
Wanita itu kini menarik selimutnya bersiap untuk tidur, Alka saat ini masih di ruang kerjanya, ia melirik strawberry yang berada di atas balas, dari tadi ia sudah banyak memakan buah merah segar itu.
Namun ia masih menginginkan nya, ia mengambil dua buah dan memegang keduanya, melihat dua buah itu seksama mengukur siapa yang lebih besar dan indah. Setelah mengetahui jika tangan kirinya lebih kecil akhirnya ia tersenyum memasukan buah yang di kira lebih kecil itu ke mulut nya.
Mengunyah dengan cepat dan memakan satu nya lagi, saat terdengar suara pintu terbuka membuat nya terkejut kaget masuk kedalam selimut.
Berpura-pura tidur sambil mengunyah sisa strawberry, Alka berjalan menuju istri mungil nya melihat wanita itu dengan seksama dapat ia rasakan jika sang istri masih belum tidur.
Ia juga membaringkan tubuhnya, memeluk Listya dari belakang. Seperti biasa, pelukan ala posesif itu tidak pernah berubah, bahkan semakin menjadi-jadi.
"Good night Dear." Alka menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Listya menghirup aroma strawberry itu dalam, ini membuat nya semakin mabuk.
Listya hanya terdiam saat pria itu memeluknya erat, ia enggan untuk bergerak karena jika ketahuan belum tidur, bisa-bisa pria iblis itu melakukan hal lebih dan berakhir penyesalan untuk dirinya sendiri.
Setelah lama terdiam akhirnya rasa kantuk menyerang membuat ia menguap kecil hingga membuat kedua mata indah nya tertutup Secara perlahan.
...
Bias cahaya matahari yang menerpa kaca kamar Alka dan Listya, ternyata tak berhasil menembus gorden yang terpasang. Hari ini dan seterusnya Alka melarang pelayan untuk membuka gorden itu.
Salah satu dari mereka masih tetap tertidur pulas, seakan-akan hari masih gelap. Nafas beraturan itu membuat Alka tersenyum, wajah istri kecilnya sangat damai, dan pelukan hangat nya semakin mengerat.
Ya wanita itu adalah Alistya queenetya, istri kecil milik Alka Drake. Lain halnya dengan Listya, Alka justru sudah terjaga sejak jam enam pagi. Ia memilih untuk menatap wajah sang istri selama selama satu jam penuh, tanpa rasa bosan sedikit pun.
Ia sangat suka memandangi wajah terlelap itu sangat gemas, tak henti-hentinya ia mengelus pipi putih milik sang istri dengan gerakan lembut.
Suara lenguhan kecil mulai terdengar dari Listya, ia membuka kedua matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah tampan dari seorang iblis. Terkadang usahanya sia-sia ingin pergi dari kehidupan penjara pria ini, namun ia masih tetap berharap.
Ya, tempat ini bukan lah tempat seharusnya ia berada. Harusnya ia sekarang menjalani kehidupan romantis di kampus bersama teman-teman sebaya mengikuti kencan buta. Dan banyak hal menyenangkan lainnya, dari dulu ia tak pernah berpacaran, sampai sekarang masih belum ada yang mau mengajak nya untuk pacaran.
Terkecuali manusia yang sedang tersenyum padanya saat ini, senyum iblis nya membuat Listya tersadar dari lamunannya.
"Sedang memikirkan apa hmm?" Ujarannya mengatur anak rambut Listya, yang menghalanginya melihat wajah sang istri.
Listya menggelengkan kepalanya, sembari mendudukkan tubuh mungilnya di atas kasur king size itu. Kamar masih sangat gelap, hingga tangan besar milik Alka membuatnya kembali berbaring.
" Jangan bangun dulu." Ujarannya mengunci Listya dengan pelukan hangat nya. Listya terdiam, mengedipkan kedua matanya lucu.
" Hey, apa aku benar-benar tidak bisa lepas dari sini?" Tanya tanpa berfikir.
" Kau ingin kabur lagi?" Alka terkekeh kecil mendengar ucapan wanita itu.
" Ya."
" Bukankah kau sudah berulang kali mencoba nya, dan lihat hasilnya."
Itu mengingatkan beberapa kenangan buruk di benak nya, pria bernama Alka Drake itu menatap tajam.
"Kau bisa lari Dear, tapi ingat satu hal. Aku akan tetap menemukan mu, bahkan ke alam lain sekalipun." Ujarnya pelan.
Tok tok..
"Tuan, ada kiriman." Ujar seseorang dari balik pintu.
Tak lama Alka bangkit di ikuti oleh Listya, Alka berjalan meraih gagang pintu, meninggalkan sang istri yang masih di atas ranjang.
Dapat ia lihat seorang pria tua sedang menunggu di sana, tanpa bertanya lebih lanjut pria itu pergi meninggalkan pelayan itu.
Listya yang penasaran, ikut berjalan menuju pintu. Saat mengintip dan mengeluarkan sebagian kepalanya, terlihat seorang pria tua tersenyum pada.
"Nyonya?"
"Ahh aku pikir siapa?" Listya terkekeh memperlihatkan seluruh tubuhnya yang masih berbalut piyama putih dengan beberapa ukiran acak berwarna emas.
Jangan berfikir itu bukanlah emas asli, itu memang emas murni dan di ukir menyerupai Glitter.
Listya sendiri tak mengetahui berapa harga piyama yang selama ini ia kenakan, ia melangkah maju untuk melihat ke bawah dimana Alka sedang berdiri dan beberapa bodyguard yang membawa sebuah kotak kayu yang cukup besar menggunakan troli yang sama besarnya dengan kotak itu.
Aneh, ia memutuskan untuk membawa tubuh nya menuruni tangga, hendak menghampiri beberapa pria di sana.
Saat hampir sampai, mata nya terbelalak saat melihat kotak itu terbuka, sebuah penjara kecil berisi harimau bewarna putih besar.
Dengan cepat Listya menghampiri Alka yang tersenyum sembari meletakkan kedua lengan nya saku celana pendek nya. Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat, hewan buas itu tengah duduk menjilati bulu-bulu Putih cantik nya.
Alka yang menyadari keberadaan seseorang langsung berbalik menatap wanita itu, ia terkekeh saat melihat wajah sang istri begitu takjub melihat harimau miliknya.
Bagaimana tidak takjub? Listya selama ini tidak pernah melihat hewan karnivora itu secara langsung, dulu ia pernah pergi ke kebun binatang namun ia tidak bisa melihat harimau dengan mata kepala nya sendiri.
Di lihat dari mana pun, hewan itu persis seperti yang digambarkan di buku Yang pernah ia baca selama ini.
"Tuan, ada surat." Ujar salah seorang bodyguard memberikan secarik kertas.
"Siapkan sarapan." Alka melanjutkan membuka surat itu sambil duduk di sofa singel milik nya.
Sementara sang istri sibuk mengelilingi harimau yang duduk malas di dalam jeruji besi itu, di lihat dari mana pun hewan itu sangat tidak bersemangat.
Alka hanya tersenyum memerhatikan gerak gerik istri manisnya, membuat lengkungan dibibir nya tak kunjung hilang.
"Tuan, sarapan sudah siap." Ujar salah satu maid.
Alka yang mengalihkan perhatian kembali untuk melihat keadaan sang istri dan lihat betapa terkejutnya pria itu.
"Nyonya!!!" Teriak beberapa bodyguard disana.
Wanita itu sedang bersentuhan langsung dengan harimau itu, dapat di lihat tangan lembut Listya menyentuh bibir sang harimau.
Sedangkan Alka yang terkejut hanya dapat terpaku dengan apa yang terjadi, tidak mungkin___ Harimau yang selama hidupnya, tak mau di Sentuh oleh orang lain selain dirinya, kini di sentuh oleh istri nya sendiri.