Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter: party



Dan di sinilah mereka sekarang, butik terbaik di kota ini. Alka yang duduk santai di sofa menunggu sang istri keluar, melipat kedua tangannya di dada.


Listya tampak lusuh keluar dari ruang ganti, ia menatap pria itu kesal.


"No."


Satu kata yang keluar dari mulutnya membuat Listya tersenyum paksa, kembali kedalam untuk mencoba gaun lainnya.


Sudah hampir setengah jam, dan belum ada satupun gaun yang cocok untuknya, karena pria itu terus menolak apapun gaun yang ia kenakan.


Seperti nya kita ingat jika dia mengatakan Listya boleh memilih dress nya sendiri, namun kenapa malah pria itu yang memilih gaun untuk nya.


Oh ayolah, semua yang istrinya kenakan benar-benar luar biasa, ia saja terpukau dengan kecantikan sang malaikat, namun sangat tidak adil membiarkan orang-orang melihat sesuatu miliknya bukan, apa lagi semua gaun itu mengekspos setiap inci tubuh istri kecilnya.


Sudah hampir enam kali ia terus berganti pakaian, dan ini yang ketujuh. Ia keluar dengan wajah malas, pasti kali ini sama.


Seketika pria itu diam, cukup lama sehingga Listya bosan menunggu dengan jawaban yang sudah di tebak...


"Bagus."


"Ha." Listya terkejut.


"Baik, ini saja." Ujar tersenyum berdiri menghampiri Listya.


Sebenarnya ini masih terlalu terbuka, tapi tidak seperti gaun gaun sebelumnya. Alka menangkup pipi putih dengan sedikit merah muda itu lembut, ia tersenyum mengecup bibir hati istri kecilnya itu.


"Tuan, nyonya sangat cantik." Ujar pemilik butik itu, ia harus turun tangan sendiri untuk melayani dua orang ini. Suatu kehormatan melayani manusia ini, pelanggan spesial and the best.


" Tentu." Ucap Alka memperlihatkan smirknya.


.........


"Keluar kan semua gaun." Ujar seorang gadis masuk.


"Ah, nona Ruphilla, maafkan kami. Gaun ekslusif hari ini sudah habis, kami hanya beberapa gaun yang tersisa." Ujar salah satu pekerja di sana membungkuk.


"Ahhh sial sekali, keluar kan aku ingin lihat."


"Baik."


Setelah mengepaskan gaun itu, ia tersenyum melirik kaca yang memantulkan tubuhnya yang begitu indah.


"Bukan kah aku cantik." Ujarannya percaya diri.


"Ten..tu nona." Ujar pekerja itu Gugup.


.........


Alka memasang dasinya, dengan jas hitam formal nya, ia melirik Listya yang sedang menunggu tidak sabar. Lihatlah raut wajah lucu itu, apa boleh ia memakan nya?


Listya berkacak pinggang, menunggu iblis itu, ia sudah selesai dari tadi tapi lihat pria itu ia dengan santai masih memasang dasi. Dirinya sudah tak sabar apalagi gaunnya malam ini agak sedikit berat dari biasanya.


Alka selesai, ia berjalan santai membantu Listya masuk kedalam mobil, setelah melajukan mobil Listya tampak tertegun menatap punggung mobil yang ia kenal.


"Lihat, itu mobil kak Jeans." Listya menunjuk mobil putih yang tepat di depan mobil hitam mereka.


"Hmm." Alka sudah menyadari itu bahkan sebelum Listya.


"Dia pergi juga?"


"Hn." Listya mengangguk dan tersenyum, itu artinya ia tidak sendirian nanti, ada Lucy.


Mobil itu datang tepat di sebuah gedung megah, cukup mewah namun tidak semegah pernikahan Lart dan Jessica.


Mereka turun dari mobil, dan di suguhi pemandangan yang cukup menegangkan saat kamera terus memancarkan cahaya.


Listya yang turun agak tidak fokus, ia memeluk lengan Alka, pria itu tampak santai membawa Listya masuk kedalam gedung.


.........


"Tuan...." Seorang pria berbisik pada pria paruh baya.


"Benarkah." Ujarnya mendapat berita yang cukup mengejutkan.


Seorang gadis dengan gaun abu-abu nya berjalan sombong saat semua memandang nya kagum, cantik dan sungguh menggoda.



Semua mata tertuju padanya, semua pria memusatkan pandangan pada gadis itu.


Ia berjalan menuju pria paruh baya yang sedang tersenyum padanya.


"Ayah.." Ujarnya.


"Kau cantik sekali sayang."


"Tentu ayah, seorang putri memang harus cantik."


"Ayah punya kejutan padamu."


"Apa?"


"Alka akan datang, jadi bersiaplah."


"Benarkah?"


"Kapan?"


"Hitung mundur di mulai, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9...10." Ia berbalik menatap pintu masuk.


Begitu pula seisi ruangan, menatap kedatangan kedua manusia itu. Semua pandangan tertuju pada mereka berdua, terutama seorang wanita di samping Alka.


"Ayah, i..tu siapa?" Ujar Ruphilla tak percaya.


"Ahh mungkin itu hanya wanita mainan nya." Ujar Rapillius menebak-nebak.


Tidak mungkin seorang Alka sudah memiliki seorang wanita, kalau pun sudah pasti hanya mainan saja.


"Benarkah." Ruphilla tampak tertegun melihat wanita, sangat cantik namun tidak secantik dirinya, ya itu lah yang ia pikirkan sekarang. Ia terus beranggapan jika dirinya lah yang paling cantik di pesta ini.


.........


Listya tampak bingung, dress hitam dengan sedikit Glitter yang berbalut tubuhnya begitu indah sehingga semua orang tak henti-henti menatap nya.



"Alka?"


Alka sedikit membungkuk saat sang istri ingin membisikan sesuatu padanya.


"Kenapa mereka terus menatap kita?"


Ucapan itu membuat Alka terkekeh, bukankah sudah jelas jika sang istri sangat menawan malam ini, lihatlah istri mungil nya sangat cantik seperti Dewi Yunani. Namun sekian detik ia tersadar, lalu menatap tajam semua orang yang ada di sana sehingga mereka menunduk dan melanjutkan aktivitas sebelumnya.


"Ayo," ia menarik tangan mungil Listya.


Listya melambaikan tangan nya pada wanita yang ada di pojokan sedang duduk manis Di sana.


"Apa yang kau lakukan disini?" Ujar Lucy tak percaya.


"Aku juga di undang."


Yup


" Bukan, bukan itu maksudku. Aku pikir Alka tidak akan setuju pada pesta ini.


"Memang." Jawab Listya polos.


"Aku memaksa nya." Ujarnya tanpa dosa.


"Ahhh kau ini."


.........


Alka terus melirik Listya dari kejauhan, ia tak tahan melihat wanita itu sendiri, seperti nya ia sedikit bermasalah dengan penglihatan karena tidak melihat sosok Lucy.


"Tuan Dehan, ahh maaf. Maksudku Alka, kau sudah datang." Ujar Rapillius menghampiri Alka di sana.


"Tuan Rapillius, senang melihat mu." Potong Jeans.


"Ahh Tuan Jeans, apa kabar mu?"


"Tentu saja aku baik. Aku dengar kau akan membangun sebuah gedung besar." Jeans tersenyum.


"Ahh itu benar, aku membangun itu untuk putriku." Ujar tersenyum.


"Kau mempunyai putri?" Jeans semakin antusias.


"Tentu saja, ia seorang model."


"Ahh begitu rupanya."


"Ya dia ada di pesta ini, apa kau mau berkenalan?"


"Tentu saja." Balas Jeans ramah.


"Tuan Alka?"


Alka tak menggubris, ia masih memandang Listya di sana, membuat Jeans menggelengkan kepalanya.


"Kau bisa panggil dia." Jawab Jeans mewakili Alka.


Rapillius tersenyum, jika dengan mainan saja sangat peduli, apa lagi dengan istrinya nanti. Anaknya sangat beruntung.


"Baiklah."


"Panggil Ruphilla." Ujarnya menyuruh sekretaris nya.


"Baik."


.........


"Nona, anda di panggil Tuan."


"Ahh sudah saatnya ya."


Ruphilla berjalan menuju Ayahnya, namun sebelum itu ia memandang seorang wanita yang sedang memakan puding bersama wanita lainnya.


Matanya menajam, dan begitu sinis pada wanita itu, hingga sang wanita mengernyitkan dahi bingung.