatal.


" gua ngerti maksud lu bro..." Revan tersenyum dengan mengangkat satu alisnya.


" udah makan nih, makan yang banyak biar cepat kenyang..." ucap Vian lalu menyendok nasi untuk Revan.


" oh yah, hampir lupa gua" sore ini kita mau ke mana lagi.


" jalan jalan yuk gua mau ke bukit sebelah sana" usul Ara sambil menunjuk bukit yang tampak tidak terlalu jauh dengan lokasi mereka.


" gak ah capek, gua sore ini mau mandi aja, disini kan ada air terjun jadi gue mau sekalian main air juga. udah lama ni gak berendam" ujar Revan.


" nah gue juga mau main air, udah lama ni " Vian setuju dengan ide Revan pedahal ia juga menyetujui usulan Ara tetapi tampak nya cuaca kini telah sedikit demi sedikit mulai mendung takut nya akan turun hujan.


" yah udah gua ikut kalian aja, gimana Ferro" Ara mengalah dan meminta pendapat Ferro yang sedari tadi hanya sedikit bicara.


" Auh... gua ikut ikut aja" Ucap Ferro sedikit tak bersemangat. entah apa yang membuat nya kini jadi lemas tak bersemangat.


Revan dan Vian setelah kenyang mengisi perut kini mereka berdua terlelap tertidur, sedangkan Ara dan Ferro hanya duduk bergosip entah apa yang dibicarakan.


menjelang malam kini Revan dan teman teman berjalan pulang ke Tenda dengan menapaki jalan setapak dari arah air terjun setelah mandi.


Revan dan Vian bertugas membawa jerigen berisi air dengan berat 10 kg dengan masing-masing kiri kanan.


sedangkan Ara membawa peralatan masak dan Ferro membawakan ember berisi pakaian basah mereka.


malam telah tiba kini waktu menunjukkan pukul 18:21 menit, Revan di bantu Vian kini telah selesai memasak nasi goreng. mereka juga tengah menyelesaikan panggang ikan, ayam, serta sosis yang telah mereka persiapkan dari Rumah.


mereka berkumpul di dalam tenda karena cuaca di luar sedang angin cukup kencang pertanda seperti nya akan turun hujan.


Revan sekali kali ngelawak membuat Ferro tertawa lepas, sedang kan Vian dan Ara tampa disadari mereka tersenyum saling lirik lirikan.


Dari arah luar terdengar langkah kaki yang semakin mendekat, Ferro dan Ara saling peluk karena seseorang yang mendekat tersebut tidak berbicara den Hanya langkah kaki saja yang terdengar dengan sedikit berisik.


" permisi..." terdengar suara perempuan dengan nada sedikit halus.


Revan yang sedikit familiar dengan suara tersebut langsung membukakan tenda nya, hingga tampak seseorang perempuan yang begitu cantik dan imut dengan mengenakan baju tidur bergambar Doraemon dengan di lapisi sweater hitam dengan celana tidur Doraemon yang selutut hingga tampak kaki jenjangnya yang begitu putih.


" permisi ada undangan makan buat Revan dan teman teman" ucap Deva.


" hah.. em..." Revan gugup lalu menatap ke arah yang lain seakan meminta pendapat.


Ferro menolak dengan berbisik kepada Ara sedangkan Vian mendesak Ara demi mempererat tali persaudaraan. dengan mendapatkan lebih banyak teman pasti suasana camping semakin seru dan meriah.


Saat Ara memberi kode kepada Revan sepertinya Revan juga setuju, jadi karena Vian dan Revan setuju Ara pun tak egois dan menyetujui ajakan makan malam.


" kenapa mengundang kami untuk ikut makan malam bersama kalian" ucap Ara walaupun sudah setuju.


" em... itu.. aku cuma di perintahkan Kriss untuk mengajak Revan dan teman teman sebagai ucapan terima kasih telah membantu kami membangun tenda tadi siang" alasan dari Deva cukup logis dan memang betul Kriss lah yang memerintahkan Deva dengan harap Revan dan teman teman mau menerima tawaran tersebut.


Ara mendengar jawaban yang cukup masuk akal pun tidak bisa menolak," ok kembali lah terlebih dahulu.. kami pasti menyusul" ucap Ara.


" ok kami tunggu.. terima kasih" Deva tersenyum lalu kembali ke tenda nya.


" Ara kok mau sih terima gitu aja ajakan mereka" protes Ferro.


" he he he sorry gua juga bingung mau jawab apa, mereka kan cuma mengundang makanan malam itupun sebagai ucapan terima kasih" jawab Ara.


" tapikan-" Ferro pun tak tau berasalan apa lagi karena memang dia juga yang menyuruh Revan dan Vian membantu kelompok Kriss tersebut.


" udah ayok mereka pasti udah nungguin kita" ujar Ara lagi.


Mereka pun bangkit dan membawa nasi goreng yang telah di masak Revan serta beberapa ayam panggang sekedar buah tangan berkunjung ke tempat orang.


Ferro melangkah ogah ogahan entah apa yang di pikiran nya sepertinya ia kurang bersemangat lantaran kedekatan Revan dengan salah satu kelompok Kriss.


" permisi" Ara terlebih dahulu menyapa.


" hei.. sini masuk" Kriss begitu antusiasnya.


Mereka semua pun masuk duduk melingkar Revan bertepatan duduk diantara wanita yang tampak tak kalah cantik nya.


Revan duduk di tengah dengan Ferre disisi kanan serta Deva di sisi kirinya, hingga berhasil membuat Revan canggung lataran Ferro dan Deva sepertinya sama sama diam.


" mari mari silahkan makan..." Kriss yang tampak bersahabat dengan siapapun menawarkan untuk segera mulai makan malam nya.


" sebelum itu mari kita berdoa dulu menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing" Ucap Kriss lalu berdoa diikuti teman teman yang lain.


Setelah selesai berdoa Mereka pun makan bersama, Ara membagikan nasi goreng serta ayam nya ke teman temannya.


Mereka semua tampak sangat menikmati acara makan malam tersebut, dengan di selingi canda tawa sehingga membuat suasana sedikit mencair ceria.