Friendzone

Friendzone
Episode 36. Pengumuman libur semester ganjil



Hari demi hari berlalu dan ulangan semester ganjil telah selesai dilaksanakan tiba saatnya sekolah akan mengumumkan liburan semester ganjil.


Ferro berencana ingin mengajak kedua orangtuanya untuk liburan di kampung halaman Mama nya. mengunjungi kakek dan neneknya di sana.


Lili Mama nya Ferro mengajak Revan ikut serta namun Revan hanya tersenyum dan untuk mikir mikir dulu karena ia seperti tidak dapat ikut dengan alasan banyak kegiatan bersama teman teman nya.


Disekolah Ferro mengajak Ara untuk ikut serta untuk liburan ke kampung halaman Kakek dan Neneknya di kampung.


secara kebetulan Tasya bersama mereka Ferro pun ikut mengajak Tasya agar lebih Rame.


" Tasya ikut yah, kamu kan gak ada kegiatan juga orang tua lo juga sibuk kerja kan, dari pada gak ada buat juga di rumah mending ikut gua sama Ara " ajak Ferro.


" benar juga sih, ajak cowok juga dong biar lebih seru " usul Tasya.


" setuju...! tapi siapa yah " Ara mikir.


" gimana Aslan, tadi gua sempet denger dia pengen liburan cuman gak tau mau ke mana...!" ucap Tasya.


" seriusan...! " Ara bersemangat.


" iya... tadi pas gua denger pas dia lagi di tanyain sama Anak-anak lain " jelas Tasya.


" gimana Fer... Lo setuju kan...? " tanya Ara.


" Ok tapi lu yang ajak... dan satu lagi jangan bawa-bawa nama gua malu tau " Ferro malu.


" beres.. tenang aja " Ara bersemangat.


mereka bertiga larut dalam obral membahas apa saja yang akan mereka lakukan selama liburan di kampung, sambil bersantai di bawah pohon yang rimbun di bangku taman sekolah dengan menikmati berbagai Snack dan tiga botol teh pucuk yang dingin.


" hai...!"


terdengar suara dari arah samping dan mendekat, mereka bertiga serempak menoleh ke arah sumber suara tersebut.


" hai Rio..." Ara gemes.


" hai..." Ferro dan Tasya serempak.


" lagi bahas apa, kok pada semangat..?" tanya Rio lalu duduk di sebelah Ara.


mereka duduk bersisian Rio, Ara, Ferro dan Tasya.


" ini kami bertiga mau liburan, Rio mau gabung...?" ajak Ara.


" liburan kemana.." tanya Rio.


" kami bertiga rencana mau liburan di kampung halaman Kakek dan Nenek nya Ferro " jelas Ara.


" wah pasti seru tuh, ok deh gua ikut.." Rio bersemangat.


Rio sebenarnya setuju bukan karena liburannya tapi yang lebih penting karena di situ ada Ferro jadi dia pasti setuju.


di antara siswi siswi di sekolah Ferro merupakan salah satu siswi tercantik dan imut disekolah tersebut. banyak siswa yang ingin pacaran dengan nya tapi selalu gagal Pdkt karena ada dalang di balik semua kegagalan itu.


Mereka terus ngobrol santai hari ini jam pelajaran di tiadakan karena sekolah telah menyelesaikan ulangan semester ganjil dan hanya ada beberapa kegiatan perlombaan serta ulangan remedial bagi siswa siswi yang tidak tuntas dalam mata pelajaran.


" berisik... suara teriakan Lo itu bencana tau gak..." kesal Ara.


" Lo ngapain disini..." Vian lalu duduk dengan paksa di tengah tengah Rio dan Ara.


" apaan sih Vian... Lo bau ih keringatan jauh jauh ih...!" Ara merengek tetapi tidak bisa menghindar keren posisi nya di tengah berusaha untuk bangkit tapi di tahan oleh Vian.


" Fer haus..." tanpa respon Revan mengambil teh pucuk di tangan Ferro lalu meneguk botol bekas Ferro.


" Revan ih bekas gua..." teriak Ferro.


" mana gua tau... gua haus..." jawab Revan enteng dan tersenyum dalam hati.


" ih Revan..." Ferro duduk sebal.


" nih gua balikin" Revan menyodorkan minumannya kembali.


" ogah bekas lu..." Ferro cemberut.


" yah udah..." Revan tersenyum.


" ah so sweet bekas bibir ketemu bekas bibir jadi secara langsung kalian ciuman...! ucap Tasya.


" enggak...!" Revan dan Ferro reflek jawab serempak.


mereka semua terkejut Revan dan Ferro saling pandang lalu saling buang muka.


Rio yang mendengar ucapan Tasya jadi menahan emosi, tapi berusaha tetap tenang dan jadi tidak banyak bicara.


suasana sunyi sejenak lalu Revan dengan santai membuka baju nya yang sudah basah oleh keringat.


" panas... " Revan duduk dan bersandar di kaki Ferro.


" Revan ih jorok... bau ih keringat kamu Revan..." Ferro berusaha mendorong pundak Revan dari laki nya.


" apaan sih Ferro gua capek" Revan bangun karena terus diomelin Ferro serta didorong bahunya.


" ini taman sekolah Revan bukan rumah buka baju lagi, Ra Tasya yu ke kelas ada cowok stres yuk lari " desak Ferro.


mereka bertiga pergi menjauh Revan dan Kawan-kawan tertawa puas telah menjahili cewek cewek tersebut.


Rio yang risih pun ikut pergi menjauh dengan raut wajah yang menahan emosi karena Revan dan teman teman nya datang merusak suasana.


sebelum pulang sekolah semua siswa siswi di kumpulkan di lapangan sekolah karena kepala sekolah akan mengumumkan tentang liburan sekolah setelah itu mereka di suruh masuk ke kelas masing masing karena pembagian raport dilakukan di dalam kelas.


peringkat pertama jatuh kepada Ferro sedangkan seperti biasa Revan peringkat ke 27 dari 30 siswa.


Revan tidak kaget sama sekali karena itu merupakan bukan kali pertamanya hampir di setiap semester ia duduk di peringkat tersebut.


di sepanjang perjalanan pulang Ferro terus mengomel tentang peringkat yang di peroleh Revan.


Revan hanya menjadi pendengar setia dari ocehan Ferro, di benak Revan Udah Miri mama gua aja.