Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter: My little dog



Setelah acara pernikahan itu selesai, kedua suami istri itu, kembali ke kediamannya. Listya yang sudah mandi memakai piyama nya bersiap untuk tidur.


Begitu pula dengan Dehan, yang selesai membersikan badan nya yang lengket. Ia melihat gadis itu sibuk memainkan laptop nya di kasur, Dehan hanya menghela nafas, istrinya ini melupakan kewajiban nya lagi.


Listya yang asik dengan drakor nya, tak memerhatikan Dehan, terpaksa Dehan mengingatkan nya lagi, ya jika tidak ia tak akan ingat.


"Risyta." Panggilnya lembut.


"Hemm."


"Kau lupa lagi."


Listya menatap laptopnya dan Dehan bergantian.


Ohh dia lupa, jangan lakukan sesuatu yang bisa membuat nya mengacuhkan pria iblis itu, Listya dengan cepat menutup laptop nya dan meletakkannya di atas nakas. Dehan kembali menghela nafasnya, menarik tubuh gadis itu kepangkuan nya.


Dengan rakus menghirup aroma tubuh sang istri, ia menenggelamkan wajahnya pada celetuk lehernya.


Mengecup setiap permukaan leher jenjang itu, hingga meninggalkan tanda kepemilikan.


Listya menahan geli sesekali menjambak surai pria itu, ia itu sangat pencemburu dengan semua aktivitasnya.


Dehan menyudahi kegiatan membuat tanda pada leher, dan beralih pada bibir merah muda berbentuk hati gadis itu, yang siap untuk di lahapnya, tanpa basa basi ia langsung menautkan bibir mereka, decapan demi decapan memenuhi ruangan.


Dehan tak pernah puas mengulum bibir Listya, itu sudah menjadi candunya setiap kali bersama.


terus menyesap bibir gadis itu, hingga ia merasakan Listya kehabisan oksigen menepuk-nepuk dadanya, ia melepaskan tautan bibir mereka, dan terkekeh saat Listya menghirup udara dengan rakusnya, sungguh apa Dehan tak bisa memberinya jeda sebentar.


Bisa-bisa, ia mati akibat kehabisan nafas, Listya berdiri dari pangkuan Dehan, pria itu membaringkan tubuhnya lalu merentangkan tangannya pada nya.


"Kemari." Titahnya.


Mau tak mau Listya harus menurutinya, iblis itu memeluknya posesif.


Benar ia posesif.


"Tidurlah."


Listya memejamkan matanya, ia memang sudah mengantuk.Tak berapa lama nafas gadis itu sangat beraturan menandakan ia sudah terlelap.


"Kau ingin kabur? Silahkan selagi kau bisa. Meski ke alam lain aku akan menemukan mu." Bisik Dehan.


.........


Paginya seperti biasa Dehan ke kantor, tak lupa dengan kiss ke setiap permukaan wajah istrinya, dan sekarang dirinya sedang melihat kepergian iblis itu dari kamar.


Entah kenapa ia mulai terbiasa dengan semua ini, mulai dari perlakuan Dehan yang begitu lembut namun bisa berubah menjadi kejam secara tiba-tiba, pelayan yang selalu membatunya berpakaian dan menata rambutnya.


Namun belum sepenuhnya ia menyerah, ia yakin pasti bisa keluar dari penjara ini.


.........


"Hari ini aku akan ke rumah Kak Dehan. Apa kau mau ikut Hugo?" Ucap Aident pada anjing kecil putihnya.


saat ini Aident akan pergi kekediaman Dehan, rasanya sudah lama tidak berkunjung ke mansion kakak kesayangan nya itu.


Ia begitu mengagumi Dehan yang kejam dan sadis, segala sesuatu yang dilakukan Dehan membuatnya memuja pria itu, eits jangan salah Aident masih normal. Hanya mengagumi tak lebih, tak satupun ada orang yang bisa menggantikan pria itu dihatinya.


Ia memasuki pekarangan rumah Dehan, ia akan menunggu, karena ia yakin sebentar lagi Dehan akan pulang mengingat ini hampir waktunya jam pulang kerja.


Aident melepaskan Hugo berkeliaran didalam rumah bak istana itu. Ia memerhatikan dekorasi rumah itu yang sama sekali tidak berubah, dengan nuansa gelap yang mencekam.


Disisi lain Listya ingin turun mengisi perutnya dengan camilan, setelah lelah mencari informasi tentang Irena kakak nya. Namun semua yang ia dapatkan tak ada gunanya, ia tetap tak menemukan apapun.


Dengan wajah cemberut ia menuruni anak tangga, para pelayan tersenyum menyapa gadis itu ramah. Namun atensinya mengarah pada sosok anjing putih manis yang tengah berguling-guling di lantai.


Ia benar-benar terkejut bagaimana ada anjing di rumah ini, bahkan dibiarkan begitu saja.


Ohh gemasnya........


Listya mendekat ingin menangkap anjing itu, tapi anjing itu berlarian ke sana kemari, membuat gadis itu semakin bersemangat mengejarnya. Ia terus berputar -putar mencari sosok anjing manis itu, ada dimana dia?


"Anjing kau dimana? "


Senyuman kembali terbit pada bibirnya, saat melihat anjing itu sedang duduk di atas karpet ruang utama. Dengan cepat ia melangkahkan kakinya, kali ini pelayan yang mengikutinya dibuat kewalahan.


.........


Dehan sedang dalam perjalanan pulang, mobilnya memasuki pekarangan rumah.


Sementara Aident sedang berbicara serius dengan salah satu bodyguard Dehan, membicarakan sesuatu sembari menunggu pria itu pulang.


Listya mendekati anjing itu pelan-pelan, agar tak membuatnya takut, tetapi tiba-tiba anjing itu berlari menuju pintu utama.


Ia berlari mengejar anjing itu hingga ia melihat sosok pria, dengan sigap menangkap pinggangnya hingga terangkat dan terhenti.


Dehan yang baru saja pulang terkejut melihat gadis itu berlari kearahnya, ia dengan cepat menahan tubuh Listya.


"Pelayan tangkap anjing itu! " Teriak Listya tak mau kehilangan anjing itu.


Semua pelayan yang mengikuti Listya dari tadi, berlari mengejar anjing yang sudah keluar.


"Kenapa kau berlarian." Tanya Dehan dengan wajah datar nya.


Tetap diposisi yang sama, Listya terangkat dengan sebelah tangan Dehan memegang perutnya.


Listya terus memberontak minta diturunkan, hingga ia melihat pelayannya.


"Nyonya, kami menangkap nya."


Dehan akhirnya melepaskan Listya, dengan cepat gadis itu mengambil alih anjing di tangan pelayan itu.


Dehan hanya melihat, tapi bagaimana bisa ada anjing dikediamannya.


Listya dengan gemas memeluk anjing itu.


"Dari mana anjing itu?"


Aident bergegas turun kala melihat Dehan yang sudah datang.


"Apa yang kau lakukan disini? "


Aident yang tadinya ingin menjawab pertanyaan Dehan, tapi tak jadi saat melihat anjing nya berada di pelukan seorang gadis.


"Hugo." panggilnya mendekati Listya.


Listya menyembunyikan anjing itu di pelukannya saat Aident hendak merebutnya.


"Itu anjingku." Ucapnya kesal pada Listya.


"Tidak, aku yang menangkap nya."


Sementara Dehan hanya diam menatap kedua orang itu.


"Berikan."


"Tidakkk..." Pekik Listya tetap mempertahankan.


"Berikan."


"Tidak ini anjingku." wajah Listya memerah dengan mata yang berkaca-kaca ingin menangis.


Dehan yang melihat itu tak tinggal diam, dengan cepat ia menahan lengan Aident. Ia terkejut melihat Dehan dengan tatapan tajamnya.


"Kak itu anjingku."


"Berikan padanya" Ucapnya Dehan menatap Listya.


"Tidak,, ini anjingku"


Skip


Akhirnya Aident mendapatkan anjing nya kembali.


Listya melihat itu sedih berlari ke kamar, meninggalkan kedua pria iblis itu. Aident tersenyum bangga melihat Listya pergi meninggalkan mereka.


"Ada apa?" Tanya Dehan menatap pria itu serius.


Mereka berbicara sekitar 15 menit di ruang tamu.


.........


Dehan membuka pintu kamar melihat sosok gadis yang sedang meringkuk di kasur. Ia menutup pintu, membuka jas dan melonggarkan dasinya.


Dapat ia lihat saat ini istri mungil nya itu menangis menyembunyikan wajahnya.


Dehan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, setelah membersihkan diri, ia memakai baju santainya.


Ia duduk di samping gadis itu, mengelus rambut nya dengan sayang. Listya yang menyadari itu bangkit hendak pergi meninggalkan pria itu.


Dehan menahan tangan nya lalu memeluk gadis itu paksa.


"Kau marah? "


Listya tak menjawab, saat ini ia sedang merajuk.


"Jangan marah."


Listya mencoba memberontak, tapi tetap saja itu hanya buang-buang tenaga.


"Kenapa Risyta marah, aku bisa membelikan ribuan anjing untukmu." ucapnya menenggelamkan wajah pada tengkuk Listya.


"Benarkah? " Binarnya menatap pria itu.


"Hmm"


"Kau akan membelikannya? "


"Siapa bilang. "


"tadi kau bilang bisa membelikan ku ribuan anjing." Listya mengerutkan keningnya kebingungan.


"Bisa, tapi aku tak bilang kau bisa memiliki nya." Ucapnya terkekeh.


"Kenapa? "


"Aku tak mau kau sibuk mengurusi anjing dan melupakan aku nantinya. "


Listya mempoutkan bibirnya, baru saja senang, tapi sifat posesif Dehan membuatnya kecewa.


Dehan melihatnya gemas.


"Aku mau makan." Ucap Listya bangkit


Dehan mengikutinya dari belakang, ia melihat Aident yang masih belum pergi. Tatapan sinis dari Aident membuatnya juga menatap sinis pria itu.


Entah kenapa seperti nya punya masalah padanya, sikapnya sama sekali tak bersahabat.


Dehan duduk bersama Listya di ruang makan, ini sudah saatnya makan malam.Tak lama Aident juga ikut bergabung bersama mereka.


Tatapannya selalu mengawasi, ia tak percaya sama sekali pada wanita itu. Dehan tak memperdulikan keberadaan Aident, ia sibuk melihat wajah cantik istrinya itu sedang mengunyah makanan.


Aident geram melihat Dehan seperti itu, pasalnya Dehan berubah semenjak wanita itu bersamanya. Ia sangat jarang menghabiskan waktu dengan teman-temannya, ia lebih memilih wanita itu dari pada bersenang-senang dengan kelompoknya.


Katakan saja bahwa Aident cemburu karena Dehan lebih mementingkan wanita itu dari apapun termaksud dirinya.


Ingin rasanya menguliti wanita itu lalu mematahkan semua tulangnya.


Sehingga Dehan bisa kembali pada kegiatan semula.


Ok lovely sampai  sini ya..


jangan lupa komen and share ya biar author semangat..❣️❣️