Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 11 Terlambat Mengetahui (1/2)



Sekelompok remaja laki-laki berkumpul di rumah Fauzi. Mereka saat ini sedang mempersiapkan band baru yang akan dibentuk untuk kompetisi musik selanjutnya. Fauzi diajak bergabung dengan bandnya bersama Aji dan Nasrul. Meski Fauzi sendiri berbeda dengan kelas Aji, namun tidak dengan Nasrul. Dan Tyo pun berada di antara mereka. Tyo benar-benar memiliki kelas yang berbeda dari mereka. Tapi mereka saling berteman dekat.


"Eh saudara lo dimana? Daritadi gue nggak liat," kata Aji.


"Masih belum balik," jawab Fauzi sambil memetik senar gitarnya. Tapi dia tahu dimana adiknya itu. Bukan keluyuran di malam hari ini.


"Eh bro. Gue sering liat dia didatengin sama anak sekolah lain. Tapi, kayaknya anak kuliahan deh, ah gue nggak tahu persis, sih. Terus mereka sering ribut," ungkap Tyo tampa melihat lawan bicaranya, dia begitu fokus dengan permainan di ponselnya.


Fauzi menghela napas. Dia sudah tahu apa yang terjadi pada saudaranya. Pulang sekolah atau sesampainya di rumah pasti ada luka di wajahnya maupun tangan atau anggota badan lainnya.


"Aneh, muka sama tapi kepribadian kalian beda jauh," sindir Aji dengan candaan. "Kayak lo lahir di Gurun Pasir dan saudara lo di Kutub Utara."


Dan Nasrul hanya menyimak saja. Pembantu rumah disini bi Asih terlihat berjalan mengarah keluar rumah.


"Bi Asih mau kemana?" tanya Fauzi.


"Ah, Den. Bibi mau ke supermarket di depan, beli jajanan buat Aden sama temen-temen Aden."


"Kalau gitu biar Uzi yang beli." Fauzi bangkit untuk berdiri.


"Tapi, Den.."


"Nggak papa, Bi. Biar bisa milih," sambung Aji berdiri.


"Oh yaudah atuh. Ini uangnya, Den."


"Makasih, Bi."


Mereka pun bergegas pergi membeli beberapa jajanan untuk mereka. Sampainya di supermarket mereka tidak sengaja bertemu orang-orang yang mereka kenali. Sangat dekat.


...****************...


Dikediaman rumah Hanna disana sangat ramai. Sahabatnya juga teman-temannya berada disini mengisi rumah Hanna yang selalu hening. Baik itu Aji, Tyo, Nasrul juga ada seseorang yang baru saja mengenalnya selama 2 minggu terakhir, dia adalah Fauzi.


Sebenarnya kami tidak sengaja bertemu dengan anak-anak cowok. Saat kami anak cewek akan membeli cemilan ke supermaket terdekat untuk malam ini. Kami bertemu dengan mereka.


Dan yang akhirnya kami pun bisa berkumpul seperti ini. Apalagi bertemu dengan dia di saat terjadi sesuatu tadi sore.


Flashback On.


Saat Hanna pulang bersama Fauzi menaiki mobilnya. Hanna memang sudah terlihat kelelahan yang akhirnya dia tertidur pulas di mobil itu.


Padahal hanya beberapa menit tiba di rumah mereka masing-masing apalagi jika mereka menaiki kendaraan mungkin lebih cepat lagi.


Yang membuat Hanna merasa cemas, tidak tenang bertemu dengan Fauzi kembali karena merasa malu sudah tertidur beberapa jam di mobilnya sampai-sampai Fauzi harus menunggunya sampai Hanna terbangun. Dan dia pun mungkin melihat wajah Hanna yang tengah tertidur.


Apakah Hannna berdengkur saat tidur? Ngiler? Atau semacamnya lagi? Dan itu yang membuatnya cemas.


Flashback Selesai.


Sudah tak tahan lagi Hanna beranjak pergi dari sini dan melangkah pergi untuk mencari udara segar di luar sana. Terbawa suasana malam, duduk dihalaman rumah sambil memandang langit yang begitu gelap namun diterangi oleh bintang-bintang yang membuatnya indah dipandang.


Seseorang duduk disampingku membuat aku kembali merasa cemas dibuatnya.


"Ngapain di luar?" tanya Fauzi. "Nggak kedinginan emang?"


"Hah? Mmm eng-gak kok," tutur Hanna sedikit gugup.


"Lo ngehindarin gue yah?" tanya Fauzi membuat Hanna terkejut.


"Enggak. Siapa yang bilang?" kejut Hanna sambil tertawa yang dibuat-buat. "Aha-hah..."


"Keliatan. Jujur aja kenapa?"


"Gu-e cuman .. yang tadi sore .." ucap Hanna berpikir cermat untuk menberitaukannya.


"Lo nggak ngiler kok Han, tenang aja. Gue juga nggak masalah nungguin lo sampai bangun, kalau akhirnya marah mana mungkin gue nggak banguin saat itu." Dengan sedikit canda untuk menyampaikannya.


Hanna sedikit merasa lega setelah mendengar kenyataannya. Tapi.


"Tapi lo ngorok loh," lanjut Fauzi. Hanna pun membulatkan matanya karena terkejut. "Idung lo itu kayak ginih nih." Fauzi mempraktekannya ketika Hanna sedang berdengkur. Membuat Hanna semakin malu dan kesal dibuatnya.


Padahal sebenarnya Fauzi hanya bercanda bahwa Hanna berdengkur tapi aslinya tidak.


"Ihh lo kok gitu sih?" Hanna cemberut. Langsung memukul tubuh Fauzi.


Diam-diam teman yang lain melihat kami. Memergoki kami berdua yang tengah duduk di luar. Walaupun mereka bersembunyi melihat kami berdua agar tidak terketahui.


"Lo kenapa bisa barengan sama mereka, Aji, Nasrul, Tyo?" tanya Hanna tiba-tiba.


"Yah bisa, lah. Gue kenal dan temenan sama mereka juga, apalagi Nasrul. Dia kan sekelas sama gue," ungkap Fauzi.


Hanna ber'oh. "Gue baru lihat soalnya."


"Lo nya aja yang cuek," sindir Fauzi.


"Ohyah?" tanyanya Hanna tersenyum.


Hari telah berganti dengan esok yang cerah. Matahari telah terbit menyinari bumi. Udara yang masih segar untuk dihirup karena belum ada polusi.


Hanna sedang berolahraga di sekitar rumahnya. Ia berlari mengeliling komplek. Dan tak lama ia berpapasan dengan seseorang. Seseorang yang Hanna kenal, ia tersenyum kepadanya. Tapi orang itu seperti tak kenal dengan Hanna.


Aku pun menghampiri dia sambil mengejutkannya.


"Heii." Menepuk pundaknya. Namun dia hanya memasang wajah datar seperti tidak terjadi apa-apa. "Yang lainnya mana?" tanya Hanna.


"Hah?"


Dia terlihat seperti orang lain.


"Yang lainnya mana? Lo joging sendiri?"


"Ya." Dengan singkat dia menjawab.


"Lo kenapa sih? Sakit? Padahal malem tadi lo nggak kenapa-kenapa deh," terang Hanna sambil memegang dahinya.


Pada saat itu juga seseorang memanggil diriku dari belakang.


"HANNA ..." teriak seseorang.


Ternyata mereka teman-temanku. Dan aku pun terkejut. Seseorang yang berada di sisiku ada di depanku. Aku langsung terkejut melihat ke arahku dan kembali melihat ke depanku.


"Fauzi? Lo? Ko-kok bisa ada dua?"


...🦄🥀☔...


...Bersambung...


...____________________...


...Rilis 13/01/20...


...Revisi 11/07/20...