
1 tahun berlalu
kini dua bocah kecil itu sudah mulai sekolah.
ya, lio dan nadlyn kini ber sekolah.
dan sekolah yang sama dengan abang nya yaitu finno.
pagi ini di sambut antusias oleh nadlyn. pagi pagi sekali bocah itu sudah membangun kan sang mommy.
" mommy mommy wake up... " ucap nadlyn berdiri di ranjang empuk mommy dan daddy nya lalu melompat lompat agar mommy nya bangun
sedang kan sang daddy yang ter ganggu tidur nya mengesah panjang. atas tingkah putri nya. ia pun berdiri dan pindah ke sofa untuk melanjut kan tidur nya. membiar kan putri nya itu di tangani oleh sang mommy.
" mommy.....banguuun...nanti nadlyn telat masuk sekolah nya " ucap nadlyn gamash karena sang mommy tak kunjung bangun dan sang daddy malah pindah ke sofa untuk melanjut kan tidur nya.
nadlyn pun dengan semangat melompat lompat di atas ranjang mommy nya.
risha pun terpaksa bangun karena ulah putri nya.
" jam berapa sekarang sayang.. " ucap risha dengan masih memejam kan mata nya.
nadlyn yang tak menjawab pertanya an mommy nya justru menggoncang tubung sang mommy agar membuka mata nya.
" ayo my.. bangun nadlyn mau siap siap berangkat sekolah " ucap nadlyn lagi.
risha pun membuka mata nya dan mengarah kan pandangan nya ke jam yang bertengger kokoh di dinding kamar nya.
sontak saja risha melotot kan mata nya melihat jam dinding yang masih menunjukan pukul 05.00 dini hari. kenapa jam segini sang putri sudah membikin heboh.
padahal risha baru saja terlelap pukul 3 pagi karena ulah sang daddy.
risha pun menarik putri nya dengan lembut untuk duduk berhadapan dengan nya dan risha pun berkata.
" sayaaa...putri mommy yang cantik...yang pinter...yang menggemash kan..sekarang masih pukul 5 pagi..nadlyn masuk sekolah nya nanti pukul 7. kenapa jam segini sudah bangun dan minta bersiap siap.... " ucap risha gemash dengan ulah putri nya yang mengganggu tidur nya
risha mengalih kan pandangan nya mencari suami nya yang tidak ada di ranjang. dan malah kembali tidur di sofa. risha geram dengan suami nya. " awas...kamu dad..." ucap risha dalam hati.
" tapi nadlyn ingin siap siap sekarang my...supaya nanti nadlyn tidak telat masuk sekolah nya. " ucap nadlyn masih kekeh dengan ke inginan nya.
" sayang dengar kan mommy...jika nadlyn bersiap siap sekarang nanti nadlyn di sekolah tidak harum lagi terus baju nya lecek semua. mending sekarang tidur lagi gimana.....sini tidur sama mommy.. nanti mommy bangunin untuk bersiap siap berangkat ke sekolah. " bujuk risha.
karena jujur risha masih ngantuk dan ingin melanjut kan tidur nya lagi seperti sang suami.
nadlyn pun mengangguk...dengan patuh ia merebah kan tubuh nya di samping sang mommy lalu memeluk sang mommy karena sebenar nya nadlyn juga masih merasa kan kantuk....
sebelum memejam kan mata nadlyn berkata
" mommy harus bangunin nadlyn ya....nadlyn enggak mau telat sekolah nya... " ucap tegas nadlyn
" ok sayang... ini mommy sudah pasang alarm di ponsel mommy. supaya kita tidak telat bangun nya. " ucap risha menjuk kan ponsel nya ke hadapan sang putri.
nadlyn dan risha pun melanjut kan tidur mereka dengan ber pelukan.
…………
pukul 6.15 gadis kecil itu sudah cantik dan menggemash kan dengan seragam sekolah nya. membuat siapa saja yang melihat merasa gemash dan ingin mencubit nya.
alex yang baru saja keluar dari kamar nya ter pesona dengan gadis kecil di hadapan nya, alex menghampiri keponakan nya dan menyetara kan tubuh nya agar bisa memandang sang ke ponakan yang menggemash kan ini.
ya alex kini... tinggal satu rumah dengan keluarga bannarase dan meninggal kan apartement nya. atas rengekan sang princess kecil nya....siapa lagi kalau bukan NADLYN QUEENESYAH BANNARASE putri dari pasangan risha dan zien.
" hallo princess.... " ucap alex menyapa sang keponakan
" hallo uncel......nadlyn mau sekolah loooh....nadlyn..udah cantik kan.. " ucap centil dari nadlyn
alex yang baru akan menjawab ucapan nadlyn terhenti karena keponakan pertama nya menyele ucapan nya.
" iya....cantik kayak badut badut di ancol " ucap jail finno
nadlyn...yang mendengar ledekan dari abang nya. seketika menangis dan memeluk sang uncle.
" dont cry princess...nanti cantik nya hilang looh... abang finno hanya bercanda...." ucap alex menenang kan keponakan cantik nya.
alex mengarah kan pandangan nya kepada keponakan laki laki nya yang sangat hobby membuat adik nya menangis.
finno yang mengerti tatapan sang uncle lalu berucap.
" sorry uncle... sorry dek....tapi memang adek cantik kayak badut badut di ancol. hahhaha " ucap finno yang semakin membuat adik nya menangis dengan kencang lalu finno berlari menuju ruang makan.
" dont cry sayang....cup cup cup " alex kembali menenangkan keponakan nya.
" kenapa nadlyn lex " ucap risaha dan zien
" biasa bang...mbak....ulah anak pertama abang zien dan mbak risha. " ucap alex.
zien dan risha mengangguk paham siapa lagi yang suka membuat putri kecil nya menangis jika bukan ulah jail dari anak pertama nya.
risha menyerah kan sang putri ke pada sang suami untuk membujuk agar putri nya tidak menangis lagi sedang kan risha menuju ke ruang makan untuk menyiap kan makanan.
zien melangkah menghampiri sang putri dan alex. lalu membawa sang putri ke gendongan nya. sedang kan alex melangkah ke ruang makan dan membiar kan sang abang untuk menenang kan keponakan cantik nya.
" stop sayang nangis nya...nanti cantik nya hilang terus seragam sekolah nya basah gimana....? " ucap zien masih dengan menggendong putri nya menuju ruang makan
" abang finno jahat dad....abang finno katain nadlyn seperti badut badut di ancol. hiks hiks " ucap nadlyn dengan terisak.
" abang finno bercanda sayang....siapa bilang putri daddy yang cantik ini seperti badut di ancol.... biar daddy hukum nanti. " ucap zien
" itu tadi abang finno yang bilang...daddy harus hukum abang finno ya... " ucap nadlyn memelas dan menghapus sisa air mata nya
" oke nanti daddy hukum abang finno nya. jadi nadlyn gak boleh nangis dan sedih lagi ya..kan harus tersenyum dan semangat karena mau sekolah.. dengan lio juga kan... " ucap zien yang sudah berada di ruang makan dan mendudukan sang putri di sebelah finno
" oke daddy...tapi sekarang daddy harus kasih hukuman dulu buat abang finno. " ucap nadlyn mengingat kan sang daddy.
" abang finno jika tidak mau di hukum oleh daddy harus minta maaf dulu le adik kamu sayang.. " ucap risha.
" gak mau kan nadlyn memang kayak badut ancol. wleeeek " ejek finno
tiga orang dewasa di situ hanya mengesah dan menggeleng kan kepala. melihat 2 bocah ini yang tida pernah akur.
zien yang melihat putri nya menangis lagi berucap tegas
" stop boy... daddy potong uang jajan abang finno dan daddy cancel mainan yang sudah daddy pesan buat abang finno. " ucap zien
mendengar hukuman yang daddy nya berikan finno pun meminta maaf ke adik nya.
" NO...dad... oke abang akan minta maaf " ucap finno
finno pun berdiri dan melangkah ke kesamping adik nya.
" dek.....abang finno minta maaf ya...abang finno cuma bercanda....nadlyn cantik kok....seprti princess...kesukaan adek... maafin abang ya dek " ucap finno meminta maaf dan menjukur kan kelingking nya ke hadapan sang adik tanda berdamai.
nadlyn yang baik hati mendengar ucapan maaf dari abang nya pun mengangguk memaaf kan dan mengait kan jari kelingking nya dengan jari kelingking sang abang.
" oke nadlyn maafin abang " ucap nadlyn
finno dan nadlyn pun berpelukan dan terakhir finno mengecup kening sang adik. finno merasa keterlaluan menjaili adik nya sehingga membuat adik nya menangis dan mengakibat kan mata adik nya membengkak karena habis menangis.
mereka yang berada di ruang makan tersenyum dan terharu melihat perilalu adik dan abang barusan.
" oke semua nya sudah selesai. sekarang kita makan agar abang dan adik tidak telat masuk sekolah nya. " ucap zien
" oke dad " jawab nadlyn dan finno
mereka pun makan dengan tenang. setelah makan pagi selesai mereka pun ber pisah untuk melakukakn aktivitas masing masing.
zien dan alex satu mobil menuju kantor Bannarase. sedang kan risha nadlyn dan finno satu mobil menuju ke sekolah.
sebelum itu.. risha akan menjemput anak dari sahabat nya sekaligus sahabat dari anak nya.
karena dira tidak bisa menemani lio masuk sekolah di hari pertama nya. di karena kan baby arsyen yang demam dan rewel sejak tadi malam.
bahkan ardya pun sampai izin untuk mangkir dari kantor nya. dan menyerah kan semua nya kepada asisten pribadi nya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
terima kasih yang sudah membaca karya author
jangan lupa dukungan nya ya... dengan cara
like
koment
vote
+ favorit
terima kasih...
nanti kan kisah selanjut nya.....