Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter: Unexpected visit



Bau obat-obatan khas dari ruangan itu, membuat seorang wanita sudah terbiasa, ia sedang tenggelam dalam lamunan yang ia ciptakan sendiri.


Pintu terbuka menampakkan seorang perawat wanita yang selalu datang pada saat yang sama tak pernah terlewat satu hari pun. Perawat itu tersenyum kepada Listya yang menatap nya kosong, ia tahu kedatangan perawat itu.


Setelah menyelesaikan tugasnya, perawat itu langsung keluar, membiarkan Listya kembali sendiri diruang yang cukup besar bernuansa putih itu.


Tak lama, seseorang yang ia kenali masuk kedalam tanpa permisi, Ia meletakkan beberapa paperback di atas nakas. Ia juga melirik Listya yang terdiam, tak ada ekspresi.


"Apa ini?" Tanyanya penasaran pada paperback itu.


"Buah-buahan." Ujarnya.


... Hening tak ada yang mau mengeluarkan suara lagi, Listya pun tidak punya sesuatu untuk di bahas.


Tok..tok...


Suara ketukan pintu, seorang pria yang tersenyum manis dengan pakaian putih nya, dan ternyata ia tak sendiri ada beberapa orang lagi yang ikut masuk.


Listya terkejut pada ke tiga sahabat nya yang kembali datang setelah beberapa hari, ia cukup senang melihat kedatangan mereka semua.


"Hey sobat kau disini." James langsung merangkul pundak Aident.


"Aku dengar Listya bisa pulang beberapa hari lagi." Roan bergerak mendekati Listya yang berada di ranjang.


"Sedang apa kau?" Tanya Jeans pada Roan yang berhasil berada di sebelah wanita itu.


Roan memerhatikan setiap sudut tubuh Listya dari atas sampai bawah, lalu mendekatkan bibirnya pada telinga wanita itu.


"Dia tak ada disini bukan?" Bisik nya pada Listya.


Semua orang kebingungan dengan Roan, penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan.


Setelah mendengar bisikan Roan, Listya menggelengkan kepalanya, setelah itu Roan tersenyum mengulurkan tangannya mengusap kepala wanita itu gemas.


Lart dan Jack saling menatap ketika seseorang yang baru saja masuk memerhatikan dengan wajah yang kurang bersahabat.


"Roan, ingat kata seseorang. "Jangan sentuh miliknya atau Mati?" Ujar Jack tersenyum.


"Memang ada..." Tubuh nya menegang ketika atensi nya bertemu dengan Alka yang baru saja datang.


Roan bersembunyi di balik tubuh James, Pria itu kalang kabut dengan James yang ikut panik saat Roan berada di belakang nya.


"Jangan bawa aku pada masalah mu." James memberontak kepada Roan yang memegangi nya dari belakang.


"Hahaha..." Semua orang terkekeh melihat kedua pria itu.


Alka menuju sang istri yang menatap dari kejauhan, pria itu langsung mengecup kening Listya dengan sayang. Ia juga merapikan anak rambut Listya yang sedikit menghalangi pandangan kepada wajah cantik sang istri.


"Apa kau sudah makan?" Tanyanya lembut, ia ingin menanyakan hal yang sudah pasti ia tahu jawabannya.


Listya mengangguk diam, tak mau mengeluarkan suara nya, entah mengapa wanita itu menjadi pendiam beberapa hari ini.


Alka ikut bingung, biasanya Listya akan memperlihatkan sedikit sifat manja, meski hanya sedikit.


"Kami membawakan beberapa botol minuman, ayo kita minum!" Ajak Jack menampilkan lesung pipinya.


"Apa kau punya akal, ini bukan Bar." Ujar Jeans.


"Hey ayolah, lagi pula hanya minum, kami tidak akan mengganggu pasien." Sambut James ikut bergabung.


"Tunggu aku." Jeans bergegas menyusul ke empat pria itu.


Sedangkan Rose, Lucy dan Jessica menghela nafas panjang melihat tingkah suami mereka sendiri, tujuan datang kemari bukan lah untuk itu.


Karena tak ada celah untuk mendekati Listya, akibat pria yang bernama Alka itu yang masih ada bersamanya terpaksa para wanita itu ikut berpartisipasi dalam acara suami mereka.


"Bagaimana dengan Geby dan Fatia, mereka masih belum datang." Lucy


"Mungkin mereka masih di jalan." Ujar Jeans tersenyum mengacak Surai istrinya itu gemas apa lagi dengan poninya yang khas.


"Jangan mengacak rambut ku, aku baru saja ke salon." Tukasnya mengeluarkan sebuah sisir dari tas mini miliknya.


Ia menatap sinis sang suami, dan menyisir kembali poni cantik miliknya, jika di pikir-pikir bukanlah pasangan itu sangat mirip karena memiliki gaya yang cukup perfeksionis.


...


Listya hanya menatap kegiatan teman-temannya, yang sedang tertawa bersama, hati nya sedikit tenang dengan kedatangan mereka.


Sementara Alka sibuk mengendus aroma sang istri dengan rakus, ia tak perduli dengan sekitar nya, ia baru saja pulang dari kantor dan sangat merindukan wanita satu ini.


" Apa kau mau buah?" Tanyanya mengambil beberapa macam Buah di atas nakas.


Listya tak menolak namun ia juga tak mengindahkan pertanyaan pria itu, tanpa pikir panjang Alka mengambil beberapa anggur dan memasukan buahan itu ke mulutnya sendiri.


Ia duduk di tepi ranjang sang istri sembari memerhatikan kondisi wanitanya, setelah memakan tiga buah anggur, ia kembali mengambil sebuah apel dan pisau kecil di dalam laci nakas.


Sedikit demi sedikit mengupas benda bundar itu, setelah di kira bersi baru lah ia potong menjadi bagian-bagian kecil agar Listya dapat memakannya.


Listya hanya bisa diam memakan apa yang di berikan untuk nya, saat tengah asik dengan kegiatan mereka.


Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan itu dan mulai menoleh ke arah pintu yang masih tertutup.


"Masuk." Ucap Jeans.


Setelah mendapat persetujuan pintu pun perlahan terbuka hingga menampilkan dua orang wanita.


"Kalian sudah datang." Ujar Lucy melirik mereka berdua.


"Iya." Fatia berjalan menuju pria dan wanita yang sedang duduk di depan telivisi.


Sedangkan Geby, ia masih membeku menatap pria yang sedang menyuapi seseorang di hadapannya.


Hatinya sangat tidak patuh saat ini, ia menggenggam erat telapak tangan nya melihat kedua manusia itu.


"Tenang lah, kita akan menyingkirkan serangga itu nanti." Batinnya


Lalu ikut bergabung bersama Kakaknya dan yang lain. Namun matanya sama sekali tak mau lepas pada pria itu, ia terus mendambakan bibir hidung wajah dan setiap detil tubuhnya yang selalu menjadi obsesi terbesar nya.


Selama ini ia percaya jika pria itu tidak mungkin memiliki perasaan pada wanita manapun, maka dari itu ia mau ikut bersama kakak pindah ke negara lain.


Ia pikit tak masalah, ia pikir akan bertemu lagi dengan pria itu dan menjalin hubungan kasih. Dulu saingan nya adalah wanita yang berada tepat di hadapannya, wanita cantik dengan rambut hitam bergelombang dan mata yang tampak seperti kucing.


Ya, Jessica. Dia sempat menjadi saingan untuk dirinya, Namun dilihat dari mana pun, pria yang bernama Alka itu sama sekali tak menunjukkan ketertarikan pada wanita itu. Bahkan pada setiap wanita yang mendekati nya, termasuk dirinya sendiri.


Akan tetapi itu bukan lah kendalanya, yang menjadi kendalanya sekarang ada wanita yang berhasil mendapatkan pria sempurna itu.