Friendzone

Friendzone
Episode 65. Salah sangka



Api unggun yang setinggi pinggang terbakar dengan ganasnya ditambah tiupan angin malam yang membuat si jago merah terbakar sempurna.


Semua orang duduk melingkar Revan, Ferro, Ara dan Vian duduk bersisian tepat di seberang dengan api unggun di tengah Fanny berhadapan dengan Revan dengan Dion di sisinya.


" Terimakasih atas kerjasamanya dan Terima kasih bagi kelompok Revan yang mau berbagi dan acara ini tidak direncanakan tetapi terencana dengan baik..!!! " ucap Dion dan di sambuti dengan tepuk tangan yang meriah.


Revan hanya mengangguk saat Dion menoleh ke arah nya.


" Ok baik lah sebelum makan alangkah baiknya kita berdoa dulu menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing berdoa di mulai!! "


Dion memimpin saat ini.


" berdoa selesai !! Silahkan!! "


" wow!!! "


" selamat makan!!! "


Suara antusias dari mereka menambah kesan di acara camping kali ini, kaos oblong yang di pakai Ferro berwarna putih bersih dengan celana hot pants membuat nya tampak cantik malam itu.


Senyuman nya saat berbisik bisik dengan Ara yang berada di sebelah nya menapakkan gigi ginsul nya menambah kecantikan serta keimutan.


Seseorang selalu mengamati Ferro dari kejauhan ada senyuman penuh arti saat ia mencuri curi pandang.


Revan tampak cuek dengan sekitar itu karena ia sedang Fokus dengan makanan nya di depan, tampak ia sangat menikmati makan nya sampai ia mengangguk angguk.


" biasa aja kali makan nya, nanti dikirain gelandangan!! "


Ferro menegur menepuk pelan pundak Revan.


" sembarangan ya, lu gelandangan!! "


" dikasi tau juga, ni habisin juga "


Ferro memberikan setengah nasi nya ke tempat Revan.


" sekalian tuh ikan nya!! "


" enak aja!! Gak tau berterima kasih "


Omel Ferro.


Acara berjalan dengan lancar dan baik Semua orang pamit pulang ke tenda, Revan baru balik ke tenda setelah memasak air untuk di bikin kopi ia menawari Vian tetapi anak itu telah tertidur di samping Ara dengan tas besar sebagai pembatas.


" Ferro mana? "


" Van!! "


" anjir kaget!! "


" biasa aja kali !! "


Ferro tersenyum.


" dari mana? "


" jalan doang, lagi bikin apa? "


" kopi!! "


" mau dong, tapi bukan kopi yah aku Energen jahe aja deh "


" Hem.."


Revan fokus membuatkan dua gelas masing-masing kopi dan Energen jahe.


" Van.."


" apa? "


" kita santai di pohon sana yah, pliss temenin.. Aku belum bisa tidur ni "


" iya... Tapi tunggu bentar, jangan pergi dulu "


Ferro hormat di belakang Revan, setelah beberapa saat mereka berdua pergi bersantai di tepi danau bersandar di pohon besar yang rindang ditepi danau.


" Van!! "


" Hem..? " Revan bersandar dengan pandangan lurus ke depan.


" sebenarnya lu ada naksir orang gak sih di sekolahlan atau di luar gitu? Gua gak pernah si liat lu pacaran gitu "


" gak gak ada!! "


" ih jangan jangan lu gak suka perempuan yah, atau Lo sukanya sama Vian kan kalian sering berduaan tuh "


Tunjuk Ferro penuh selidik.


" apaan sih, mengigau lu yah "


Revan menempelkan punggung tangan nya ke dahi Ferro.


" Revan ih lepasin "


" makanya jangan sembarangan"


Revan meneguk kopi nya dengan nikmat sambil memandang lurus ke depan, Ferro juga bersandar dengan menggenggam gelas dengan ke dua tangan nya.


Revan baru tersadar setelah melihat Ferro sedikit menggosok kan lengan nya yang hanya menggunakan kaos.


" menghadap sini "


" apaan sih? "


" hadap sini "


Ferro akhirnya menurut Revan meletakkan ke dua gelas di sisi lain, lalu Revan membuka Hoodie nya.


" Revan kamu mau ngapain? "


Ferro gugup.


" Diam!! "


Revan mendekat hingga Ferro terdiam kaku mengegam erat akar pohon dengan mata terpejam.


Revan tersenyum lalu memasangkan Hoodie nya ke kepada Ferro. Nah pasang sendiri jangan manja.


Ferro tersadar jantung nya berdegup kencang wajah nya memerah lalu dengan cepat ia memasang Hoodie nya dengan benar lalu kembali bersandar dengan segelas Energen jahenya.


" eh mau dong "


Revan mengambil gelas Energen jahe sedangkan Ferro yang masih gugup menyerah dengan patuh.


" em enak hangat!! "


Lalu mengembalikan gelasnya ke Ferro.


Setelah cukup lama suasana jadi hening Revan tidak terlalu memikirkan hal barusan hingga ia kembali mengajak Ferro kembali ke tenda.


Vian dan Ara sudah terlelap Ferro segera merapat ke sisi Ara sedangkan Revan tidur di sisi Ferro hingga membuat Ara dan Ferro di tengah tengah Antara Vian dan Revan.


Dalam kesunyian malam Revan tau Ferro belum tertidur, Ferro terkejut saat tangan nya terasa panas saat Revan mengegam tangan nya.


" cepat tidur!! "


Revan di sisi nya lalu memejamkan mata Ferro menatap lekat sahabat nya itu.


Setelah sekian lama terdengar dengkuran pelan dari Revan ia sepertinya telah tertidur lelap lantaran banyak melakukan aktivitas pagi hingga sore tadi.


" kamu itu suka jahil, saku tinggi saat di puji, ngeselin tapi kenapa gua selalu sepi jika kamu gak ada dan gue aneh kok gue seneng kalau lu tu rese walaupun bisa bikin sakit hati "


Ferro mengomeli Revan dalam hati ia masih menatap ke arah Revan ada senyuman samar samar di raut wajah Ferro.


Hingga ia pun memutuskan tertidur dengan tangan yang masih bergandengan dengan Revan