Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
chapter: to somewhere



Listya melihat Jam masih 12.00 siang, ia berjalan menuruni tangga sementara Dehan sudah berangkat kerja dari tadi pagi. Listya mengambil susu kotak dari kulkas dan duduk di kursi dapur.


Terasa sangat tenang, namun ketenangan itu harus kandas karena teriakan seseorang.


"Kakak. " Pekiknya siapa lagi kalau bukan Aident.


Ia masuk tanpa permisi dan dapat ia lihat Listya yang tengah duduk sambil meminum susu kotak di dapur.


"Dimana Kakak? " Tanyanya.


Listya memutar matanya malas.


"Apa kau bodoh atau otak mu rusak?


bukan kah kau adiknya seharusnya kau tahu dia sedang bekerja." Ucap Listya tanpa mengalihkan pandangan.


"Ck." Aident berdecak namun terdiam saat menatap leher jenjang Listya yang dipenuhi bekas merah.


Ia langsung mengalihkan perhatian ke susu kotak yang sedang di minum Listya saat ini. Tanpa pikir panjang Ia merebut susu kotak itu dari tangan Listya.


"Hey apa yang kau lakukan " Listya membulatkan matanya saat Aident meminum susu bekas nya.


Aident menghabiskan susu itu tak tersisa sedikitpun, dan membuang kotak susu yang sudah habis sembarang arah.


"Kenapa kau mengambilnya? Itu milik ku." Ucap Listya dengan wajah kesalnya.


"Setelah ku pikir-pikir dada mu ternyata lumayan." Ucapnya tersenyum tanpa dosa.


Listya menyilang kan tangannya, oh orang ini benar-benar membuatnya naik darah. Pandai sekali membuat Listya menggebu ingin menjambak rambutnya.


"Apa kau orang gila." Listya dengan wajah yang memerah.


"hahahaha." Bukan nya takut Aident malah terbahak dibuatnya.


Listya memukuli badan Aident hingga pria itu meringis, meski hanya bohong. Mana mungkin pukulan Listya membuat nya sakit, bahkan ketika peluru tembus di badannya ia masih bisa tertawa dan menahannya.


"Akkh apa yang kau lakukan bodoh."


"Dasar orang GILA." Ucap Listya meninggalkan Aident.


Aident sekarang akan memiliki hobi baru ya itu membuat Listya naik darah. Entahlah ia menyukai wajah gadis itu yang memerah karena marah dan terkesan imut di matanya.


Ia tak ambil pusing dengan detakkan jantungnya yang lebih cepat saat melihat Listya. Dulu ia berfikir jika Listya adalah wanita jal*ng yang ingin kekayaan Dehan seperti wanita lainnya.


Tapi ia salah setelah melihat Listya yang mencoba kabur beberapa kali tanpa sepengetahuan Dehan.


Ia selalu mengamati gerak gerik Listya, tentu ia paham apa yang di lakukan wanita satu ini. Disaat wanita menginginkan Dehan ia malah sebaliknya.


Ia tak memanfaatkan Dehan, Listya adalah wanita istimewa, tak heran Dehan bisa terobsesi padanya. Aident sebagai Scout dari kelompok nya bisa sangat mudah membaca maksud seseorang.


.........


Listya kembali ke kamarnya, ia masih merasakan nyeri dan memilih untuk menidurkan tubuh mungilnya di kasur yang empuk yang berukuran king size. Tak butuh lama ia langsung terlelap, jujur tubuhnya sangat lelah.


Dehan pulang lebih awal lagi, karena pekerjaannya memang sudah selesai.


Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 03.05 siang.


Ia berjalan dengan gagah menuju kamarnya tanpa menyapa beberapa pelayan yang tersenyum ramah.


Cklek ..


Pintu terbuka menampilkan wanita yang terlelap cantik, Oh benar-benar mengiurkan.


Dehan menutup pintunya melihat sang istri, ia tersenyum sedikit mengelus pipi lucu itu.


Istrinya ini selalu membuat nya lepas kendali saat melihat nya, Dehan merebahkan tubuhnya memeluk tubuh Listya dari belakang.


"Apa kau baik? " Bisik Dehan ditelinga Listya.


Listya yang merasakan itu merasa geli dan terusik dari tidurnya, Dehan makin mengeratkan posisinya, mengelus lembut surai Listya,dan menghirup aromanya yang memabuk kan bagi Dehan.


.........


Listya mengerjab kan matanya, hal yang pertama kali ia Lihat adalah seorang pria sedang tidur memeluknya.


Ia melihat jam dinding sudah Jam 06.00 sore, ternyata ia tidur terlalu lama. Listya mencoba melepaskan pelukan pria itu pelahan agar ia tak terbangun.


Sedikit lagiii....


"Mau kemana? " Suara yang serak khas bangun tidur.


Listya terkejut mencoba tenang, melepaskan sepenuhnya pelukan pria itu, namun tak lama saat Dehan kembali menarik tubuhnya hingga kembali terbaring di kasur dengan kali Dehan menahan tubuh Listya dan membuat nya tak bisa bergerak.


"ti-tidak."


Dehan menenggelamkan wajah pada celetuk leher Listya dan membuat tanda disana padahal tanda yang dibuatnya semalam belum hilang dan ia sudah menambahnya lagi.


"Hentikan." Ucapnya menahan geli.


Sementara Dehan tersenyum bangga melihat maha karya yang ia buat.


"Aku mau mandi."


" Kau sangat harum." Dehan masih dengan posisi menghirup aroma tubuh mungil itu.


Memang benar Listya memang harum, tentu saja apapun kebutuhan Listya adalah kualitas terbaik apa lagi itu sangat memabuk kan untuk Dehan.


"Ayolah." Mohon Listya.


Dehan melepaskan pelukan dan duduk, memerhatikan Listya yang tersenyum dan berlari menuju kamar mandi.


.........


Pukul 08.00 saatnya untuk makan malam.


Listya duduk merenung di samping jendela entah apa yang ia pikirkan, saat Dehan keluar dari ruang kerjanya dan berpasan dengan seorang pelayan.


"Tuan saatnya makan malam. " Ucap nya membungkuk hormat.


Dehan mengangguk mengerti, dengan wajah tampannya yang selalu datar m


"Saya akan memanggil nyonya." Ucap pelayan itu lagi.


"Tak perlu, biar aku saja." Dehan melangkahkan kakinya menaiki tangga ke kamar.


Cklek...


Pintu terbuka menampilkan seorang wanita sedang duduk memeluk kedua lututnya,Dehan menatap Listya sebentar sebelum memerintah beberapa pelayan menuju kamarnya.


"Bersiaplah." Ucap Dehan.


"..." Listya terkejut melihat Dehan.


Dehan keluar dari kamar tanpa menjelaskan maksudnya, tak lama pelayan datang dan langsung menuntun Listya.


Style Listya.




Listya melihat Dehan sedang bersandar di pintu dengan senyum yang mencurigakan.


"Ayo." Ucap Dehan memegang tangan Listya.


Saat ini mereka ada di mobil Dehan sendiri yang mengemudikannya, di dalam mobil Dehan tak melepas pegangan nya sama sekali pada sang istri.


Listya bingung ini pertama kali nya Dehan membawanya keluar saat malam.


"Kita mau kemana?" Tanya Listya menatap Dehan.


Dehan tersenyum menatap Listya dan kembali fokus menyetir.


.........


lovely kasih like nya dong, jangan baca aja semangatin ****author 😢****