Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
chapter: twice



"Astaga, Astaga Perut ku sakit." Jeans tak berhenti tertawa sembari memegang perutnya.


"Sudah lah." Roan mencoba menahan tawa.


"Hahhh benar." James menyudahi tawanya.


Menatap Dehan yang masih sibuk dengan kegiatannya mengelus dan mengecup rambut Listya pun menoleh ke arah para sahabatnya itu.


"Ada apa? " Tanyanya dengan wajah datar.


Jeans, James, Roan dan Aident kembali serius ketika mendengar suara Dehan.


.........


Saat ini mereka sedang duduk diruang tamu utama,dengan Listya duduk dipangkuan Dehan. Mereka semua dengan wajah serius saling duduk berhadapan, Listya saja sampai bergidik ngeri dengan wajah datar mereka semua.


"Tuan, ini saatnya nyonya untuk mandi." Ucap seorang pelayan menghampiri.


Sungguh pelayan itu ingin mati sekarang?


Dehan menatap Listya dan mengecup bibir nya sebentar.


"Pergilah." Ucap Dehan lembut, mengenyampingkan anak rambut Listya yang menutupi sebagian wajahnya.


Listya mengangguk dan pergi bersama pelayan itu, meninggalkan Dehan dan lainya.


"Seperti nya mereka mulai bergerak." ucap Jeans serius.


Dehan tersenyum tergelak mendengar perkataan Jeans.


"Aident kau tahu harus apa bukan. " Tanya Dehan melipat kakinya.


"Tentu saja. " Aident tersenyum.


"Seperti nya ini akan menyenangkan." Ujar James.


"Eemm." Jeans mengangguk meneguk kopi yang baru saja dibawa oleh pelayan.


"Apa Jack dan Lart sudah tahu? " Aident.


"Ya mereka sudah tahu." Tambah James.


"Tuan makan malam sudah siap. " Ucap seorang Pelayan.


"Ah ayo kita makan" Jeans bangkit dari duduknya.


"Ya sudah, aku juga sudah lama tak makan dirumah Dehan." ucap James


.........


Listya telah selesai mandi dan memakai pakaian nya yang baru saja ia beli tadi, sebuah piyama motif strawberry selutut dan tatanan rambut yang lucu.


"Nyonya makan malam sudah siap." Ucap seorang pelayan masuk.


"Ya." Ucap Listya melangkah menuju meja makan.


Dehan dan lainnya sedang duduk di meja. Karena mood Dehan sedang baik, ia memperbolehkan para sahabatnya itu makan bersama nya.


"Dimana dia? " Tanya Dehan pada seorang pelayan karena tak melihat sosok istri tercinta nya.


"Nyonya, Ahh itu nyonya."


Dehan tersenyum melihat Listya menuruni tangga. Dapat ia melihat pria-pria itu masih belum pergi dan malah duduk manis di meja makan.


Listya duduk tepat di samping Roan, Dehan menarik kursi yang di duduki Listya agar lebih dekat padanya, Listya sedikit terkejut sementara Dehan menatap Listya lekat tetapi yang di tatap terlihat bingung.


"Makanlah." Dehan melirik makanan yang sudah di atas meja.


Listya mengangguk dan mulai memakan makanan itu. Dehan menatap tajam pada ke empat sahabatnya itu karena mereka sempat tersenyum memandang istri tercinta nya.


.........


Listya tersenyum manis kepada pria-pria yang sedang memandang nya. Jeans membalas senyuman itu begitupun James dan Roan.


"Ck berhenti memandanginya." Ucap Dehan.


"Ahh kau ini." Jeans menggeleng kan kepalanya.


Dehan ini benar-benar pencemburu berat, James dan Roan terkekeh sementara Aident fokus dengan makanannya. Namun sesekali ia juga melirik mereka, dapat ia lihat Dehan mengecup Listya yang sedang makan.


Listya tak sengaja melihat Aident akhirnya tatapan mereka bertemu, Listya menjulurkan lidahnya mengejek.


Deg


Aident mengalihkan pandangan nya.


"apa yang terjadi? " batinnya.


.........


Setelah acara makan malam selesai.


"Baiklah kami pergi." Pamit Jeans mewakili.


Dehan menatap Listya mengecup keningnya dan tak peduli dengan semua pria yang berpamitan padanya. Mereka menggelengkan kepala melihat Dehan sangat tak ingin melepaskan Listya.


.........


Aident sampai di kediamannya, Ia melihat pantulan dirinya pada cermin besar tersenyum kala mengingat wajah gadis bodoh itu.


"Ahhh kenapa aku malah memikirkan nya, astaga aku sudah gila." Mengacak surai hitamnya.


.........


Dehan menatap Listya mengecup lagi dan lagi seakan tak pernah bosan, tapi mau bagaimana lagi, Listya hanya bisa pasrah karena tak ingin pria iblis ini marah nantinya.


Dehan menggendong Listya ala bridal style menuju kamar , Dehan menurunkan Listya pada kasur empuk mereka.


Dan meninggalkan nya, setelah selesai membersikan tubuhnya Dehan tersenyum melihat Listya yang masih duduk ditempat nya.


"Risyta." Panggilnya mendekati Listya.


Listya mendongak menatap Dehan seakan bertanya "ada apa? ".


"Kau lupa? Mana bayaran ku." Ucap Dehan dengan smirk nya.


"A-pa? " Tanya Listya gugup saat Dehan mengelus pipinya.


"Aku ingin diri mu malam ini." Ucap Dehan sedikit berbisik.


Seketika Listya menegang mendengar perkataan itu, Ia tak bodoh ia mengerti apa maksud Dehan berbicara seperti itu.


"a-ku." belum sempat Listya melanjutkan ucapannya Dehan langsung membekap mulutnya dengan bibirnya.


"Hmmmffft.." Listya mencoba memberontak namun tetap saja Dehan lebih kuat darinya.


Dengan cepat tangan Dehan menahan tangan Listya agar tak memberontak, Listya panik apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan pria iblis ini.


Dehan yang sudah sangat bergairah pun mulai mencium leher Listya hingga membuat leher itu memiliki tanda, tangan dengan cepat beraksi.


Skip adegan 18+


Listya memejamkan matanya menahan sakit akibat yang dilakukan pria iblis itu semalam. Ini kedua kalinya bagi Listya berhubungan intim dan ia sama sekali tidak terbiasa.


Badan Listya remuk dengan bekas merah di semua permukaan tubuh nya dan ia sangat susah menggerakkan tubuhnya karena sangat sakit meski tak sesakit yang pertama kali.


ok lovely, jangan lupa like, share and komen ya biar author semangat terus 😢