Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter : Rict Devils



"Kak ayolah." Rengek Aident.


"Menjauh." Ucap Dehan menatap nya tajam.


Aident pun berhenti merengek menatap Listya yang sedang memakan makanan dengan lahap.


Dehan tersenyum menatap Listya, ia telah mempersiapkan makan malam di luar untuk nya, karena ia mengerti jika istri nya yang lucu ini begitu bosan__mungkiinnn...


Memang suami yang sangat PEKA.


Entah apa yang terjadi, Jeans, Roan , Lart dan Jack tak mengerti situasi ini, Dehan sesekali menoleh kearah Aident yang berdiri memandangi mereka.


Aident menatap Listya penuh dendam, pantas saja Listya merasakan aura yang sangat dingin dari samping.


Saat ia melirik, ternyata Aident dengan mata tajam bak elang dirinya senang melihat raut wajah itu dan menjulurkan lidahnya mengejek.


"Hahaha"....


Tawa Jeans, James dan Jack pecah saat Listya mengejek Aident seperti anak kecil, Aident mendengar itu pun semaksimal semakin kesal benar-benar kesal, rasanya ingin sekali membekam mulut mereka semua.


Sementara Dehan menyuruh Listya agar tetap fokus memakan makanan nya.


.........


Tok tok..


"Tuan." Ucap seorang bodyguard masuk.


Semua atensi mengarah pada bodyguard itu.


"ada apa? " Roan tersenyum merangkul bodyguard itu apa lagi seperti nya ada hal yang begitu penting sehingga ia berani mengganggu kebersamaan Seven Deadly Brothers.


"Detriks ada dibawah." Ucap bodyguard itu tak gentar meskipun mendapatkan tatapan intimidasi.


"Chaaa." Kekeh Jack kembali meneguk wine nya entah yang ke berapa kali nya.


"Seharusnya kita habisi saja, dari awal." Ucap James kesal.


"Dia sangat berani, bukankah kita harus memberikan penghargaan. " Jeans tersenyum menyandar pada sofa.


"Dia sendiri? " Ucap Roan mengelus pundak bodyguard itu.


"Tidak." Ucap bodyguard itu menunduk.


"Ayo bersenang-senang." Ucap Lart bangkit diikuti Jeans, Jack, dan James.


"Ayo ayo. " Jeans merenggangkan kedua tangannya semangat.


Dehan menatap Listya mengecup bibir nya sebentar lalu ikut bangkit dari duduknya, Semua orang terkejut menatap aneh pada Dehan.


"Kau ikut?" Tanya Jack.


"Hmm." Ucapnya mendahului.


"Aident jaga mereka. " Titah Jeans pada Aident.


Lucy dan Rose saling menatap ditambah Listya yang bingung tak mengerti dan hanya diam dan ikut bergabung dengan kedua wanita itu.


Aident mendudukkan tubuhnya malas memerhatikan ketiga wanita itu sedang berbicara serius.


"Aku dengar Detriks adalah ketua Rict Devils." ucapnya agak berbisik.


#rict devil ( setan jahat).


"Ya aku tahu mereka ingin balas dendam." ucap Rose.


Listya sama sekali tak mengerti apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanyanya dengan wajah polos.


Lucy tersenyum tipis menatap Rose yang juga tersenyum,ternyata teman mereka masih polos tentang masalah seperti ini.


"Setiap mafia memiliki nama dan julukan pada kelompok mereka seperti Rict Devil, julukan mereka menunjukan perbuatan mereka." Jelas Lucy.


"Ya mereka disebut Rict Devil karena sangat suka menghasut semua orang agar berbuat kejahatan, bahkan mereka sering menyiksa agar mangsa mereka melakukan apa yang mereka mau." Listya mengangguk mengerti.


"apa kau tahu julukan Dehan? " Ucap Rose.


Listya menggeleng menandakan ia sama sekali tak mengerti.


"King." Ucapnya menghela nafas.


"king? " Listya masih mencerna.


"Ahh sudah cukup, Rose." Lucy menggeleng cepat agar Rose tak melanjutkan perkataannya.


.........


Jesica mulai merasakan sakit di kepalanya.


Ia tersenyum miris menatap gelas wine nya yang berwarna merah, tiba-tiba duduk seorang wanita disampingnya memandangi setiap gerak geriknya.


Jesica menatap wanita itu lalu kembali meminum wine nya.


"Apa yang kau lakukan disini? " Tanyanya tanpa menoleh kearah wanita itu.


"Entahlah" Ucapnya mengedik kan bahu.


"Dasar bodoh." ucap Jennie tersenyum.


"..."


"Aku minta maaf." Jesica meletakan gelas wine nya yang sudah habis.


"Untuk malam itu," sambungnya.


Cinta pertama ku,sifatnya yang dingin membuat jantungku berdegup lebih cepat.


Aku selalu memerhatikan nya, aku pikir mungkin ia sedang menungguku mengungkap kan isi hati ku ini untuknya.


Selama ini ia bahkan tak mau bersentuhan dengan seorang gadis manapun termasuk diri ku. Ternyata pemikiran ku salah, saat bertamu ke mansion nya bersama sahabatku Lart aku melihat sebuah lukisan besar terpajang dengan indah nya


Lukisan seorang gadis yang teramat cantik.


"Kapan kau akan membawanya?" Ucap Lart melirik lukisan itu.


"Sebentar lagi." Ucap Dehan dengan senyuman di wajahnya.


Aku bahkan baru pertama kali melihat Dehan tersenyum seperti itu.


Siapa gadis itu?


Apa gadis yang dicintai Dehan?


Pertanyaan itu yang selalu muncul di kepalaku.


Hingga saat itu tiba.


Aku melihat nya bersama Dehan. hatiku hancur, seakan aku tak ingin hidup lagi.


Perasaan ku ini tak berarti untuknya aku sedih dan aku selalu mencurahkan keluh kesah ku pada Lart sahabat ku mulai dari aku menginjak sekolah Dasar.


"Menikahlah denganku." Ucapnya.


Mata ku terbelalak tak percaya.


"Biar aku yang membalas perasaan mu, jangan berikan perasaan mu itu padanya, berikan padaku." Ucapnya serius.


Kata demi kata membuat hatiku tersentuh sesaat dan membuat aku terjerat dalam janji ikrar, Aku pikir mungkin masih ada kesempatan untuk mendapatkan hati Dehan.


Dan lagi-lagi aku salah, saat Dia datang dengan Gadis itu di acara pernikahan ku.


Itu membuat hatiku panas, melihat semua sahabat Dehan memanjakannya, tersenyum ramah padanya.


Aku iri, ingin sekali membuang Gadis itu.


Aku sempat bertengkar dengan nya malam itu kerena ia memanggilku nenek lampir. Tapi entah kenapa kata itu membuat ku sadar, aku tak akan pernah bisa memiliki Dehan tak akan pernah.


Dan sekarang aku hanya ingin mencintai orang yang juga mencintai ku, Lart orang yang selalu ada saat aku berada jurang kegelapan, mungkin aku lah yang bodoh karena tak melihat nya.


Ya aku memang bodoh...


Jesica POV end.


"Aku juga ingin minta maaf, malam itu aku sedang sangat sensitif. " Listya tersenyum menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Jesica tersenyum mungkin ia salah tentang wanita ini, Ia pikir wanita ini licik ternyata masih bocah dari cara nya berbicara.


"Hey kalian sedang apa? " Ucap Rose dan Lucy yang sudah duduk di samping mereka.


.........


"Haiiii! " Sapa Jeans melambai pada sengerombolan pria.


"Wahh kalian sudah mengepung kami." James tersenyum mengangkat kedua tangannya.


"Ahhhhkk tolong akuuuu." Teriak seorang wanita.


Roan melihat wanita itu, dan tak lain adalah salah satu Jal*ng nya, Dehan tersenyum smirk menatap mereka dengan tenang, ia duduk di sofa yang ada di tengah-tengah mereka.


Dan entah mengapa bisa ada sofa di sana, seolah seseorang sengaja meletakan benda itu diantara mereka.


Detriks menatap mereka nyalang, ia tak akan mengampuni mereka karena sudah membunuh adik nya.


"Kalian tahu dunia ini sangat kecil, aku akan menemukan kalian dimana pun." Ucapnya sedikit tersenyum remeh.


"Ya, kau benar kami memang sangat muda ditemukan, karena kami bukan pengecut yang sembunyi saat di cari" Ucap James menyeringai.


"Berhenti bertele-tele." Ucap Roan.


"Aku tak sabar ingin membedah seluruh organ mu kau tahu." Ucap Jeans dengan wajah senang nya.


"Ya seperti adik mu yang sangat bodoh itu." sambung Suga.


"Berengsek! " Teriak Detriks mengeluarkan senjatanya.


Anak buah nya pun sama.


Bankk...


Bankk...


Bankk...


Semua yang ada disana semuanya berteriak dan lari mendengar suara peluru itu bahkan ada yang mengenai para pemabuk disana.


Dengan cepat James dan Jack mengeluarkan pistol mereka dan langsung menyerang pada anak buah Detriks.


Dalam hitungan detik hampir setengah anak buah Detriks tergeletak, Roan dan Lart terkekeh sambil berlindung dibalik lemari wine.


"Hei sisa kan untuk aku." Ucap Jeans tak terima.


Detriks melihat Dehan yang masih santai tak bergeming dari duduknya, sungguh luar biasa karena ia tak menghindar saat peluru beterbangan kesana-kemari apa lagi ia tak terkena satu peluru pun, tangannya membidik dari dinding tempat ia sembunyi.


Bank..


Komen, like terus lovely 😢🥰❤️