
Dehan hanya melihat, tak ingin mengeluarkan sepatah kata pun, ia menatap seluruh manusia yang sibuk dengan kegiatan mereka sendiri.
" Ayo bawa ini juga."
" Jangan ada yang ketinggalan."
" Hey! Bukan kah lebih mudah jika menyuruh para maid?" Ucap Lart.
" Tentu tidak boleh, karena ini liburan yang harus kita sendiri yang menyiapkan nya, tanpa campur tangan para maid." Tolak Lucy di angguki oleh semua orang.
" Listya ayo pakai topi mu." Ucap Rose memberikan sebuah topi pantai pada Listya.
" Sayang jangan terlalu lelah, okay?" James menarik Rose kala melihat wanita itu sibuk mengurus semua nya.
" Tentu sayang." Rose mengerti jika suaminya ini sangat menghawatirkan kondisinya yang berbadan dua.
" Ayo cepat!" Ucap Jessica yang sudah keluar dari vila.
"Ayo!" Seru Listya menarik lengan Dehan yang dari tadi berwajah muram.
Sesungguhnya ia sangat malas untuk pergi, dan entah mengapa ia sangat bodoh, mengajak istri tercinta nya untuk pergi ke pantai, ini adalah penyesalan pertama yang pernah ia lakukan seumur hidupnya.
Namun ia juga tak mau menolak, melihat wanita nya riang gembira, setidaknya kini ia tak terlalu kaku saat bersama nya, Listya juga mulai berinisiatif menarik lengan nya tanpa rasa takut.
Tatapan nya yang mulai tulus tanpa paksaan, di sela-sela memerhatikan wajah manis itu, ia melirik Aident yang juga sedang memandangi mereka dengan wajah lesuh.
Dehan tak perduli, selama Aident tak berfikir untuk merebut Listya dari nya, Dehan tidak akan melarang Aident tetap dekat dengan Listya.
.........
Setelah mereka masuk ke dalam mobil, akhirnya mereka melajukan mobil itu menuju tempat yang di tuju.
Beberapa puluh menit kemudian, mereka semua sampai pada tujuan, dengan aroma khas air laut. Lucy yang pertama kali berlari menuju pasir, di iringi ombak, yang membuat suasana menjadi begitu menyenangkan.
Listya juga tak sabar ingin menyusul, namun saat hendak turun, tangan nya di cekal oleh pria yang sedari tadi di samping nya.
"Tunggu!" Pinta Dehan.
"Ayo cepat." Desak Listya.
Mereka berdua turun, Listya langsung berlari sehingga membuat Dehan ikut berlari karena tak ada aba-aba.
" Jangan berlari!" Ucap pria itu menahan Listya.
.........
" Ayo, bersenang-senang!" Sorak Roan merangkul Aident dan Jack.
Jack tersenyum lembut, tapi tidak dengan pria satu nya lagi, Aident tampak tidak senang. Matanya masih melirik sepasang kekasih, yang tengah duduk di temani alas dan patung.
" Kau kenapa lagi? seperti nya mood mu sedang tidak baik." Tanya Jack di angguki oleh Roan.
"Jangan sedih, ayo kita bermain Jet Ski." Roan kembali menarik kedua orang itu.
Lucy dan Rose asik berswafoto, Lart dan Jessica yang bertengkar, James dan Jeans yang berjalan-jalan.
Hanya dirinya dan Dehan saja, yang duduk santai, ingin rasanya bergabung dengan Rose dan Lucy namun pria iblis itu menatapnya tajam.
"Aku.." Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya Dehan langsung menyela ucapan wanita itu.
" Panas, kau bisa lelah." Ucapnya menutup kedua matanya membaringkan tubuhnya menjadikan paha sang istri sebagai bantal.
" Tapi.."
"Shuutt, jangan berisik."
Listya bungkam, menyerah dan lebih memilih diam memandangi pemandangan, tak masalah, yang penting sekarang ia dapat menikmati suasana pantai.
"Wow." Ucap Listya saat atensinya tertuju pada tiga orang yang sedang menaiki Jet ski.
"Apa kita bisa naik itu juga?" Tanya nya menatap Dehan yang masih setia menutup mata nya.
"Tidak."
"Kenapa?"
" Merepotkan kan."
"Apa maksudmu? mengapa kau mengajakku jika semua nya tidak bisa."
" Ayo pulang." Ucap Dehan bangkit dari tempat nya.
" Tidak, tidak, baik, baiklah aku akan duduk tenang." Ucap Listya panik.
"Apa yang sedang kau lakukan bodoh, sudah bagus ia mau ke pantai. Apa kau ingin mati di kurung?" Batin Listya menyesali ucapannya.
Dehan menatap nya datar, Listya kembali menarik Lengan Dehan agar pria itu kembali duduk, dan benar saja, Dehan kembali duduk menghadap sang istri sebentar sebelum merebahkan tubuhnya lagi.
Pria itu menyembunyikan wajahnya pada perut datar sang istri, menikmati aroma khas wanita itu, sangat berbahaya untuk nya. Cukup lama mereka seperti itu, bahkan Listya merasakan keram di kaki nya.
Beberapa menit kemudian, ia memikirkan ide yang cukup aneh di benak nya, Listya mengikis jarak pada wajah pria yang sedang tidur di pangkuan nya.
"Fyuuuhhh.." Listya meniup wajah pria itu lembut.
"..." Tak ada respon.
"Fyuhhh.." Sekali lagi.
Perlahan pria itu membuka manik elangnya, melihat wajah sang istri, tubuhnya bergerak menarik tengkuk wanita itu hingga,..
Cup
Satu kecupan berhasil mendarat pada bibir ranum yang sedari tadi menarik perhatian nya, bahkan, saat tertidur pun ia memimpikan hal yang sama.
" Aku bosan.." Ujar nya lesu.
Dehan memalingkan wajahnya, berfikir sejenak, setelah berkelahi dengan pikirannya sendiri akhirnya ia mengusap wajah kasar.
"Ayo." Pria itu berdiri mengulurkan tangannya.
Wajah yang tadinya murung, kini berubah menjadi senyuman yang sangat bahagia, wanita itu tak menunggu lama langsung menerima lengan sang iblis.
" Hanya kali ini saja."
Listya memuji dirinya sendiri mengingat, cara aneh yang ia gunakan berhasil begitu saja, bukankah, ini suatu pencapaian yang patut untuk di puji.
.........
Lucy menarik Jeans untuk ikut bermain speedboat bersama yang lain nya, namun pria itu tampak sedikit malas membuat Lucy menarik nya paksa.
"Hey, kak apa kau takut?" Ucap James terkekeh.
" Kau menantang ku?"
"Kalau begitu mau bertaruh?"
" Dengan senang hati."
Dehan dan Listya sudah menaiki Jet Ski, mereka melaju menikmati deru angin pantai yang menghembus menerpa wajah.
Dengan Listya memeluk erat tubuh Dehan, karena takut jatuh, sementara Dehan menerawang jauh ke tempat para pria yang sedang mengadu kecepatan.
"Apa, di sini ada hiu?"
" Tidak."
" Lumba-lumba?."
"Tidak."
"Kenapa?"
"..."
Tak ada jawaban, Dehan lelah menjawab setiap pertanyaan Listya.
"Hmm," Listya melihat ke bawah dengan seksama melihat lebih dalam di bawah laut.
" Apa buaya juga ada di laut?"
" Tidak."
"Kenapa?"
"Seperti nya kau ingin aku membungkam mulut mu, coba untuk diam sebentar!" Ucapan Dehan berhasil membuat Listya mematung.
"Nyenye..." Cibir Listya.
"Hmm?"
" Apa? Aku tidak bicara." Ucap Listya kesal.
Dehan menghela nafas berat, sedikit tersenyum dengan tingkah laku wanita di belakang nya ini. Sungguh menggemaskan, dan ingin sekali rasanya melahap wajah merah nya yang sedang kesal.
" Kenapa kau tersenyum?" Tanya Listya bingung.
" Aku ingin memakan mu? Itu saja." Jujur pria itu membuat sang empu membulat kan mata nya sempurna.
Dehan terkekeh membalikkan tubuhnya dengan sangat lincah, sekarang mereka saling menatap.
" Dear?"
Dehan merubah raut wajah nya sedih, apa yang akan terjadi jika ia meninggal kan nya nanti?
.........