Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 6 Kejahilan Teman Seperjuangan



Melihat seisi kelas. Oni tengah berdiri di belakang sambil menyender di loker. Ia memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Baik itu sahabatnya juga yang lainnya. Hanna sibuk mendengarkan lagu sambil membaca novel kesukaannya. Gina tak bosannya selalu belanjar. Dan Afra asik bermain game.


Sedangkan Oni? Dia tidak tahu harus bermain dengan siapa. Teman-temannya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ahah.


Dalam keadaan begini. Seseorang pasti akan menghampirinya. Masuk dengan tiba-tiba dan mengajakku bermain. Dia adalah teman yang berada di kelas sebelah. Namanya Tyo tapi Oni sering memanggilnya dengan sebutan Bulyo (Bule Tyo), dia memang asli bule. Dia adalah teman seperjuangan, teman kekacauan, teman yang selalu tahu apa yang ingin dilakukan.


"Lo nungguin gue yah?" tanya Tyo yang tiba-tiba datang dan ikut bersender di loker seperti Oni. Dan Oni pun langsung menoleh ke arahnya dengan raut wajah yang menjadi bahagia.


"Lo dateng di waktu yang tepat," balas Oni sambil tersenyum senang.


Tyo merespon dengan sombong kepada Oni. Bahwa memang dirinya selalu ada di waktu yang tepat. "Jadi?" Tyo menanyakan apa yang harus mereka lakukan saat ini untuk bersenang-senang.


"Jadii... " kata Oni sambil memikirkan hal yang akan membuatnya seru.


Sebuah pohon yang sudah lama berdiri dengan kokoh di sekolah ini. Bertahun-tahun pohon ini tidak pernah tumbang sedikitpun. Dan ini tempat sebagai tujuan kami untuk bersenang-senang. Tyo dan Oni membawa salah satu sepatu temannya untuk menjadi objek kejahilan mereka. Sepatu itu mereka gantungkan di pohon itu. Dengan sebuah kertas yang tertera tulisan.


...Jika ada yang menemukan pasangan sepatu pangeran ini terlebih dahulu akan ada traktiran untuk mu dari si pemilik sepatu. SEMANGAT YOROBUN!!!...


Itu dia kejahilan mereka berdua. Semua yang melihatnya pun heboh dengan info tersebut. Tak semua mencari pemilik sepatu tersebut. Dan kami menontonnya dengan sangat senang hati.


......................


Seseorang mengagetkan kami yang berada di kelas. Dia bertanya yang menurut kami aneh. "Ada yang kehilangan sepatu?" tanyanya sedikit berteriak.


Kami terheran-heran dengannya. Dan Gina bertanya kepada orang tersebut. "Emang ada apaan?"


"Ada sepatu digantung di pohon ijo kalau ada yang nemuin sebelahnya nanti ada traktiran," timpalnya. "Kalau di kelas ini nggak ada yang ilang, gue cabut dulu."


Hanna, Gina, dan Afra saling pandang satu sama lain. Mereka saling memberikan senyum yang mereka pikir itu adalah kerjaan Oni dengan Tyo. Karena kami disini mengabaikannya dengan kegiatan kami.


......................


Orang itu mengdengar desah desuh murid yang ada disini. Mereka membicarakan dirinya. DUG. DUG. DUG. Suara hentakan kaki terdengar. Seseorang berjalan dengan angkuh. Dilihat dari bagian bawah, dia hanya memakai sebelah sepatu. Aji. Dia sudah mendengar apa yang anak-anak ributan.


Tak lama sekumpulan murid menghapiri Aji seperti akan melahapnya. "AJIIII ...." Teriakan mereka seperi gongongan yang akan menyerangnya.


Dengan hanya memakai sebelah sepatu kananya, Aji berlari untuk menghindari mereka yang ingin menemukannya karena dengan imbalan traktiran oleh sang pemilik sepatu.


Sedangkan Oni dan Tyo mereka asik menunggu di pohon ijo sambil memakan makanan ringan. Menonton Aji yang sedang dikejar oleh murid yang ingin memenangkan saimbara ini.


Aji yang berusaha berlari melihat dua anak yang membuatnya sekarang harus berlari seperti ini. Bukan Aji kalau tidak ada balas dendam untuk mereka. Disela-sela nya ia berlari, tiba-tiba dia berhenti mendadak membuat yang lain yang mengejarnya pun kaget dan saling bertubrukan.


Aji berbalik arah. "Oke, kalian mau sepatu gue kan?"


Semua mengangguk.


"Kali ini permainannya berubah. Kalau kalian bisa bawa sepatu gue yang ada di pohon itu dan dua anak itu Bulyo dan Oni ke hadapan gue dengan keadaan muka yang sudah tercorat-coret. Gue janji gue akan traktir kalian semua," jelas Aji tertawa seperi dewa.


Akhirnya mereka yang mengejar Aji sebelumnya berbalik arah. Mereka memburu dua anak itu pembuat onar sekolah dan akhirnya kaadaan terbalik.


"Yo. Yo. Bulyo kok itu pada lari ke arah kita sih?" tanya Oni panik.


Tyo melihat ke arah yang ditunjuk Oni. "Pirasat gue nggak enak On."


"Wahh ini nggak beres," ucap Tyo bersiap-siap kabur. "KABURRR!!!"


Tyo dan Oni berlari-lari dari kerjaan para murid yang entah Aji mengatakan apa pada mereka sehingga mereka pun mengejar kami. Tetapi yang pasti Aji ingin membalas dendam. Tyo dan Oni asal masuk saja ke dalam kelas orang lain. Tetapi yang pasti mereka memasuki kelas yang bukan dari kelas angkatan mereka. Melainkan kelas milik adik kelas kami, F1.


Mereka semua memandang kami.


Oni berseri dan melambaikan tangannya. "Hai."


Namun mereka semua tahu tentang kakak kelas ini. Tyo dan Oni adalah salah satu murid yang dikenal di sekolah ini. Mereka dua selalu berbuat onar. Tapi pastinya onar dalam kejahilan pada teman terdekat mereka.


"Kita izin ngumpet disini ya?"


Mereka adik kelas kami hanya mengangguk-angguk.


Tyo dan Oni saling memberi senyuman.


Ketika melihat ke arah luar. "Nunduk nunduk."


Kami segera bersembunyi. Murid-murid yang mengejar kami masih mencari keberadaan kami ini.


Oni pun mengintip.



Dia tersenyum-senyum karena merasa senang melakukan hal ini. Merasakan keseruan.


"Bulyo." Oni pun menarik Tyo untuk keluar.


Oni merasa mendapatkan kemenangan telah berhasil dari kejaran mereka. Setelah semua aman. Tyo dan Oni merasa haus karena terus berlarian. Mereka berdua menuju kantin untuk membeli minuman. Namun saat sampai disana. Tatap mereka langsung tertuju pada seseorang. Kami benar-benar mematung.


Akan kembalinya membalik dari belakang sudah ada yang mehanan kami ini. Tyo dan Oni pun membalikkan badan kembali dan menatap orang itu.


Mereka berdua tersenyum kalah.


"Kena juga kalian ..." kilah Aji yang tengah duduk di atas meja kantin.


...🦄🥀☔...


...Cast/ Gambar Sebagai Ilustrasi agar memudahkan untuk mendalami karakter....


...Dukung Author dengan LIKE - HADIAH - VOTE - FAVORIT dan tinggalkan KOMENTAR tentang chapter ini....


...Terima kasih ^^...


..._________________...


...Rilis 10/01/2020...


...Revisi 30/06/2020...