Friendzone

Friendzone
Episode 64. kenalan baru



Kegelapan pagi mulai berangsur menghilang kini embun pagi menyelimuti jalanan, matahari belum menampakkan wajahnya kini waktu menunjukkan pukul 05:45.


Revan terjaga fokus menyetir,Vian yang sebenarnya masih ngantuk harus menahan mata lantaran Revan sering menganggu nya saat ia mulai terpejam.


Ferro dan Ara membawa guling setelah berangkat dari rumah mereka kembali tertidur di kursi belakang.


Jalan masih belum terlalu ramai sekali kali mereka menemukan beberapa kendaraan lewat dan beberapa pejalan kaki penduduk sekitar sedang beraktivitas.


Di persimpangan jalan tanah Revan sedikit mengurangi kecepatan lantaran beberapa titik jalan lumayan rusak saat menuju danau.


" Ian, umpan pancing udah lu bawa kan? "


Revan sekali kali menoleh ke arah Vian yang menahan kantuk.


" aman!! tapi ngapain sih kita repot repot mancing. Kan bisa kita siapin dari rumah"


Vian sedikit mengeluh lantaran masih mager, ia menyandarkan diri dengan mata enggan terbuka.


" ye.. Entar juga Lo ketagihan.!! "


Revan kembali fokus ke depan, suara kicauan burung burung menghiasi suasana di hutan yang masih asri.


Matahari perlahan menampakkan diri, Revan dan rombongan baru saja sampai di tepi danau yang begitu indah dan asri.


" bangun bangun dasar pemalas!!"


Revan menjewer pipi Ferro, Ara yang di sebelahnya pun ikut membukakan mata.


" Revan!!! ganggu aja masih pagi kali "


Rengek Ferro dengan malas.


" Ferro... Bangun udah sampe "


Ara yang sudah terbangun lalu menarik Ferro keluar.


" ARA!!! "


Mereka berempat berdiri di pinggir danau embun yang dingin sedikit menembus kulit hingga tangan mereka beberapa kali mengelus lengan yang terasa dingin.


Tampa mereka sadari tak terlalu jauh dari mobil mereka sudah , terlebih dahulu ada dua buah tenda berukuran sedang berdiri.


Dan ada bara api yang masih mengeluarkan asap dengan beberapa potong kayu berukuran cukup besar.


" Rev!! "


Ferro menunjuk ke arah tenda tersebut, sontak yang lain ikut menoleh.


" yah gak jadi-"


" gak jadi apaan? "


Ara menyiku perut Vian dengan tatapan penuh selidik.


" AHkk..!! "


Vian memegang perutnya " kejam!! "


" yah sudah lah, yuk kita bangun tenda di sini aja. Tapi ingat jangan terlalu berisik ntar yang di seberang bangunan "


Revan tampak tak terlalu memikirkan nya, ia seperti nya tidak takut lantaran di jemuran yang tak jauh dari tenda terdapat beberapa baju selain pria ada juga baju wanita.


Jadi ia berfikir pasti itu para Remaja yang sedang camping sama seperti mereka.


Kini waktu menunjukkan pukul 07: 50 pagi Beberapa orang yang di tenda seberang telah bangun dan beberapa kali menoleh ke arah Revan dan kawan kawan.


Mereka berjumlah delapan orang dengan Lima orang Pria dan tiga orang cewek.


Revan dan kawan kawan duduk setelah merakit meja dan kursi dan meletakkan Beberapa makanan ringan di atas meja.


" Revan!!! "


Ferro menjewer lengan Revan menunjuk ke arah tiga orang yang sedang mendekat, Revan menghentikan makan nya lalu menoleh.


" Hai!!! "


Seorang remaja yang seperti nya tua beberapa tahun dari nya mendekat dan diikuti dua orang cewek yang tampak masih seumuran dengan Revan.


" hai!! "


Revan membalas lalu bangkit berdiri.


" Dion!! "


. Orang tersebut mengulurkan tangannya.


" Revan!! "


. Revan menjabat tangan nya, lalu diikuti yang lainnya ikutan berkenalan.


" Fanny!! "


" Revan!! "


Seorang wanita cantik berambut panjang berjabat tangan dengan Revan dengan tersenyum ramah.


Ferro yang melihat mereka sedikit lambat menarik tangan mencubit pelan pinggang Revan Tampa ketahuan yang lain lantaran ia berada tempat di belakang Revan.


" Ahw..!!."


Revan dengan cepat menarik tangan nya.


" Hem.."


Fanny Menaikan sebelah alis nya mengisyaratkan ada apa.


" gak itu.. Gak papa "


Revan jadi kikuk.


" kami sudah menghabiskan satu malam di sini, oh yah Fanny ini adek gua"


Dion menunjuk ke arah Fanny" dia sepertinya seumuran dengan kalian.. "


" sukur lah!! "


Vian keceplosan langsung mendapatkan cubitan keras dari Ara.


" AHhh AW sakit!! "


Mereka yang berada di sana tertawa melihat tingkah Ara dan Vian.


" kalian berempat sepasang kekasih..!!"


" i-"


" Enggak!! kami cuma sahabat yang memutuskan untuk berlibur bersama "


Dengan cepat Ferro memotong ucapan Revan. Lalu diikuti anggukan Vian dan Ara.


" i-iya kami cuma teman!! "


Revan tersenyum canggung.


" oh ok, aku disini juga membawa beberapa lagi teman, jadi kalau ada waktu kita kumpul untuk kenalan "


Dion tersenyum.


" ok!! "


" kalau gitu kami pamit dulu "


Dion, Fanny, dan Okta kembali ke tenda nya.


" Dion ganteng juga yah "


Bisik Ara setelah mereka kembali bersantai.


" Bungkus aja kali "


Ucap Ferro santai.


" kalau bisa "


Ara tersenyum sendiri hingga Revan dan Vian terheran heran sekaligus bingung dengan omongan mereka.


***


Menjelang siang Revan dan kawan kawan sedang berteduh di pohon rindang di pinggir danau dengan masing masing memegang gagang pancing.


" wow.. Bisa kenyang malam ni "


Vian begitu semangat lantaran lagi dan lagi ia mendapatkan ikan Toman " Pesta kita Rev.."


" perasaan tadi pagi ada yang ngeluh deh masalah pancing"


ucap Revan sedikit tersenyum.


" Hehehe kan gak tau hari ni jadi sehoki begini "


Vian tersenyum menapakkan deretan gigi putih nya.


" udah ah bosen gak asik "


Ara meletakkan pancing nya lantaran sedari tadi ia belum mendapatkan ikan satu pun, sedangkan Ferro hanya mendapatkan satu itu pun hanya sebesar ibu jari kaki orang dewasa.


" ah Cemen, berati ikan yang Ferro dapat bagian kalian berdua yah"


Revan tersenyum mengerjai mereka.


" jahat!!! "


Rengek Ara menghentakkan kakinya Ferro melotot ke arah Revan.


Tangkapan mereka cukup banyak delapan Toman berukuran jumbo dan empat berukuran sedang, satu berukuran ibu jari dan ada tiga gabus berukuran cukup besar.


Menjelang Sore kelompok Revan dan Dion membuat acara lantaran tangkapan pancing mereka cukup banyak mereka memutuskan untuk berpesta ikan panggang.


Setelah di bersihkan mereka menaruh di atas perapian, grup para cewek cewek tiba tiba kompak untuk memanggang di bantu Revan dan Dion sedang kan sisa nya mempersiapkan tempat duduk untuk makan bersama dengan posisi melingkar.


" Van lu jago juga mancing ikan? "


Fanny memuji Revan sambil tersenyum.


" iya dong!! "


Senyum Revan mengembang saat di puji.


" bikin orang lain emosi juga jago ia mah "


Gerutu Ferro sangat pelan tetapi masih di dengar Ara yang berada tepat di sebelah nya.


" cie cemburu!! "


Bisik Ara menahan cekikikan.


" apaan sih "


" Lo cemburu kan liatin Fanny memperhatikan Revan "


" idih amit amit gua cemburu sama Revan "


Ferro mengetok beberapa kali kepalanya dengan tangan lalu ke kayu bakar seperti orang yang jijik.


Suara mereka tak kuat sehingga tak kedengaran yang lain tetapi tingkah mereka mengundang perhatian yang lain.


" heh kalau sakit stres nya kambuh Sono istirahat dulu ke tenda"


Revan menunjuk ke arah Ferro menggunakan dagunya.


" sembarangan ni bujang lapuk!! "


Ferro menunjuk ke arah Revan .


" lu yang yang perawan tua!!"


Balas Revan.


" udah udah berantem Mulu, ntar jodoh baru tau rasa "


Ara menengahi.


" what jodoh wekkkek "


Revan sok muntah.


" idih amit amit "


Ferro mengetok kepalanya menggunakan tangan lalu mengetok kayu api.


Suasana jadi Ramai tingkat Ferro dan Revan menjadi pusat perhatian lantaran selalu berdebat hal sepele, Fanny yang melihat hal itu menjadi sedikit terdiam memperhatikan.


Sore berangsur menghilang kini malam menyambut dengan angin bertiup sepoi-sepoi menyejukkan kulit.