
Dimana mana membuat sebuah komplotan disaat jam kosong. Di suatu ruangan menuntut ilmu dijadikan seperti pasar, ramai sekali, Ruang Kelas.
"Sha lu tau gak sih? Di kelas sebelah kan ada anak ganteng tapi tengil banget," ucap sella
"Emang iya apa?" ucapnya dengan bosan
"Gue lagi serius sha," ucapnya sehingga terlihat mengerucut bibir
"Siapa bilang bercanda?" ucap ketus Maissha
"Enggak usah sok dingin deh, tumben banget biasanya juga lu petakilan kalau lagi jam kosong," ucap Sella
"Lagi ga mood, ada seseorang yang terlintas di otak gue. Dia ganteng banget bikin penasaran," ucap ngelantur Maissha
"Jangan bilang yang ada di kelas sebelah, gue rasa lu harus liat dulu anak yang lagi jadi perbincangan anak-anak sini" ucap Sella
"Gue enggak tau Sella, gue cuman tau namanya Dean," ucap Maissha dengan senyuman manis menampilkan lesung Pipi.
"Itu kan Di..iii..." Ucapannya Seolah tergantung, menampilkan ekspresi syokk sambil menutup mulutnya.
Siswa yang berada di dalam kelas berteriak histeris, dan ternyata datanglah seseorang yang sedang di perbincangkan olehnya.
Maissha yang sadar dengan keadaan di dalam kelas, dan menoleh ke arah pintu masuk.
Damn it! Dialah orangnya.
"Maissha" suara familiar yang membuat seisi kelas heboh menampilkan senyuman manisnya, bak dewa Yunani.
"Eehh De-dean, btw ngapain kesini?" Suasana menjadi canggung, dan banyak yang menatapnya horor.
Menghampiri meja yang sedang berbicara dengannya, semakin dekat,
Berdiri di depan meja dan sedikit membungkuk,
Mendekat wajahnya,
Semakin dekat,
Dan ,
'Cup' terdengar jelas oleh seisi kelas.
Suasa canggung kembali mencair dengan seisi kelas terkejut dan bersorak ria, seperti pertunjukan sirkus.
Gadis yang telah dicium oleh Dean, menampilkan ekspresi datar seperti mau marah.
Yupps benar-benar murka dengan suasana seperti ini.
Berdiri dari kursi dan menarik tangan Dean "Maksud lu apa sih? Mau buat onar? Jangan disini! ini tuh masih di sekolah," wajah memerah seperti mau meledak, menahan malu sekaligus marah.
"Lalu kalau di luar sekolah boleh dong gue seperti itu lagi sama lo?" Seringai terlihat jelas.
"Banjingan! Percuma punya muka ganteng sifat Lo buruk! Disgusting," murka tak bisa di tahan, akhirnya memutuskan untuk meninggalkannya.
'Asshole! First Kiss gue diambil oleh orang yang salah!' batin Maissha. Sangat dongkol dengan kejadian itu gadis tersebut menuju tempat yang sepi, hampa, dan dingin.
Gadis berdiam diri di toilet, ya tempat yang tidak bisa dilihat orang lain apa yang sedang dilakukan saat jam pelajaran sedang berlangsung. Entah karena apa dia berdiam diri di toilet, mungkin karena ia pertama kali merasakan itu.
Gue harus kuat, jangan jadi perempuan lemah mengandalkan buliran jernih yang berasal dari mata sialan ini, batin Maissha.
Bergegas menepis ketakutan dan mengusap sisa bulir air mata dengan punggung tangannya. Menghadap pantulan dirinya yang sangat berantakan lalu merapihkan dan membasu wajahnya agak tampak segar kembali.
Memberanikan diri menuju kelas dan kembali mengikuti pelajaran berlangsung yang sudah tertinggal dengan mata yang masih panas dan siap meluruh kembali buliran jernih kembali jatuh.
Mencoba memfokuskan pikiran terhadap pelajaran tetapi tetap teralihkan dengan kejadian tadi sangat menjijikan, hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi.
Seketika suasana kelas terdiam dan sunyi tapi pikiranku berkecamuk, tersentak dengan panggilan guru "Maissha kamu sakit? wajahmu terlihat pucat, segeralah ke UKS. Dengan wajah seperti itu kamu pertahan kan untuk memasuki kelas saat ini, jangan memaksakan diri hanya untuk tidak tertinggal pelajaran dan kamu harus jaga kesehatan tubuh juga agar bisa mengikuti pelajaran selanjutnya,"
Dengan lesu "baik ma'am" berdiri dengan malas menuju UKS.
Humm bisa menenangkan pikiran tentang manusia sialan itu, sangat menjijikan!, batin Maissha.
Bell berakhirnya pelajaran sudah berbunyi tandanya sudah selesai pembelajaran hari ini di sekolah. Huhh begitu lama kah aku tertidur sampai lupa akan pulang Hahaha, batin Maissha dengan tertawa renyah.
****
Jangan lupa memberi ❤️ dan komentar sangat berarti loh🌞