Friendzone

Friendzone
Episode. 24. Mustahil Tapi Nyata



"Dimana ini?" Olive merasakan pusing dan pening di kepalanya. Ia baru saja bermimpi buruk. Tubuhnya seakan remuk dan dingin.


"S-sungai?" Olive melihat sekeliling. Ia berada di sungai.


Olive mendudukan dirinya diatas batu sungai. Ia meregangkan tubuhnya mencari energi. Bukankah ia tenggelam di danau? Kenapa tiba tiba ada di sungai?


"Gilak, kenapa gue tiba tiba ada di sungai? Bukannya tenggelam di danau ya?" Tanya Olive pada dirinya sendiri yang sangat lemas.


Terlihat banyak sekali lebam di tubuhnya, mungkin dirinya terbawa arus atau apa Olive pun tak tahu.


"Gue harus cari teman teman dan bilang kalau gue baik baik saja, mereka pasti khawatir," Olive terlatih berjalan pergi dari sungai.


"Ahk!!" Sakit, sesuatu menancap di telapak kakinya. Olive melihat dan ternyata sebuah cangkang keong tak sengaja ia injak.


"Kenapa akhir akhir ini kesialan datang terus sih!" Gumam Olive mencabut serpihan cangkang keong itu.


"WAIT!" Batin Olive.


"A-apa ini?" Olive baru sadar dengan apa yang ia balut pada tubuhnya. Baju kuno putih polos berbentuk dress.


"Sial! Pasti ada orang yang sengaja ganti pakaian gue!" Olive semakin bingung dan kesal. Ia sangat malu.


***


Jalan jalan setapak Olive lewati, jalan yang masih basah dam lembab gadis itu injak, ia merasakan hawa sejuk dari tanah yang masih asri.


Ia berjalan ditengah hutan, ia merasa hutan ini bukan lah hutan yang ia lewati sebelumnya. Banyak penanda jalan juga disekitarnya.


"Ada orang?" Olive melihat sesuatu berjalan di depannya. Seperti pria paruh baya dan seorang anak kecil perempuan.


Mereka berdua sedang berbicara. Oh tidak, sepertinya bukan hanya mereka tapi mulai banyak orang berlalu lalang saat Olive semakin dekat berjalan ke arah gerbang.


"Apa ini?" Tanya Olive kebingungan. Kaki nya semakin lemas tatkala ia kebingungan membaca tulisan yang tertera diatas spanduk kayu.


"Apa itu tulisan kuno? Sepertinya iya. Jadi gue ada di mana sebenarnya?" monolognya.


"Hallo nonna, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seseorang disampingnya.


Perempuan berusia 14 tahun menatapnya dengan heran, "Kamu siapa?" Tanya Olive menatapnya.


"Saya warga disini, saya lihat nona bukan berasa dari sini. Apa nona … Maaf, maksud saya apa nona korban pencurian? Karena nonna tampak lusuh dan tidak memakai alas kaki," jelasnya.


"Ini tahun berapa?" tanya Olive kembali menghiraukan pertanyaan gadis itu.


"A-apa?" Olive menatap sekelilingnya. Apa ia terjebak dalam masa lalu. Itu tidak mungkin. Tapi, melihat sekitar, sepertinya ia.


"Tidak mungkin, gue kejebak di masa lalu? Apa ini cuman ilusi?" Ucapnya. Gadis disampingnya merasa heran dengan seseorang di hadapannya.


"Kalau begitu saya permisi nonna," pamitnya.


Olive menatap kepergiannya. Ia merasa aneh dengan dunia. Kenapa harus menyiksanya sampai seperti ini. Ia hanya ingin hidup bahagia seperti orang orang bukan nya terjebak diantara orang orang aneh di sekelilingnya.


"Tidak hiks ..." Olive mulai merasa tidak nyaman.


Ia menangis. Orang orang disekelilingnya menatap bingung padanya. Ia menjadi pusat perhatian dan segeralah ia pergi dari situ.


Ia kini berada di sebuah pasar. Aneh, pakaian mereka tampak kuno. Lagi pula mana mungkin ada orang yang memberi kejutan ulang tahun sampai seperti ini, lagi pula ulang tahunnya masih lama, sekitar 5 bulan lagi.


Suara bising menggema di tempat itu, semuanya tampak bahagia. Dari anak anak kecil yang berlari, gadis gadis yang sedang bercanda gurau di pinggiran rumah hingga pedagang pedagang yang mempromosikan barang jualannya.


"Kalau seperti ini, gue harus gimana?" Lirihnya.


"Kakak!" Olive menunduk melihat siapa yang menarik narik pakaiannya.


Seorang anak laki laki dengan senyuman yang manis. Wajahnya kuning langsat dan matanya yang bulat berwarna coklat terang membuat Olive tak bisa menolak untuk tersenyum. Segera Olive berjongkok di depan anak kecil tersebut.


"Kakak ..." Sebutnya menatap Olive.


"Ada apa adik kecil?" Tanya Llive mengusap pelan kepalanya.


"Ini ada surat untuk kakak," anak kecil tersebut memberikan sebuah kertas yang terbuat dari kulit hewan yang dikeringkan.


"Dari siapa?" Tanya Olive.


Anak kecil itu menunjuk ke sebuah arah, tapi Olive tidak bisa menebak siapa orangnya dikarenakan terlalu banyak orang berlalu lalang.


"Terimakasih," ucap Olive lalu anak kecil tersebut mengangguk dan pergi.


Olive kembali berdiri dan membuka kertas itu. Wajah yang awalnya sayu kini berubah bingung.


'Kamu sedang dalam bahaya, segera pergi ke gedung megang dan klasik. Disana ada jalan keluar, cepat pergi sebelum orang orang menyadari keberadaanmu disana,'


"Apa? Maksudnya apa kirim surat beginian?" Olive hendak merobek kertas itu tapi niatnya itu segera ia diurungkan. Siapa tahu ini akan berguna nanti.


"Tidak, kertas ini adalah jalan satu satunya agar gue bisa kembali ke dunia sebelumnya. Gak pernah gue sangka gue bakalan ada di dunia yang aneh," keluh Olive mengantongi kertas itu.