Friendzone

Friendzone
Bab. 18



sebelum makan malam zien dan keluarga kecil nya berkumpul di ruang keluarga.


tepat saat mereka sedang seruh bergurau.. alex yang keluar dari kamar nya di rumah Bannarase melangkah kaki nya bergabung dengan keluarga kecil abang nya.


" uncleeee....." teriak nadlyn lalu berlari menghampiri sang uncle.


alex berjongkok merentang kan tangan nya untuk menyambut pelukan dari ponakan kecil nya.


" hay.....sayang.....lain kali gak boleh lari lari ya....nanti kalau jatuh gimana...." ucap alex


" kalau jatuh ...yah...sakit uncle..." jawab nadlyn polos...


alex menepuk kening nya atas jawaban sang ponakan.


" kalau nadlyn tahu jika jatuh itu sakit....terus kenapa keponakan uncle yang cantik ini suka lari lari.... " tanya alex..


nadlyn hanya memberikan cengiran sebagai jawaban. terus menggendong sang keponakan menuju anggota keluarga berkumpul.


alex pun menyapa abang dan mbak ipar nya.dan bermain dengan keponakan keponakan nya.


ya alex diminta khusus oleh keponakan nya untuk bermalam di rumah Bannarase karena mereka kangen dengan uncle nya yang sudah jarang nginap di rumah ini.


" gimana kondisi kantor tadi setelah abang pulang " tanya zien


" lancar bang...berkas berkas yang belum abang tanda tangani juga sudah aku taruh di ruang kerja abang nanti abang bisa cek lagi " ucap alex


" makasih ya lex.." ucap zien


" sama sama bang " jawab alex


" dekat sama cewek mana sekarang lex...." tanya risha


" ini lagi dekat dengan gadis dari keluarga bannarase " ucap alex asal dengan nadlyn yang tidak mau jauh dari alex


" mbak kamu tanya serius loh...lex " beritahu zien..


" hahaha maaf mbk....mas.....belum dekat sama cewek mana pun mbak...mungkin cewek cewek pada enggak mau sama alex " ucap alex


" jangan ngomong gitu... mungkin kamu nya aja yang terlalu cuek ke cewek cewek....kamu ganteng ...mapan...pinter..jago bela diri juga masa' cewek cewek pada gak mau... " ucap risha.


alex hanya tersenyum mendengar jawaban mbak ipar nya


" kamu bilang apa barusan mom.....alex ganteng.......masih gantengan daddy kali mom.. " ucap zien dengan percaya diri nya


risha mencibikan bibir nya mendengar pengakuan suami nya yang narsis. risha mengabaikan ucapan suami nya..


risha mengarah kan pandangan mata nya dimana anak anak nya yang bermain dan bergurau dengan uncle nya dengan begitu gembira


risha bisa melihat jika anak anak nya begitu dekat dan begitu menyayangi alex, begitu pun juga dengan alex yang sangat menyayangi finno dan nadlyn selayak nya anak sendiri.


zien yang melihat pemandangan itu begitu bahagai dan terharu..meskipun alex tidak ada ikatan darah dengn keluarga nya. keputusan papa zien dulu begitu tepat dengan mengangkat alex sebagai anak nya.


zien juga berhutang budi kepada alex.


karena alex sudah menyelamat kan nyawa papa nya.


alex yang merasa di perhatikan oleh abang dan mbak nya bertanya....


" ada apa bang mbak.....kok ngelihatin aku terus.... " tanya alex


risha dan zien saling pandang dan tersenyum lalu zien dan risha berkata.


" terima kasih " ucap zien dan risha


alex bingung kenapa abang dan mbak nya mengucap kan terima kasih memang alex sudah melaku kan hal apa...


" untuk apa....." tanya alex


" sudah melindungi, menjaga dan menyayangi finno dan nadlyn dengan begitu tulus " ucap risha


" terima kasih sudah menyelamat kan papa terima kasih juga karena kamu sudah menyayangi anak anak abang " ucap zien


" abang dan mbak tidak perlu berterima kasih. yang harus nya berterima kasih di sini adalah alex. karena alex beruntung bisa jadi anggota keluarga Bannarase, alex sangat sangat bersyukur. alex berterima kasih pada papa mama abang dan mbak risha karena sudah menganggap alex sebagai anak dan adik sendiri yang begitu kalian perhatikan pengertian dan begitu menyayangi alex. " ucap alex panjag lebar


suasana yang tadi nya penuh canda tawa kini menjadi melow karena obrolan ke tiga orang itu. finno dan nadlyn saling pandang melihat mommy daddy dan uncle nya menjadi melow.


" mommy...daddy dan uncle gak sedih sayang..justru kita bahagia dan bersyukur karena kita saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain " ucap risha


" beneran...... " tanya nadlyn...melihat daddy mommy dan uncle nya.


tiga orang dewasa itu pun mengangguk dan tersenyum. mereka semua pun melanjut kan obrolan dan bermain nya.


sampai bi nani menghampiri mereka dan berkata jika makan malam sudah siap.


setelah mendengan jawaban majikan nya..bi nani pun permisi ke belakang kembali.


sedang kan zien...risha...alex...finno dan juga nadlyn berdiri dan melangkah menuju ruang makan.


sesampai nya di ruang makan ada saja keributan dari dua bocah kecil ini siapa lagi kalau bukan finno dan nadlyn. finno yang jail yang suka menggoda adik nya. dan nadlyn yang cerewet....manja dan banyak tingkah nya itu...sampai membuat 3 orang dewasa itu geleng geleng kepala di buat nya.


" uncle...uncle...." panggil nadlyn dengan muka menggemash kan nya


" ada apa sayang.... " tanya alex.


" nadlyn mau di suapin uncle makan nya...." ucap nadlyn memelas


" dasar manja....makan sendiri...kan punya tangan " ucap finno sewot


nadlyn menghiraukan ucapan abang nya dan bertanya kembali


" boleh kan ...uncle...." rengek nadlyn


" girl..makan sendiri ya...kasih an uncle nya....uncle alex kan juga lapar sama seperti nadlyn. " ucap zien memberi pengertian...dan risha menganguk bertanda setuju dengan ucapan suami nya


" gak papa bang....mungkin nadlyn lagi mode manja nya ke aku.....kita kan sudah lama gak makan bersama seperti ini " ucap alex.


" iya... siapa suruh kamu gak mau tinggal bareng kita " ucap zien sewot


karena setiap zien menyaran kan alex untuk tinggal bersama nya selalu saja menolak dengan alasan alasan nya.


" bukan nya gk mau bang...." kilah alex


" terus apa...." ucap zien


" sudah sudah kita makan dulu... nanti kita bahas lagi setelah makan. " lerai risha


akhir nya mereka menghenti kan obrolan nya dan menikmati makananya dengan hening. dan tidak lupa untuk alex menyuapi...princess kecil nya.


………


diruang keluarga zien...risha dan alex...mengobrol kembali...melanjut kan pembicaraan mereka di meja makan tadi.


sedangkan finno mengerjakan tugas sekolah nya dan sesekali bertanya jika dia tidak mengerti.


dan untuk nadlyn duduk di pangkua alex memain kan game di ponsel alex.


ya....hari ini. anak bungsu dari zien dan risha itu enggan untuk berjauhan dengan uncle nya...mungkin nadlyn sudah terlalu kangen atau memang dasar nya nadlyn yang begitu manja..


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


terima kasih sudah meluang kan waktu nya untuk membaca karya author ini.


jangan lupa dukungan nya dengan cara


like


koment


vote


dan tambah kan menjadi karya favorit raeder semua.


NB :


...**** SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA ****...


dan selamat bernyate riya......🍡🍢🍡🍢🍡


🐐🐴