
" Ini putri saya satu-satunya, ayo sayang perkenalkan dirimu."
" Perkenalkan nama saya Ruphilla." Ruphilla tersenyum melirik Alka.
"Senang bertemu dengan mu Ruphilla." Ujar Jeans, saat Alka bahkan tak melirik wanita cantik itu.
" Kau sangat cantik Ruphilla." Puji Jeans tersenyum.
" Terimakasih tuan."
"Aku Je.." Belum sempat Jeans melanjutkan ucapannya namun langsung di potong oleh wanita itu.
"Tuan Jeans, benar bukan." Tebak Ruphilla.
" Ahhh benar, ternyata kau tahu."
" Siapa yang tak mengenal anda." Ujar Ruphilla terkekeh.
"Ahhh kau ini, sangat pandai berbicara. Ayah mu menurunkan sifatnya pada mu dengan sangat kental ternyata." Jeans ikut tertawa.
"Ahh di sebelah ini,..."
"Tuan Dehan, ahh maksudku Alka." Jeans tersenyum melirik Alka yang sudah begitu panas saat beberapa pasang mata mengamati sang pujaan hati di sana.
"Oh ****!!!" Ucap beranjak dari sana.
" Maafkan saya, dia memang sedikit pemarah." Jeans tersenyum menggaruk lehernya yang tak gatal sama sekali.
"Tak masalah tuan, lagi pula kami tidak terlalu memikirkan nya." Rapillius membalas dengan senyuman maklum.
"Ahh tidak baik, memperlakukan rekan kerja dengan tidak sopan. Apa lagi kita sudah banyak melakukan kerja sama yang besar. Dan kau adalah salah satu teman kakek." Jeans jadi tak enak hati menatap pria itu.
"Ahh kau ini, bukankah kita tahu jika Tuan muda Alka sangat pemarah. Dari kecil dia memang seperti itu, aku sudah terbiasa, jadi tidak perlu khawatir." Rapillius meminum wine yang baru saja di antar oleh salah satu maid.
"Lalu bagaimana dengan nona Ruphilla? Apa sudah memiliki calon?" Tanya Jeans penasaran.
"Ahh, Kami akan membicarakan pernikahan nya selesai acara nanti." Potong Rapillius.
"Begitu ternyata, aku sangat senang mendengar nya." Jeans
"Kami akan memberikan sedikit kejutan." Ujar Ruphilla.
"Aku tidak sabar." Kekeh Jeans berbisik.
...
Setelah duduk di samping sang istri, dirinya sedikit lebih tenang, namun berbeda dengan wanita itu yang malah cemberut saat Alka duduk dengan nya.
Pembicaraan yang menyenangkan menjadi keheningan seperti biasa, saat pria iblis itu muncul, lihat Lucy yang tersenyum kecut saat berada di depan pasangan itu.
Sedangkan Alka sibuk menggenggam tangan kecil istrinya ala posesif, seakan jika terlepas sedetik saja maka tangan itu akan kabur bersama sang kekasih.
"Aku mau makan, lepaskan tanganku." Ujar sedikit menarik lengan nya.
"let me feed it." Ujar Alka santai.
"Aku bisa makan sendiri, tangan ku tidak cacat." Ketus Listya.
"Ouhh jadi kau ingin tangan mu cacat?" Alka memasang wajah datarnya.
"Yayaya, suapi aku." Dalam hati Listya terus menyumpahi pria bajingan, kejam dan tidak berperasaan ini.
Alka menyendok cake cokelat yang ada di atas meja, menyuapi Listya. Dan lihat wajah senyum nya itu sangat menjengkelkan, jika saja Listya bisa ia ingin sekali menjambak rambut pria itu sekarang.
...
"Baik mari kita mulai acara kita hari ini." Ujar MC.
"Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi keluarga Ocean, pertunangan putra sulung nya Robert dengan nona Sofia. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah bagi pasangan ideal ini."
Sementara Listya ikut tidak bertepuk tangan karena telapak tangan yang masih setia di genggaman sang iblis.
Setelah selesai dengan ritual pertunangan sekarang adalah sesi dansa bagi pasangan yang ada di sana. Bahkan Lucy dan Jeans ikut andil dalam kegiatan tersebut, mereka sangat menikmati setiap alunan musik.
Listya hanya terdiam tersenyum pada saat yang bersamaan, Dehan tak terlihat terlalu tertarik pada dansa. Ia hanya duduk menyaksikan semua orang yang sedang bersenang-senang.
"Tunggu, siapa itu?" Mata Listya terbuka lebar saat atensi nya menangkap sosok pria yang berjalan menuju mereka.
"Kelinci bodoh itu mengapa di sini." Ujar nya dalam hati.
Aident duduk di hadapan Alka dengan senyum tipis hampir tak terlihat jelas. Listya sendiri tidak menyadari nya, ia fokus melihat pakaian pria itu, wow sedikit berbeda dari biasanya.
"Kenapa kau datang kemari."
"Apa kau saja yang di undang?" Sinis pria itu.
"Acara nya sudah selesai, kau telat." Balas Listya tak kalah sinis.
"Terserah diriku." Ketus pria itu.
Cukup lama mereka bertiga terdiam, Alka sedikit tersentuh melihat wajah cantik istri kecilnya begitu lesu.
Alka berdiri, membuat Listya kebingungan, ia menuntun Listya untuk ikut bangun bersama nya, lalu berjalan menuju tumpukan orang orang yang sedang berdansa.
"Apa kau bisa berdansa?"
Listya menggelengkan kepalanya, ternyata pria iblis ini mengajak nya berdansa, yang benar saja namun tidak begitu buruk. Listya memang tidak memiliki pengalaman berdansa seumur hidup nya.
Alka mengalungkan tangannya kekar nya pada perut datar wanita itu menarik nya agar lebih dekat hingga Listya dapat merasakan nafas nya, begitu pula aroma tubuhnya yang maskulin.
Jika wanita biasa mungkin akan menggila mencium aroma tubuh pria ini, sangat menggoda namun itu tak berlaku pada wanita bernama Alistya queenetya, ia sudah membenci pria itu hingga tidak perduli tentang apapun dari pria itu.
Kadang sesekali ia akan memuji fisik iblis itu namun tidak sampai menyukai nya. Alka membuat Listya memegang lehernya, begitu dekat, seluruh penonton tertegun menyaksikan dua insan itu.
"Ikuti langkah ku." Pinta Alka.
Listya ragu-ragu sedikit mengikuti langkah pria iblis itu, namun perlu keseimbangan, dan lihatlah sekarang, sudah tiga kali ia menginjak kaki pria itu.
Alka sendiri memaklumi kondisi wanitanya, ia tentu akan melakukan les privat dansa nantinya untuk sang istri, setelah sampai di mansion nya.
"Maaf." Ucap wanita itu saat kaki nya kembali menginjak kaki Alka.
"Don't worry Dear." Ujar Alka santai.
Ia selalu menikmati setiap detik kebersamaan dirinya dengan belahan jiwa, tak ada rasa bosan sedikit pun dihatinya. Ia selalu berusaha agar tetap seperti ini kedepannya, dirinya yang masih bersama sang istri.
"Hey apa ini?"
Jeans dan Lucy menghampiri kedua nya, dengan wajah tersenyum. Jeans sendiri bingung belum pernah ia melihat Alka berdansa seumur hidup nya. Dan kini lihat pemandangan yang cukup menarik ini, pria sedingin es itu berdansa.
"Sweety, mau berdansa dengan ku?" Ajak Jeans tiba-tiba.
Listya hendak meraih uluran tangan pria itu dengan senyum termanis nya, hingga menampilkan deretan gigi putih kecil nya.
"Don't force me to cut off your arm, Jeans." Tukas Alka, tatapan mata menjadi tajam.
"Ayolah sekali saja." Rajuk Jeans.
Listya yang takut mendengar ucapan sang iblis langsung menarik lengan nya kembali. Dapat ia lihat raut kekecewaan Jeans, tapi untuk kebaikan bersama, ia tak mau lengan pria itu buntung karena nya.
Bisa-bisa Lucy membencinya seumur hidup."
"Tak apa kak, aku tidak begitu mahir."
semangatin author terus ya, biar cepat update...🥰😥