Don'T Touch Mine Or Die!!!

Don'T Touch Mine Or Die!!!
Chapter : Too stupid



Lima hari kemudian..


Seorang gadis, memakai gaun hitam selutut dan pita dengan warna senada yang tertata rapi di rambut cantiknya, sudah siap untuk menuju kantor, setelah kejadian itu, dirinya harus datang setiap hari ke kantor suami tercinta.



Karena sifat posesif iblis itu tiba-tiba meningkat, apa lagi istrinya baru pulih, saat dirasa sudah rapi gadis itu pun memasukan beberapa barang ke dalam mini bag milik nya.


Di depan, sudah ada bodyguard menunggu dirinya, Listya berlari kecil menuruni anak tangga, sehingga membuat para pelayan mengejar nya.


"Nyonya, hati-hati. Nanti bisa jatuh.."


Brug..


Baru saja pelayan itu mengingatkan, dirinya terduduk lemah di lantai, para pelayan panik membantu nya berdiri.


" Nyonya, anda baik-baik saja?" Ucap salah satu pelayan itu memeriksa tubuh Listya.


" Ahh tidak, aku tadi sedikit tergesa, jadi lantai nya licin dan aku terjatuh. Tapi tidak apa-apa." Namun ocehannya sama sekali tak di hiraukan oleh pelayan-pelayan itu.


" Nyonya, tubuhmu saat ini masih lemah, jangan berlarian, coba lah tidak terlalu aktif pada masa pemulihan." Titahnya Merapi kan pakaian sang nyonya.


Listya mengangguk cepat tersenyum manis pada pelayan kesayangan nya,


"Sarah aku lupa sesuatu," Ucapnya kembali menaiki tangga menuju kamarnya.


"Hati-hati." Seperti nya percuma menasehati gadis keras kepala itu.


Listya mengambil sebuah bungkusan kecil dan memasukkan nya kedalam tas. Ia kembali turun, menghampiri bodyguard yang menunggu nya bersama mobil hitam milik Dehan.


Sekitar 15 menit, mereka akhirnya sampai pada tujuan, saat hendak keluar dari mobil dirinya terkejut melihat bodyguard yang membuka kan pintu untuk nya.


Sudah sering terjadi, tetapi dirinya tetap tak bisa terbiasa, bodyguard itu menuntun nya masuk ke dalam gedung pencakar langit,


Ini pertama kali baginya datang ke kantor milik si iblis, cukup menakjupkan.


Tempat yang berbeda jauh dari yang di bayangkan selama ini, saat tengah asik melihat-lihat, ia sampai menabrak seorang wanita.


"Ahh maaf."


Wanita itu menatapnya dengan tatapan benci dan mengintimidasi.


"Apa gunanya mata, jika kau tak bisa melihat." Ucapnya tajam.


Para bodyguard sigap berdiri di depannya,


"Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku." Ucapnya.


"Tolong jaga sikap mu," Ucap salah satu bodyguard.


"Apa?" Ucapnya tak terima.


"Nona Anna, ini kaca mata mu, sudah saya temukan."


Salah satu staf memberikan kaca mata pada wanita itu, dan langsung di ambil olehnya.


Seketika wanita itu membeku di tempat menatap Listya dengan seksama, sungguh tak bisa di percaya.


" Apa gunanya mata, jika memakai kaca mata?" Bodyguard


Akhirnya wanita itu pergi dari sana dengan wajah malu, di tambah saat bodyguard itu mencela dirinya.


"Kau enar-benar bodoh, Anna." Ucapnya mengacak Surai yang tadinya rapi, sekarang menjadi sangat berantakan.


.........


Listya sudah sampai di ruangan iblis nan jahat itu, dapat ia lihat ternyata ruangan itu tak jauh berbeda dengan ruang kerja di mansion mereka, yaitu nuansa gelap yang sepertinya sudah mendarah daging oleh iblis itu.


Akan tetapi atensinya sama sekali tidak menangkap sosok pria itu, ia melihat-lihat seisi ruangan, sebuah laptop dan beberapa dokumen di meja. Dan ya, satu lagi ada sebuah foto yang membuatnya tercengang.


Yaitu foto dirinya saat masih kecil tepat di samping laptop yang tepampang jelas.


Pertanyaan nya adalah bagaimana bisa foto itu ada pada sang iblis, itu adalah foto dimana orang tua nya masih hidup dan itu sudah sangat lama.


Lengan nya mulai meraih benda itu,


Ceklek..


"Kau sedang apa hmm?" Ucap seseorang tiba-tiba muncul.


"Ah ..tidak" Canggung gadis menarik lengan nya kembali.


Pria itu langsung mengajaknya duduk, ia mendekat pada sang istri bermanja-manja dengan sesekali memberikan kiss mark pada leher jenjang Listya.


"Aku mau ke toilet." Ucap nya tak tahan.


"Ayo." Dehan tersenyum.


"Dehan, disini saja. " Ucapannya benar-benar membuat pria itu hampir hilang kendali.


Apalagi saat bibirnya hati itu menyebut namanya dengan imut,


"Mmm it's okay, 10 menit." Ucap Dehan dengan wajah serius.


.........


Di dalam toilet.


"Astaga, aku benci ini." Ucap Listya mencoba menghilangkan bekas merah pada leher nya akibat kiss iblis itu.


"Aku rindu padamu kak." Tak terasa air mata nya mengalir begitu saja tanpa izin.


Ia terus berceloteh tak jelas dan tak menyadari jika ada yang mendengarnya di dalam toilet.


"Oh jadi begitu?" Ucap seorang wanita tiba-tiba.


Listya terkejut melihat ternyata ada orang lain di dalam sana dan ia juga ingat itu adalah wanita tadi yang tak sengaja ia tabrak .


"Jika kau mau, aku bisa membantumu,dan mengembalikan semua kebebasan mu." Ucapnya.


Tawaran yang menjanjikan.


"Kenapa, kenapa kau mau membantu?" Tanya aneh.


"Karna Dehan milik ku, sejak kecil dia adalah pria ku dan satu lagi aku benci padamu."


"Kau jujur sekali" Listya tersenyum menyeka air matanya.


"Siapa namamu?"


"Listya."


"Baiklah, aku Anna." Ucap nya ikut tersenyum.


"Bagaimana kau bisa menolongku? Dan bagaimana cara kau bisa masuk ke sini?" Listya agak bingung, ini adalah toilet khusus milik Dehan dan tak sembarang orang bisa masuk kecuali dirinya.


" Itu sangat mudah, aku ahli dalam menyamar, tak akan ada yang menyadari aku ada di sini." Ucapnya bangga.


.........


"Tuan, ini waktunya rapat." Ucap sekretaris yang masuk kedalam ruangan iblis itu.


Dehan meliriknya, baru saja Listya meninggalkannya dan sekarang ia juga harus pergi.


" Setelah sepuluh menit, jika ia tak kembali, jemput dia." Titahnya.


"Baik pak." Ucap sekertaris itu membungkuk hormat.


.........


Listya bergegas memasuki sebuah mobil yang sudah menunggu diluar kantor, pakaiannya kini berbeda, rambutnya berani dengan kaos putih over size yang membuat tubuhnya tenggelam, untung saja tak ada bodyguard yang curiga.


Hatinya merasa lega, kali ini ia benar-benar beruntung, ia bahkan tak percaya akhirnya ia bebas, ia yakin kali ini akan berakhir, ia sudah menyusun rencana agar dapat pergi dari negara ini bersama sang kakak.


Sudah dua jam lebih ia berkendara dengan mobil itu ia bahkan tak sadar bahwa ia tertidur.


Saat membuka mata ia terkejut buka main,


"Apa apa yang kalian lakukan, lepaskan aku lepaskan." Teriaknya saat dua orang pria berotot menyeretnya .


"Wah, ini barang bagus?" Ucap salah seorang pria itu.


"Kita menang banyak malam ini, Hahahah...."


"Nona Anna baik sekali."


...........


Hai lovely ...


Maaf lama up,...