Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter: Party gifts



Masih sama seperti sebelumnya, bangunan itu tidak berubah, Listya dengan raut wajah cemberut memegangi gaun nya agar mudah berjalan.


"Hei siput, apa kau tidak bisa cepat." Lagi-lagi ucapan pedas itu keluar dari pria kelinci itu.


Listya tidak akan menjawab, mulut nya sudah lelah mendengar ocehan pria gila itu, ia memilih diam dan terus berjalan.


Aident membuka pintu di susul oleh Listya di belakang nya, hal yang pertama mereka berdua lihat adalah pemandangan dari pria-pria yang asik berbincang dan dua wanita menatap nya terkejut. Tak hanya itu seorang lelaki sedang duduk tersenyum di sofa singlenya, ia menjulurkan lengan nya guna memanggil Listya.


Wanita itu diam tak berani mendekat meskipun ia tau maksud Alka menjulurkan lengan nya, ia menoleh kepada perbincangkan menyenangkan Jack dan James bersama seorang wanita disana.


"Listya." Suara hangat membuat Listya menoleh ke arah kedua sahabatnya.


"Apa yang kalian lakukan di sini." Tanyanya bingung.


Alka sedikit kesal dengan sikap istri manisnya yang sudah mengabaikan diri nya. Mata elang itu menangkap sosok wanita menghampiri pujaan hatinya, ia tersenyum dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Hoo.. ada apa ini, kenapa dia di sini Alka?" Tanya Ruphilla menghampiri Listya.


Alka hanya dia tak sabar melihat momen selanjutnya, ia melihat Listya hanya diam istrinya itu sangat baik dan tenang.... tunggu kenapa begitu?


Tiba-tiba hati nya terasa sedikit sakit melihat sikap Listya, apa dia baik-baik saja bukankah seharusnya istrinya itu cemburu sekarang?


Padahal ia menunggu reaksi istrinya itu seperti kucing saat bertengkar dengan Jessica, tapi Listya sama sekali tak bicara hanya bungkam dengan seribu pertanyaan.


Hal ini membuat Alka sedikit kecewa, ia pikir pasti sangat menarik jika itu terjadi.


"Hei jal*ng!! Bukankah kau mendengar apa yang dikatakan ayah ku di pesta. Apa mungkin kau tuli?"


Ruphilla terkejut melihat istri Jeans membela Listya, ia pikir Lucy akan berteman dengan nya nanti tapi lihat tatapan dua wanita itu sangat dingin.


Namun ia tak mau ambil pusing dan melayangkan tatapan tidak sahabat pada Listya, toh nanti mereka akan baik padanya jika sudah menjadi istri Alka, bahkan mereka pasti akan datang meminta maaf padanya.


Sampai saat itu mari kita urus jal*ng sialan ini, berani sekali menggoda apa yang menjadi milik nya.


"Hei, seharusnya kau malu. Sekarang tak ada yang memerlukan mu di sini, kau hanya pemuas nafsu sementara, jadi pergilah!!" Ujarnya sembari berbisik di telinga Listya.


Lucy tak tahan ingin menampar gadis itu sekarang juga, namun saat hendak melangkah Jesica menghentikan nya.


Ruphilla merasa kesakitan pada lengannya yang kini sedang di genggam oleh Aident, meski beberapa kali mencoba melepaskan genggaman itu tak bergeming sedikitpun.


Ia hampir berteriak, saat itu juga Aident melepaskan genggaman ia melirik Alka yang menatap nya disana.


"Ayolah Aident, Alka membawa nya untuk kami bersenang-senang jangan merusak pesta." Ujar Roan membawa wine dan memberikan pada Alka.


"Ha, benar sekali. sudah lama ya, terakhir kali adalah nona Fira Flo Rista." Lanjut James.


"Lart, kau dapat hadiah dari Roan, sekarang kami dapat hadiah dari Alka."


Ruphilla tak mengerti apa maksud dari pembicaraan mereka sekarang, begitu pula Listya namun dirinya tak asing dengan nama itu.


sepertinya ia pernah mendengar nama itu, namun dimana?


...----------------...