Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
chapter: Explosion



Pria itu cepat-cepat mencari pintu masuk. Kebetulan tidak ada orang yang menjaga di area sana. Dia masuk cukup dalam, beberapa kali meringkuk dan bersembunyi di balik puluhan tangki-tangki raksasa yang ada di tempat itu.


Beberapa pekerja tambang terlihat sedang duduk di kursi membelakanginya, tangan mereka diborgol dengan borgol khusus kepolisian. Alka semakin yakin bahwa tambang minyak ini telah disabotase oleh Luke sebelumnya.


Sebelum petugas patroli berjalan ke tempat persembunyiannya, Alka memutar tubuh untuk memeluk sisi sebelah dari tangki tersebut, membuat tubuhnya tertutup oleh beberapa kotak kayu yang tersusun hingga tiga meter tingginya.


Alka kali ini menimbulkan sedikit suara. Petugas yang penasaran mulai mendekati tumpukan kotak kayu dengan berhati-hati. Sebelum petugas itu dapat menyadari, dia sudah terhuyung saat kakinya ditarik kuat dari arah bawah.


Alka menggunakan kesempatan itu untuk menguncinya, membalik tubuh pria gagah tersebut dan mengumpulkan tangannya di belakang badan.


"Dimana?!" tanya Alka dengan penuh ancaman.


Petugas itu tidak menjawab dan terus melakukan perlawanan, sehingga Alka terpaksa menduduki punggungnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Alka menempelkan ujung pistol tepat di belakang kepala petugas itu, membuatnya berhenti memekik dengan tubuh yang tegang. Petugas yang ketakutan tersebut angkat bicara dengan suara yang gemetaran, "Di se- selatan bangunan, te-tempat pengolahan minyak m- mentah."


Mendengar itu, Alka langsung menarik pelatuk sehingga peluru itu benar-benar menembus tengkorak si penjaga. Dengan sigap Alka melepas pakaian petugas tersebut dan mengenakannya.


Sekarang penyamaran sudah benar-benar sempurna. Pria itu meletakkan sebatang rokok yang didapatnya dari saku salah seorang penjaga tadi, menyalakan pemantik dan menyesapnya dalam-dalam. Alka kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat menuju tempat yang dimaksudkan.


Saat dia sampai, dia melihat pemandangan yang sangat menyakiti mata. Tubuhnya bergetar hebat menyaksikan Listya tergantung di atas tangki minyak yang mendidih, tangannya terkepal erat sehingga jari-jarinya berbunyi dengan khas.


Rahang yang mengeras, wanita yang ia jaga agar tak tergores sedikitpun itu kini di perlakukan seperti ini. Tepat dihadapan nya, sungguh amarah nya kini tak dapat di bendung lagi.


Apa lagi rasa sakit wanita itu yang selalu menyalur padanya, sepanjang perjalanan ia merasakan panas pada kedua lengan dan pipi nya.


Alka segera memanjat tanggal di sisi tangki untuk menuju ke tempat Listya berada. Sudah berapa lama mereka menggantung wanitanya di sana? Terlebih keadaannya jauh dari kata baik-baik saja.


Saat Alka berhasil mencapainya, pria itu segera menarik pinggang Listya untuk kemudian memotong tali tersebut dengan pisau lipatnya. Listya yang di ambang kesadaran langsung menoleh ke arahnya dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan.


Tubuh wanita itu dipenuhi peluh dan dia terlihat tidak berdaya. Memang benar, berkeringat secara berlebihan dapat membuat seseorang menjadi kehilangan energi. Alka merangkulnya dari samping untuk memastikan gadis itu bisa berdiri dengan tegak.


Saat dia akan melompat, sebuah suara tepukan tangan beserta suara langkah kaki yang diyakini lebih dari satu orang mendekat ke arah mereka. Saat dia menoleh ke bawah, dia menemukan seorang pria yang terlihat lebih mencolok dibandingkan yang lainnya sehingga dapat dipastikan merupakan pimpinannya.


Sekitar dua puluhan orang sudah menghadang di bawah sana dengan ujung pistol yang seluruhnya mengarah tepat ke arahnya.


"Bagus sekali, akhirnya tikus ini benar-benar telah memasuki perangkap. Bagaimana rasanya, Tuan Alka?" tawa pria itu langsung menggelegar penuh kemenangan.


"Kau tak papa Dear? Kita mungkin harus mengirimkan bedebah ini ke neraka terlebih dahulu." Ucap nya menyentuh pelan pipi sang istri yang masih memerah.


Alka menggeram dengan penuh amarah, sementara pria yang dimaksud malah tertawa dengan lebarnya sehingga Alka membalikkan tubuhnya dan menatap pria tua itu tanpa ekspresi.


"Ada apa?" Ucapnya. "Kau pikir, bagaimana mungkin kau bisa lolos hari ini. Mungkin kau harus mengetahui jika ajal mu kini ada di tangan ku." Ujarnya terkekeh.


"Sepertinya kau begitu ingin mati di tangan ku, sehingga berani menyentuh milikku. Tapi tak apa, jika sudah sejauh ini permohonan mu, akan segera aku kabulkan."


Alka mengangkat sang istri dari sana ke sebuah dinding besi yang berada tak jauh dari mereka, ia melihat wajah itu sedang menahan rasa sakit yang teramat.


Mereka hanya memerhatikan sembari waspada, atensi mereka mengikuti langkah kaki pria itu yang kembali tepat di tempatnya semula.


Sembari menyesap rokok yang masih ada di mulutnya, ia tersenyum duduk melihat pria tua yang masih berdiri di tempat yang sama.


"Aku sedikit lelah bisa aku istirahat sejenak?"


" Istirahat untuk ke neraka, apa itu perlu?" Gelak pria berjalan mengelilingi Alka.


"Haha, aku mungkin akan membuat neraka, sehingga kalian semua dapat merasakan nya." Sambut Alka masih santai.


"Kau membuat putra kesayangan ku begitu menderita, tentu aku harus membalas nya bukan?"


" Putra mu harus banyak belajar, apa kau tidak mengajari dirinya?"


"Dan ya, kau seharusnya bangga karena aku turun tangan langsung. Dan seperti nya kau ingin merasakan apa yang putramu alami." Sambungnya sembari menyesap rokoknya dalam.


"Cihh, aku tak pernah ingin berurusan dengan mu dari dulu. Tapi kini kau sengaja memancing harimau yang sedang tertidur, aku heran jika aku tahu akan semudah ini merebut gelar king, sudah dari dahulu aku menguliti mu."


"Hahaha.. kau ini. Kau benar ini sangat mudah , tapi tidak dengan orang seperti mu." Gelak Alka semakin menjadi-jadi.


Seluruh pria yang menodongkan senjata itu mulai memberikan aba-aba, namun pemimpin mereka langsung menghentikan.


" Kau sangat sombong, aku pertama kali melihat sikap mu sekarang. Bukankah kau orang yang hampir tak bicara di setiap pertemuan." Pria Tua itu tersenyum mengambil sebatang rokok dari anak buah nya.


Sembari kembali berjalan mengelilingi Alka, ia menyalahkan rokok di tangan nya sehingga menirukan Alka yang juga sedang merokok.


" Demian, Demian. Kalau begitu selamat, Ini sifat yang akan aku keluarkan Khusus hanya untuk membalaskan kesakitan wanita ku."


" Dan kalian benar-benar tau jika dirinya seorang yang dapat memancing ku."


" Kalau begitu kita buat ini impas, dengan kau.."


Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Alka langsung memotong pembicaraan.


"Aku sudah muak, sebaiknya kita selesaikan, tangan ku sedang gatal." Ujar Alka berdiri tepat di samping pria tua itu.


Saat tatapan mata seluruh orang tertuju padanya dengan tatapan yang begitu tajam Alka ber berjalan dengan santai mendekati pria tua yang bernama Demian itu .


" Mau lihat neraka?" Ujarnya Alka mundur beberapa langkah.


"Apa yang..."


BOOM....


Ledakan yang tak bisa di elakan, Alka sendiri tertawa melihat Demian yang terhempas akibat ledakan tepat di belakang pria tua itu.