Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter: visit the queen



"Apa yang kau lakukan sayang ku, kenapa kau melakukan ini padaku? Kau sudah menikah dengan wanita lain, kau tahu? Hatiku sakit melihat semua ini." Ucap nya menatap pantulan dirinya pada sebuah cermin besar di sana.


"Aku begitu sabar, aku begitu baik hati dan perasaan ini murni hanya untuk mu sayang, apa aku melakukan kesalahan sehingga kau menghukum ku begini?" Pertanyaan demi pertanyaan ia lantunkan untuk dirinya sendiri.


Crankkk...


Yang tadinya wajah yang sempurna, kini Hanya beberapa serpihan wajah yang masih terlihat di cermin yang baru saja pecah.


"Ha-ha-ha!!!!" Tawa yang begitu pilu di iringi air mata yang tak terbendung lagi.


Mata yang tadinya indah berubah menjadi sedikit menyeramkan, karena hiasan yang ia kenakan luntur hingga menimbulkan bekas hitam di kedua kelopak mata indah itu.


"Kenapa, apa yang terjadi. Aku lebih cantik dari jal*ng itu!!!" Jeritnya lagi keluar dari kamar mandi.


"Cari tahu tentang wanita itu sekarang."


Tut..


Setelah selesai Merapikan diri, ia keluar dari dalam rumah yang terbilang mewah itu. Dengan senyum menghiasi wajahnya, dan masuk ke dalam mobil kuning yang terparkir di depan rumah.


Ia mulai menancapkan gas pergi dari sana, dengan kecepatan rata-rata, jalanan membawa nya pergi ke sebuah mansion yang sangat megah, ia sangat merindukan tempat ini. Ia tahu betul ini adalah tempat sang pujaan hati nya melakukan aktivitas sehari-hari.


Setelah sampai di gerbang, ia masih harus meminta izin pada penjaga yang ada di sana.


"Apa Tuan ada?" Tanyanya.


"Tuan baru saja berangkat menuju kantor." Jawab penjaga tegas.


"Buka pintu, aku ingin mengunjungi istri Tuan." Ujar nya.


"Maaf, kami harus meminta izin terlebih dahulu."


"Ayolah...."


Tittt...


Kebisingan terjadi pada saat mobil hitam membunyikan klakson nya, dari belakang.


Timbul sebuah ide dari benak Geby dan turun dari mobil nya, menghampiri mobil itu.


Tok tok


Ia mengetuk kaca mobil hitam itu sampai kaca terbuka secara perlahan, menampilkan seorang pria yang begitu tampan.


" Maaf Kak, bisa kah aku ikut bersama mu, aku ingin menjenguk Listya." Ucapnya dengan wajah memelas.


Jeans yang akan memeriksa keadaan Listya rutin setiap tiga hari, terkejut dengan kedatangan Geby. Ia sebenarnya tahu betul bagaimana wanita satu ini, dari dulu selalu membuat masalah hanya untuk menarik perhatian dari adik sepupu nya, yang tak lain adalah Alka.


Namun sejak pindah ke negara lain, seperti nya ia sudah sangat berubah, tak ada niatan aneh dari tatapan mata itu. Setelah sedikit berfikir Jeans mengangguk tersenyum, membiarkan Geby masuk kedalam mobilnya.


"Tuan, ..."


"Tak apa, dia bersama ku." Ujar Jeans pada para penjaga.


Setelah pintu gerbang terbuka, mobil hitam itu mulai berjalan menyusuri pekarangan mansion milik Alka.


Tempat ini adalah istana yang di impi- impikan oleh setiap wanita, tak terkecuali Geby, yang menganggap Mansion ini kerajaan nya. Ia akan menjadi ratu disini, bukankah begitu?


Namun sebelum jadi ratu ia harus menyingkirkan permaisuri yang diam diam sudah mengambil tempat nya saat ini.


Ia lengah, ternyata keputusan ikut pindah ke negara lain bukanlah baik untuknya dan lihat hasilnya.


Ia mengeram dengan wajah tersenyum menatap Jeans yang sibuk mengemudi, tangan yang di hiasi kuku indah itu mengepal kuat dan kembali menatap lurus ke depan.


"Mari Tuan, nyonya sedang di kamar." Ujar salah seorang pelayan di sana.


.........


Tok...tok...


Pintu terbuka menampilkan seorang pria dan ternyata tak sendiri, Listya yang sedang di suapi tertegun, sembari tersenyum hangat menatap pria itu.


"Bagaimana kabar mu hari ini Bunny?" Ujarnya manis melihat beberapa perawat membersihkan sisa makanan Listya.


"Ahhh sangat membosankan... Aku tidak bisa keluar dari tempat ini." Rajuk nya dengan wajah sedih.


"Antibiotik, sudah diberikan?"


"Sudah Tuan."


Listya hanya menatap kegiatan pria itu bersama perawat nya, namun pandangan beralih pada seorang wanita yang sangat familiar, ya siapa yang tidak ingat wanita yang satu ini. Bukankah dia Geby.


"Hai Listya, apa kau baik-baik saja?" Sadar jika dirinya di awasi, Geby menyapa permaisuri itu dengan sedikit khawatir.


"Ya, aku baik." Ujar Listya membalas senyuman itu.


.........


"Ahhh ini, aku membawa strawberry terbaik dari negara ku dulu. Aku pikir ini akan membantu mu sembuh lebih cepat, dan kita bisa pergi berjalan-jalan lagi." Ujar Geby mengeluarkan sebuah paperback yang memang ia gandeng dari tadi.


"Ahhh benarkah? Aku memang ingin makan sesuatu yang asam dan manis, terimakasih." Senang sekali, Listya sedikit tersanjung dengan mata berkaca-kaca.


"Apa Listya bisa memakan buah itu?" Geby menatap Jeans yang ternyata memerhatikan kedua wanita itu.


"Ya, itu bagus." Jeans sedikit tersenyum lalu membenarkan infus Listya, melihat apa benda itu ada yang salah atau tidak.


Sekitar lima belas menit, Jeans dan Geby menemani Listya. Akhirnya Jeans memilih untuk pergi terlebih dahulu, Karna rumah sakit membutuhkan nya.


" Tak apa, aku di sini saja. Aku ingin berbincang lebih lama dengan Listya." Ucap Geby.


Jujur jika Jeans tak enak hati harus pergi, namun seperti nya Geby tidak bisa berbuat apa-apa dengan Listya jika kondisinya berada di kediaman Alka. Hati sedikit lebih ringan sekarang untuk meninggalkan ke dua wanita itu.


.........


Disini lah mereka sekarang, masih tetap di kamar Listya. Geby berjalan santai melihat kamar itu dengan seksama. 'Black' memang menjadi ciri sang pujaan hati.


Ia belum pernah sekalipun masuk ke tempat sakral ini seumur hidup nya, tapi apa yang terjadi sekarang, dulu ia beranggapan jika ia adalah wanita yang pertama kali masuk kedalam ruangan ini. Namun lihat wanita lemah yang jelek itu, kenapa dia begitu mudah bisa berada di singgasana yang selalu menjadi miliknya.


Kasur itu adalah miliknya, semua yang ada di sini adalah miliknya sedari awal. Wanita seperti gadis bodoh ini tak sepantasnya berada di sini, hanya dia yang berhak tak ada orang lain.


Geby juga tidak sama sekali melunturkan senyuman nya, kala melihat bingkai gambar yang terletak di sekitar nakas.


Namun lagi-lagi dan lagi tangannya mengepal saat ternyata tak hanya pria nya, namun wanita itu juga ada di samping bingkai sang pria.


"Kapan gambar ini di ambil?" Ujarnya mengangkat bingkai itu memperlihatkan pada Listya yang sibuk makan strawberry.


"Ahhh aku tak ingat, aku tidak tahu jika itu di ambil." Ucapnya kembali menyantap buah strawberry itu dengan damba.


" Apa maksudmu, kau tidak tahu jika kau di potret?" Tanya Geby terkekeh pelan.


"Ya, aku tidak tahu."


"Omong kosong apa ini." Batinnya menjerit ingin menjambak rambut wanita ituuu sekarang.