
"Apa kau mengerti?"
"Ya." Listya.
Dehan menarik nafas, mencoba tenang, karena dapat ia lihat gadis itu ketakutan sembari menahan Amarahnya.
Dehan membawa Listya pada pangkuan nya, masih menatap nya tajam...
"Apa kau akan menghukum ku? "
"Mungkin." Ucap Dehan datar.
"Ja- jangan hiks"
"Risyta."
Listya tak mau menjawab, ia lebih memilih menangis lebih keras lagi.
"CK, diam dan tidurlah." Ucap Dehan mengangkat Listya berbaring.
Ia memeluk Dehan erat tak membiarkan nya bergerak leluasa agar ia tak melakukan apapun. Pria itu pasrah membalas pelukan istri kesayangan.
.........
"Cari tahu." Ucap Dehan pada anak buahnya.
"Baik tuan." Seorang pria membungkuk pergi.
.........
Cklek..
Dehan masuk ke sebuah ruangan, dengan bau khas obat-obatan, Dapat ia lihat Aident terbaring lemah disana.
Ia memandangi pria itu, dengan satu tangan berada dalam saku celana yang ia kenakan.
Aident mengerjap kan matanya, merasakan keberadaan Dehan yang sangat mudah di tebak.
"Kak. " Ucap nya serak.
"Hmm."
"Maaf." Ucapnya menyesal telah membahayakan nyawa nya.
Dehan tak menjawab, ia hanya diam menatapnya datar.
"World Poison."
# (Racun dunia)
Dehan menyeringai, ternyata mereka, jadi benar apa yang dikatakan oleh Jack, mereka mulai bergerak.
World Poison adalah musuh Dehan, komplotan yang sangat misterius hampir tak pernah muncul.
Itu lah yang membuat Dehan sangat ingin menghabisi komplotan itu, Jantung nya berdegup kencang ia sangat menyukainya, ini benar-benar menyenangkan.
Apa lagi, saat mereka menyerang sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan nya, tentu dada nya berdebar ingin menguliti mereka semua.
.........
Listya terbangun dari tidurnya, memerhatikan sekeliling tak ada tanda-tanda keberadaan pria iblis itu dan sekarang ia dapat bernafas lega.
"huh~~" Listya bangkit menuju kamar mandi.
Setelah selesai pelayan masuk membantu nya, Setelah selesai berpakaian seperti biasa ia berjalan-jalan keliling mengelilingi Mansion.
Hari ini tujuan nya adalah kolam renang, Listya melihat setiap inci kolam itu, benar-benar dalam mungkin___
Ia sama sekali tak pandai berenang, maka dari itu ia hanya duduk di tepi, memasukan kakinya saja ke dalam kolam itu.
.........
Hari ini mood Dehan sedang baik, ya mendengar kabar World Poison dan Juga hari ini, ia akan menghukum istri tercinta nya.
Maka dari itu, ia pulang lebih awal untuk menghukum wanita nakal itu, Mobilnya memasuki pekarangan rumah.
Dehan membuka jasnya meninggalkan kemeja putih, dan menuju sang istri yang sedang berada di kolam renang.
Listya menyadari Dehan sedang berjalan menuju dirinya, dengan senyuman yang dapat ia rasakan itu bukanlah sembarang senyum,
Listya berdiri menatap Dehan takut-takut pria itu langsung mengecup kening nya, ya seperti biasa.
Turun ke bibir, tangan leher dan ia mulai nakal menyentuh bagian intim Listya, jangan bilang orang itu akan melakukan nya disini, tiba-tiba Listya refleks mendorong tubuh Dehan.
Dehan yang tak menyangka itu pun, tak memiliki pertahan dan...
Crassstt...
Dehan terjatuh ke dalam kolam.
Seluruh tubuhnya basah, ia menyeringai ohh sungguh Listya menguji kesabarannya saat ini.
Listya menutup mulutnya, saat tubuh Dehan masuk ke dalam kolam renang, Dehan naik kembali, dapat ia lihat wajah Listya panik setengah mati setelah menyadari itu.
Dehan tersenyum, menatap Listya mendekat mengikis jarak mereka berdua,
Listya menelan saliva nya takut.
Dehan mengecup bibirnya.
Listya mengerjap kan mata nya.
Apa ia tak marah?
Crasstt..
Kali ini ia lah yang masuk ke dalam kolam renang itu, Dehan tersenyum setelah mendorong istri kecil yang sangat merepotkan itu.
"Uhuk... Tolong... Akhhh." Listya panik tubuhnya tak bisa diajak kompromi.
Dehan kembali melompat ke dalam kolam, mengangkat tubuh Listya yang hampir tenggelam.
"Hahhhh,,, hahhh." Ia menghirup udara dengan rakusnya karena Dehan mengangkatnya kepermukaan.
Tanpa melunturkan senyumnya, Dehan menatap gadis itu yang hampir kehabisan nafas, Listya menggeleng kan kepalanya meminta pria gila itu menghentikan perbuatannya.
"Hahhh maaf... Maaf hahh hiks.." Listya memeluk Dehan erat sembari terisak.
Dehan mengangkat Listya keluar dari kolam, gadis itu menggigil, sekaligus takut, ia pikir mungkin tadi adalah ajalnya, Wajahnya sedikit pucat dengan isakan-isakan kecil.
Gimana ga pucat dodol...
"Are you happy, baby?" Tanya Dehan tersenyum.
"Maaf, maaf, maaf... " Ucap Listya berkali-kali.
Sesampainya di kamar..
"Ayo mandi." Ucap nya membawa Listya ke dalam bathub.
Padahal ia baru mandi tadi, sekarang mandi lagi.
#Ga papa kan?
#Ga papa lah kan istri ga dosa dong....
Listya sedikit geli, saat tangan Dehan mengelus punggung nya, mereka berdua dalam bathub dengan Listya di pangkuan Dehan.
#Tenang mereka masih pake pakaian kok.
Dehan memakai celana pendek selutut, Listya masih memakai tanktop dan moniko pants nya, tangan Dehan terus mengelus permukaan tubuh Listya.
Ya tau kan setelahnya gimana...
Skip..
Setelah sedikit bermain dengan istri tercinta ia pergi dari kediaman nya, berjalan dengan gagah di ikuti Jack dan Aident disampingnya.
Tanpa bodyguard mereka pergi ke suatu tempat, Di depan mereka banyak sekali pria bertubuh besar ditambah tato ular yang menjadi khas kelompok itu.
"Wah,lihat siapa tamu kita. " Ucap seorang pria duduk manis ditengah-tengah para pria bertato ular itu.
Dehan menyeringai, mendengar ucapan Reksix yang tak lain ketua genk itu.
"Ada apa gerangan, sehingga King datang bertamu ke tempat kami? " Ucap Reksix.
"Bersenang-bersenang." Ucap Dehan tersenyum.
"Hahaha.. lucu sekali." Reksix tertawa.
"Kau tahu Reksix, kau seperti nya bosan hidup sampai berani membahayakan istri kesayangan ku. " Ucap Dehan memainkan pisau kecil di tangannya.
Jack dan Aident memilih bungkam, karena saat ini Dehan ingin bersenang -senang. Apalagi melihat raut wajah Reksix yang kesal.
"Ada apa Reksix? tenanglah akan aku pastikan kau tersiksa, jadi tak perlu khawatir." ucap nya.
Tubuh Reksix menyadari aura Dehan semakin mencekam.
"Eehhh, benarkah? " Ucap Reksix terkekeh.
Aiden mengambil pistol nya tanpa aba-aba.
Bank..
Bank..
Bank..
Bank..
Bank..
Lima orang pria berotot dengan tato ular itu tumbang, dengan darah dari kening mereka.
Reksix sontak mengeluarkan senjatanya diikuti dengan seluruh bawahannya.
Bankk..
Bankk...
Bankk...
Dehan terkekeh geli, ohh ini menyenangkan.
Bank..
Bank..
Dapat ia lihat wajah pria itu sekarat, dengan darah hampir di setiap inci tubuhnya. Mungkin, jika orang biasa mereka sudah tak bernyawa, tapi Reksix ia cukup tangguh.
Dehan menginjak leher Reksix, membuat ia merasa tersedak akibat tekanan cukup kuat dari kakinya.
"Kau beruntung, aku turun tangan langsung untuk mengurus mu." Dehan.
Ya biasa nya, Dehan sangat pemilih dalam mengahadapi komplotan yang tak berpengaruh, seperti hal nya Detriks yang begitu lemah.
Ia juga akan memilih lawan yang lebih kuat Kecuali komplotan itu berhasil menarik perhatian nya.
.........
Listya memeluk lututnya, saat menatap keluar jendela, ia merindukan hal yang biasanya ia lakukan sekarang , ayah ibu dan Irena.
Andai saja pria iblis itu tak hadir dalam hidupnya, andai saja tuhan tak merenggut orang tua nya.
Listya terisak mengingat kenangan masa lalu.
Biasanya, jika ia sedih Irena akan selalu menghiburnya,membantunya untuk semangat.
"Ayah, Ibu aku rindu.. Hiks" Ucap Listya lirih.
Ok sini dulu ya lovely..
See you..