Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
chapter : it's not a lie



"Apa kau siap, aku rasa sudah cukup perbuatanmu kali ini. king Alka? ada apa mengapa kau diam saja." Ucap pria itu menatap seorang pria lagi yang tengah duduk menunduk dengan banyaknya borgol di sekujur tubuhnya.


Seperti orang teler, pria bernama Alka itu tak membuka matanya dan juga menunduk tanpa suara. Diamnya membuat pria yang lainnya kesal dan menarik rambut legam Alka membuatnya mendongak.


"Kenapa? Apa yang terjadi? Mengapa kau tidak membunuhku, bukankah aku menyentuh mu. Lihat rambut mu yang ku genggam, kenapa kau tak memotong tangan ku hmmm?"


"Dasar,.#*#*##-$+#?*)@!#-+*;"-$?#+." Segala kata terlarang ia sebutkan demi pria bernama Alka itu.


"Pak, sudah cukup. Tak ada yang bisa membantunya kali ini, kita akan melihatnya binasa, dia tak bisa kabur." Ucap seorang bawahan.


"Jangan berikan ia makanan atau minuman. penjaga akan berdiri di disini tanpa ada yang tidur!" Pinta-nya pada bawahnya.


Seluruh penjaga memberikan hormat pada nya, yang berjalan dengan wajah datar nan seram dan menaiki tangga menuju lantai atas, karena sebelumnya ia sendiri berada di ruang bawah tanah.


" Apa dia sudah datang?"


" Belum Pak."


" Ada apa?"


"Dia sedang berlibur."


"Apa?"


"...."


...


"Kenapa kau ingin kabur?" Tanya seorang pria yang menggendong seorang wanita di punggung-nya.


" Aku rasa orang pintar seperti mu tau alasan nya." Ucap Listya memutar matanya jengah.


" Aku ingin mendengar nya langsung dari bibir mu." Ucap pria itu.


" Memang nya jika aku beri tahu kau akan membantu ku?"


"..."


" Aku mau pulang, aku rindu kakak ku, aku ingin kuliah, bermain bersama-sama layaknya orang biasa. Hanya itu yang aku inginkan, tapi itu semua tidak bisa terjadi karena kalian." Jujur Listya.


" Mengapa kau benci pada kami?"


" Karena kalian memperlakukan aku seperti peliharaan, tidak boleh itu tidak boleh ini, bahkan keluar saja harus memohon beribu kali,"


"Aku juga ingin bebas, aku ingin pergi kemana saja yang aku inginkan, aku ingin kuliah melakukan apa saja bersama teman ku." sambungnya.


"Jika aku memberikan semua itu, apakah kau mau bersama ku?" Tanya Aident tiba-tiba membuat wanita di belakang nya membeku.


"Maksudmu?"


"..."


" Apa maksudmu aku bisa melakukan itu tanpa persetujuan Dehan?"


Aident tersenyum mengangguk, tampaknya wanita di punggung nya ini cukup tertarik dengan hal kecil seperti itu.


"Jika kau bersama ku. " Ucap Aident.


"Maksudmu aku akan tinggal bersamamu? "


"Ya, tidak hanya tinggal kau juga harus menjadi kekasih ku. " Ucap Aident tanpa berniat berbohong.


Listya tampak bingung, namun ia juga tergoda dengan persyaratan pria tengik itu, entah apa yang ada pikiran nya.


" Tapi... apa boleh? " Ucap Listya bertanya pada pria itu.


" Tentu. "


"Bagaimana jika, Dehan tau? " Ucap Listya.


"Jangan beri tahu, ini rahasia. " Ucap Aident.


Listya mengangguk, lihat betapa bodohnya wanita itu. Ia langsung percaya dan menuruti kemauan sang pria kelinci itu, dengan mudahnya.


Ia seperti anak kecil yang di sogok dengan beberapa permen tanpa tahu maksud dari si pemberi permen.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kedua manusia itu kembali ke Vila. Aident menurunkan tubuh wanita yang sedari tadi bergelantungan di punggung nya.


Kedua nya saling menatap satu sama lain, terutama Aident melirik wanita cantik itu intens. Tatapan penuh arti, andai saja apa yang baru saja ia katakan itu bisa terwujud, bukankah sangat menyenangkan.


"Sekarang apa? " Tanya wanita itu persekian detik.


"Tunggu! Aku juga lapar." Listya tak mau ketinggalan dan mengejar pria itu.


"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya wanita itu tak henti-henti membuat Aident pusing.


"Cium aku. " Ucap Aident.


Cup


Satu kecupan berhasil mendarat, membuat pria itu membeku tak bisa bekata-kata. Ia menatap wanita itu tak percaya, semudah itu?


"Apa yang kau lakukan? " Ucap nya berdiri dari duduknya.


"Kau.. Bilang... " Listya terbata.


"A.. Ku hanya bercanda. " Aident kehabisan kata-kata, ia menyesal dengan ucapan nya tadi, dan sekarang membuat wanita itu tak waras.


" Tapi kau tadi berkata... "


"Dengar, itu hanya bercanda. Kau seperti anak kecil saja, kenapa kau langsung percaya? "


"Kau berbohong? "


"..."


Listya berlari menuju kamar nya, wajahnya memerah ia juga merasakan beberapa butiran air meluncur di pipi mulusnya.


Bamm


Dengan sekali lompatan ia merhasil mendarat di kasur berukuran king size itu, merengek merutuki kebodohan nya.


"Dasar laki-laki bodoh, sialan! Aku seperti ****** saja, aku benar-benar bodoh. " Tangis nya tak kunjung mereda.


Sementara disisi lain seorang pria menatap dirinya di cermin, ia terus memandangi area wajahnya, yang baru saja mendapatkan sebuah kiss.


Masih tak percaya, apa yang baru saja terjadi , pikiran nya kacau tak mampu berpikir jernih, dengan sedikit senyuman namun sedetik kemudian menjambak rambut nya sendiri.


Mungkin ia sudah gila, ya dia gila. Tak mampu mengendalikan diri, seharusnya ia ingat pesan sang kakak sebelum pergi.


Jangan sampai, dirinya berfikir untuk merebut wanita itu dari nya, karna jika itu terjadi maka tak akan ada hal baik yang terjadi.


Dengan kemarahan Dehan mungkin ia tak bisa melakukan apa-apa jika pun bisa ia tetap tak akan melakukan nya.


Why?


Because, dia tak ingin Di benci apa Lagi Orang itu adalah seorang Dehan. Pria panutan, kakak kesayangan nya.


"Apa yang kau pikirkan bodoh! " memijit pelipis nya.


...


"Tuan sudah berada di penjara. "


"Polisi menahan nya, di ruang bawah tanah."


"Hahaha, lalu bagaimana dengan Luke? " ujar Lart sembari menggoyangkan wine nya.


"Seperti nya, ia tak akan datang dalam waktu dekat. " Ucap pria itu.


"Baiklah."


Setelah seluruh anak buah nya pergi, Lart kembali melanjutkan kegiatan nya meminum wine sebanyak-banyaknya.


"Apa yang kau ketauhi Luke. " Ucapnya kembali terkekeh.


Seperti nya Dehan dalam masalah jika terus berada di dalam sel, ia juga harus cepat pulang karena sepertinya musuh terbesar nya kini mengetahui kelemahan nya.


Lart juga mendapatkan kabar jika, Luke sekarang sedang berada di negara yang sama dengan markas Dehan ralat Alka.


Ya, itu lah nama sebenarnya dari seorang king. Dehan adalah nama samaran yang ia gunakan agar tidak di ganggu saat beristirahat.


Meski telah mengganti nama, namun tak menutupi kebenaran sebagai king mafia, bahkan di negara tempat nya tinggal pun ia telah di kenal sebagai mafia terkejam.


Oleh sebab itu, seperti nya ia harus mengganti namanya sekali lagi agar keberadaannya tak membuat sang wanita ralat istri tercinta dalam bahaya.


"Kita lihat apa yang terjadi berikut nya, aku tak sabar hahaha." Gelak Lart membuat Jessica yang baru saja datang kebingungan.


"Kau sangat senang sekarang? "


"Ya."