Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 26 Senyuman Kasih



Berlanjut ....


Sesuatu yang telah terjadi yang tidak disangka-sangka membuat dirinya semakin dekat dengan gadis yang bernama Hanna. Padahal selama ini dia berusaha untuk menghindar dari gadis itu, karena suatu hal. Semenjak Hanna dekat dengan saudara kembarnya, Fauzi. Perlahan entah itu tidak sengaja atau ketidaksengajaan membuat dirinya bisa berinteraksi dengan Hanna. Apalagi kejadian waktu itu meski berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja tapi kejadian itu masih saja terbayang-bayang membuat keadaan canggung jika saling bertemu atau berpapasan. Meski hidung yang dicium, jika yang lain--Astaga. Bisa gila.


Berusaha menjauh dan menyangkal tapi malah semakin membuatnya semakin bersalah padanya.


"Hujan..." Fauzan mengulur tangannya menyentuh tetesan air hujan yang jatuh.


Gadis itu terlihat berlari ke luar sekolah menghindari hujan.


Fauzan memutuskan untuk mengikutinya. Mencarinya, dan ternyata dia sedang meneduh di halte. Sesuatu ada yang menariknya untuk menemui dia. Pikirannya tidak ingin tapi hati tidak bisa dilawan, Fauzan berlari untuk ikut meneduh disana.


Canggung. Hanya ada kami berdua. Begitu hening jika rintik hujan ini tidak turun membasahi bumi.


...****************...


Beberapa siswa masih berada di sekolah, mereka sedang berlatih basket bersama. Tidak hanya ada tim basket putri tapi mereka bergabung dengan tim basket putra untuk persiapan kompetisi. Mereka berlatih di lapangan utama sekolah in-dor jadi mereka tidak kehujanan.


Aji sedang mencari-cari Hanna, padahal mereka sudah janjian untuk pulang bersama, tapi dia malah menghilang. Mendengar suara begitu ramai, dan decitan lantai. Aji penasaran lalu pergi untuk melihatnya. Ternyata ada anak-anak ekskul basket yang sedang berlatih. Matanya yang tajam langsung menemukan sosok gadis yang dikaguminya entah sejak kapan perasaannya itu muncul terhadap gadis tomboy dan jutek seperti dia.


Perlahan berjalan lebih mendekat untuk menyaksikan Afra berlatih di lapangan itu. Dia sangat jago, kapten Afra. Ditambah dia juga jago karate. Pantas saja laki-laki selalu segan padanya, karena garang. Menakutkan. Tapi mereka tidak tahu bahwa dibalik garangnya itu ada senyuman manis yang terpancar. Hatiku langsung meleleh. Dia juga bisa menggambar, kemampuan yang terpendam yang tidak pernah ditunjukkan pada orang-orang. Aji lebih suka ketika Afra sedang menggambar, auranya sangat berbeda, dia terlihat lembut dan berwarna. Bukan lagi hitam putih.


Aji tersenyum melambaikan tangannya ketika Afra melihat ke arahnya. Tapi dia acuh.


"Oy."


Aji dikejutkan oleh seseorang.


"Lo ngapain disini?" tanyanya sesudah meneguk minuman Yokul. "Hanna mana? Sama lo?"


Baru saja tiba sudah banyak bicara. Padahal awal-awal dia begitu pemalu, untuk bertemu dan berbicara pada Hanna pun tidak pernah. Seperti saudara kembarnya yang berada di kelas yang sama, dia selalu menghindar, menghilang sesuka hati.


"Gue lagi cari Hanna, tapi kayaknya udah pulang," jawab Aji.


"Ohhh. Bukan mau lihat gebetan?" kekehnya.


Aji tersenyum tipis. "Dikit."


Fauzi tertawa kecil. "Hahahaha."


Suara hujan tidak lagi terdengar keras. "Kayaknya udah nggak hujan. Zi, gue cabut duluan."


"Oke."


...****************...


Meski hujan masih turun tapi tidak sederas tadi. Mereka masih diam berteduh tanpa berbicara satu sama lain.


"Emm... Fauzan."


Akhirnya ada suara.


Fauzan menengok padanya.


"Maaf. Sapu tangan lo masih ada di gue, kan?"


Malunya.


"Iyah."


"Maaf ya gue orangnya lupaan. Tapi sapu tangannya ada kok di rumah, serius nggak ilang."


"Nggak papa," jawabnya.


Hanna tersenyum lega. "Makasih." Ternyata sisi galaknya hilang. Tapi diingat-ingat Fauzan tidak pernah galak padanya, malah selalu membantu. Hanna hanya melihat kegalakkannya pada orang lain. Bukan. Tapi, seperti badboy. Yang dingin seperti cuaca hari ini.


Suara motor terdengar, motor yang mereka kenali terlihat ke arah sini. Berhenti di depan halte ini. "Ternyata belum pulang, gue cari-cari dari tadi." Dia pun melihat seseorang yang bersama Hanna. "Eh ada lo Zan."


Fauzan hanya tersenyum tipis.


"Buruan naek, bunda udah nungguin nih."


"Bunda? Emang mau apa?" heran Hanna.


"Ngajak makan malam di luar," jawabnya.


"Bukannya kita mau ketemu sama Dokter Rey ya?"


"Sabar," ucap Aji sambil mengelus dadanya. Agar sabar dengan sikap kelupaan Hanna ini. "Dokter Rey ngedadak ada dinas keluar, jadi diundur dulu."


"Ohh gitu. Oke deh."


"Yaudah ayok naek nanti keburu hujan lagi."


Hanna mengangguk iya. Tapi sebelum beranjak pergi, Hanna melihat ke arah Fauzan berada. "Tertawa adalah matahari yang mendorong musim dingin dari wajah manusia," ucapnya.


Fauzan menoleh heran di saat Hanna mengucapkan kata-kata yang memiliki arti dalam itu dengan tiba-tiba.


"Kutipan Victor Hugo penulis dari Perancis." Hanna kembali berucap.


Mereka saling menatap. Tapi Hanna mengukirkan senyuman dari wajahnya. "Belajar senyum."


"Zan, duluan ya," pamit Aji.


Motor itu sudah melaju. Sedangkan Fauzan masih diam dengan apa yang dikatakan Hanna. Dia tersenyum.


...****************...


Motor berwarna putih tiba di suatu tempat penyiaran radio. Dia bergegas untuk masuk mendapat sapaan dari orang-orang disana.


"Eh Zan," sapa seseorang yang baru saja keluar dari studio radio. "Dah pulang sekolah nih?"


"Udah."


"Bukan bolos lagi?"


"Nggak lah, Bang. Gue belajar full."


Dia hanya tertawa kecil. "Yaudah, lo masuk sekarang, 5 menit lagi mulai."


Fauzan angguk segera masuk ke dalam studio radio tersebut. Bersiap menjadi seorang penyiar radio, karakter yang tidak diketahui oleh siapapun di sekolah sana. Kecuali saudara kembarnya.


"Lo udah siap?"


Suara itu terdengar dibalik headphone yang dipakai olehnya. Fauzan memberikan jempol bertanda bahwa dirinya telah siap.


1 2 3. 📻 Studio On.


"Assalamualaikum wr wb KEMBALI LAGI DI RADIO KASIH 93,7FM mengukir cinta bersama Hujan."


...****************...


Di kediaman rumah Gina, Oni berada disana. Gina begitu rajin sudah duduk di meja belajarnya, mengejarkan tugas sekolah. Sementara itu, Oni tidak bisa fokus mengejar tugas sekolahnya yang tergeletak di karpet. Dia datang ke sini untuk menghindari suara pertengkaran orang tuanya di rumah. Tapi tetap saja pikirannya masih sedih mengingatnya, tapi sedikit lega karena dia sudah menangis dan teman-temannya menyemangati dia. Mereka akan membantu masalah keluarganya.


Tisu pun berserakan di lantai karena tangis Oni dan ingusnya itu. Ieww.


"Udah gue bilang kerjain PR nya biar lo nggak keinget soal masalah lo itu," saran Gina.


"Tetep aja keinget, Gin. Nggak bisa ilang," rengek Oni.


Gina menghela nafas. Masalah keluarga memang begitu sulit untuk kami. Gina melihat ke arah jam dinding, menunjukkan pukul 16.14 sore. Segera dia menyalakan radio yang ada di meja belajarnya.


Ssshh


Suara Radio.


Sore-sore ginih nggak usah galau// Seperti biasa Selama 1 jam kedepan dari jam 4 sampai jam 5 sore nanti/ Hujan bakalan menemani sobat Radio Kasih FM yang sekarang lagi galau... ataupun yang lagi seneng karena habis jalan sama pacarnya.


"Gin, lo lagi dengerin apa?"


"Ini, siaran radio. Gue sering denger FM ini, suka banget sama pembahasannya. Apalagi kalau bagian Hujan," ungkap Gina.


"Hujan?" Oni bingung.


"Itu orang penyiarnya, namanya Hujan," lanjutnya.


Suara Radio.


Nah langsung saja ke topik pembahasan kita yaitu tentang cinta. Kata cinta itu banyak makna yang terkandung didalamnya. Cinta dirasakan oleh dua orang insan yang saling mengerti-memahami-menjaga-memelihara, tertawa bersama, bersedih, gembira, suka-suka, dan lain sebagainya. Cinta juga bisa dirasakan untuk banyak orang seperti keluarga, sahabat, atau teman.


Menurut Hujan ketika ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya meski dia sudah tidak peduli kepada kamu. Kamu masih menunggunya setia itulah dinamakan cinta. Bukan hanya itu ketika kamu disakiti, tersakiti, sekali ataupun sudah beberapa kali olehnya, tapi kamu masih memikirkan dia. Maka dalam hati mu masih ada benih cinta padanya.


Sakit juga, tapi memang cinta tidak bisa dikalahkan dengan apapun dan siapapun. Wow luar biasa memang cinta itu.


Nah sobat Kasih yang masih setia sampai sekarang, Hujan akan menyiarkan lagu spesial untuk kalian tentang cinta dari penyanyi Andmesh - Cinta Luar Biasa.


...Lagu berputar...


...•...


...•...


Gina sangat menikmati dengan siaran radio itu. Saat menengok ke bawah untuk melihat sahabatnya itu. Dia tersentak kejut, Oni malah menangis lagi.


Gina bangkit menghampirinya dengan khawatir. "Oni kenapa nangis lagi?"


"Hiks... itu Si Hujan malah bahas soal cinta, sih."


"Lah emang kenapa?" Heran Gina.


"Gue--gue kan huwwaaaaa...."


"Ya Oni kenapa nangisnya makin kenceng," panik Gina segera memberikan tisu sebanyak mungkin padanya.


...🥀...


 


...Rilis 25/02/20...


...Revisi 15/07/20...