Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter: Afraid



Ia sangat tidak asing dengan nama itu, namun tetap saja ia tak mengingatnya. Alka meminum wine dengan hikmah setelah itu berdiri menuju Listya, ia santai namun pandangan nya menjadi datar ketika Ruphilla menghalangi atensinya pada sang istri.


"Alka." Ujar Ruphilla terkejut saat pria itu malah mengabaikan nya dan mencium pipi Listya.


Matanya terbuka lebar menyaksikan itu, ia cemburu apa lagi itu dihadapan nya sendiri, Ruphilla tak terima langsung merangkul Alka.


Namun lagi-lagi, ia di buat terkejut saat Alka malah menepis rangkulan gadis itu dengan kasar hingga membuatnya terdorong sedikit jauh.


"Ah ah, kau tidak boleh seperti itu nona manis." Ucap James tersenyum pada Ruphilla.


"Alka..." Ia masih sangat terkejut.


"Ayo kita mulai saja pestanya." Ucap Roan mengambil pisau kecil yang ia simpan sedari tadi.


"Sabar Roan aku dulu." Ucap James segera meraih lengan Ruphilla.


"Apa yang kalian Lakukan!!" Teriak Ruphilla kesakitan.


"Tentu saja pesta." Jawab Jack semangat.


Sementara itu Listya ia membulatkan matanya dengan sempurna melihat apa yang semua pria itu lakukan.


"Maaf.. maafkan aku, aku menyesal aku mohon kembalikan aku pada ayah ku akkhhh."


"Wah, Lucu sekali apa kau ingin pulang sekarang? Padahal pesta baru saja di mulai."


"Hentikan!!!!"


Ditengah pesta yang cukup menyenangkan, mereka harus berhenti sekarang, mendengar jeritan yang mengalihkan pandangan mereka semua, bukan jeritan indah milik Ruphilla namun Jeritan Listya.


Bola mata itu mulai berkaca-kaca, tanpa menunggu lama cairan bening keluar begitu saja, wanita itu menutup telinga yang tiba-tiba berdengung.


"Apa yang mereka lakukan?"


Telinga nya berdengung sehingga membuat nya sakit kepala, kejadian buruk yang ia alami seolah terputar kembali di kepalanya.


"Menjauh, kalian semua!! jangan dekati aku...aku tidak melakukan apapun Tolong! siapapun Tolong aku!." Ujarnya menarik rambut cantik yang kini rusak akibat jambakan nya sendiri.


Alka tak tahan dan sedikit berkeringat melihat sang istri histeris, setelah beberapa menit kemudian ia semakin khawatir saat wanita itu tiba-tiba pingsan.


Jeans yang ada disana langsung membatu Alka melihat kondisi nya, hanya sebentar setelah menyentuh Listya tangan nya langsung di singkirkan dari wanita itu.


Disaat seperti ini pun Alka tetap posesif dan tak membiarkan Jeans melakukan pemeriksaan dengan santai.


"Dia pingsan, kau harus membawanya pulang." Ujar Jeans.


Tanpa ba bi bu Alka mengangkat istri kecilnya keluar dari sana, di ikut Jeans dan Lucy sementara itu semua orang masih tegang dengan kejadian itu, bahkan Ruphilla yang sudah terbaring mengenaskan tidak terasa menyenangkan lagi.


Sekujur tubuhnya di tutupi oleh cairan merah, namun ia masih bisa berbicara, meski tersendat ia mampu mengucapkan kalimat.


" Kalian akan menyesali semua ini setelah ayah ku datang, dia tidak akan memaafkan kalian. Tapi jika kalian membiarkan aku hidup aku akan berbaik hati pada kalian, sekarang belum terlambat, aku akan memaafkan kalian...Akhhkkk!!!" Teriakan yang sangat menyakitkan hingga membuat nyawanya tak lagi dalam tubuh itu.


"Kau sangat berisik Jal*Ng!!" Ujar Roan setelah menancapkan sebuah besi tepat di kepalanya.


"Apa yang kau lakukan kita belum selesai bermain." Protes James.


Lart dan Jack hanya diam mereka juga melihat Aident pergi dari sana, mereka semakin gelisah.


Jesica tampak bingung, ia menarik lengan kemeja Lart meminta agar mereka menyusul Listya, dan di anggukan oleh pria itu.


Mereka semua mengambil mobil dan langsung menuju kediaman Alka. Sementara itu, di kediaman Alka sedang menunggu sang pujaan hati nya sadar, tubuhnya berkeringat hebat meski ada pendingin ruangan.


Ia sesak melihat kondisi Listya sekarang, wanita itu terus menangis di dalam tidurnya, ia ketakutan.


"Apa yang terjadi sayang." Ujarnya lembut mengecup kening Listya.


...----------------...