
Besok sudah tiba dimana kita bebas masuk sekolah atau tidak. Tapi tepatnya, persahabatan kami memutuskan untuk bersekolah. Karena hari ini adalah hari terakhir untuk sahabat kita, Aji. Besok, dia akan segera berangkat ke Belanda. Meski sudah dibebaskan, Hanna dihukum karena terlambat masuk sekolah.
"Hanna Mafaza..."
"I-yah pak?"
Pak Raja menatap Hanna sembari menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan. Hanna hanya tersenyum dengan kakunya. Tidak lama dari itu. Siswa lain datang dan terlihat dari seragamnya mereka adalah siswa kelas 11.
Pak Raja menjitakkan dahinya sendiri dengan tangan. "Nggak adik kelasnya, kakak kelasnya sama-sama terlambat! Kalian kelas F1 kan?"
Mereka berdua mengangguk. "Selamat pagi pak."
"Pagi. Pagi. Ini rambut kenapa lagi? Hah? Rapihkan!"
Anak laki-laki kelas 11 itu meluruskan rambutnya. Sedangkan murid lain yang ikut bersamanya. Dia hanya diam. Dia perempuan. Pertemanan mereka sudah dikenal seperti Hanna dan Aji. Mereka berteman sejak dari kecil.
Tidak lama kemudian, seorang murid Hanna mengenali lagi. "Fauzan?"
Hendam masuk gerbang, ternyata ada guru disana, Fauzan membalikkan arahnya.
"Mau kemana kamu?"
Ketahuan.
Langkah Fauzan terhenti dan segera berbalik dan menghampiri guru serta siswa lain yang terlambat seperti dirinya.
"Karena kalian semua terlambat bapak akan hukum kalian lari keliling lapangan 10 kali."
"Apa?!"
......................
| Lorong Kelas 12 |
Di depan kelas 12 - MIPA 3 ada Oni beserta kawan seperjuangannya yaitu Tyo. Oni sedang bermain di ponselnya sambil menonton video klip dari Boyband Korea favoritnya. Pandangan Oni tertuju pada boy band yang diisi dengan pria super tampan dan ia ikut bernyanyi dengan sangat lantang.
🎶
Oh my my my, oh my my my
I've waited all my life
Aku ingin bersama kalian semua
네 전부를 함께하고 싶어
Oh my my my, oh my my my
Looking for something right
Sekarang saya tahu sedikit
이제 조금은 나 알겠어
than a moment, than a moment, love
(Ooh ah ooh ah ooh ah ooh ah ah) Saya telah menunggu lebih lama
(Ooh ah ooh ah ooh ah ooh ah ah) I have waited longer
(Ooh ah ooh ah ooh ah ooh ah ooh)
(Ooh ah ooh ah ooh ah ooh ah ooh)
For a boy with, for a boy with love
Sementara itu, Tyo sendiri berada di samping Oni dengan mimik wajah yang tidak menyenangkan. Tyo meraih ponsel Oni.
"BULYOO?! Apa-apa sih?"
Oni merebut kembali handphone miliknya.
"Lo daritadi liatin itu mulu! Gue kan jadi dikacangin," cicit Tyo.
Oni menahan tawa. "Phtt... Jadi lo cemburu nih sama pacar-pacar gue ini." Oni mengolok-olok Tyo dan mengangkat ponselnya dan menunjukkan boyband itu ke wajah Tyo yang sangat dekat. "Lihat nih..."
Tyo segera melepas tangan Oni dari depannya. Lalu.
Tyo mendekati wajahnya pada Oni. "Lo bilang gue cemburu? Lebih enak liatin pacar khayalan lo itu atau muka gue ini yang nyata dan bule? Hah?"
Tyo menyeringai. "Lo takut? Atau... Hah.. suara jantung lo kedengeran tuh."
Oni terdiam dan membeku dan segera Tyo pergi. Oni tetap berdiri di tempatnya dan tidak berubah. Hatinya merasa copot seperti dia akan kehilangan perilakunya darinya. Hampir saja.
Nafasnya yang memburu.
".... Dasar jelas-jelas lo yang cemburu. Hah waktu itu lo nembak gue.." gerutunya.
......................
Di dalam kelas Afra sedang sibuk menggambar seseorang. Bahwa seseorang adalah siswa laki-laki yang tidak tahu malu yang datang ke kelas orang lain. Afra memberikan gambar orang tersebut.
Di sini Afra menahan tawa melihat Aji menyandingkan foto dirinya yang dibuat oleh Afra sendiri. Lucu banget dan Gina yang duduk di kursinya menertawakan kelakuan Aji.
"Seriusan gambar ini?" tanya Aji. "Udah mirip belum?"
Afra tersenyum. "Mirip."
"Karena yang gambar orang yang gue cin-eh maksud gue pelukis yang akan terkenal. Gue akan simpen ini baik-baik dalam hidup gue."
Afra hanya tersenyum.
"Hanna masih belum sampe juga?" tanya Gina.
"OHIYAH Hanna Sengklek kemana tuh anak?" lanjut Aji.
"Bilangnya sih udah deket, kalau sekarang pasti udah nyampe sekolah," sahut Afra.
......................
| Di lapang sekolah |
Selama ini Hanna, Fauzan dan dua juniornya berlarian di sekitar lapangan sekolah dan diawasi oleh Pak Raja. Hanna dan Fauzan berlari bersama dan ini lap terakhir mereka. Mereka segera berbaring di tanah, kelelahan. Nafas mereka tidak teratur. Sementara junior mereka belum selesai, mereka bercanda satu sama lain, terutama anak laki-laki karena perempuan terlalu pendiam dan dingin.
"Kalian boleh pergi dan istirahat."
"Makasih, Pak."
Hanna bangun dan berpamitan dengan Pak Raja. Hanna segera menuju air yang mengalir. Selesaikan mencuci muka dan tangannya. Seseorang mendatanginya.
Fauzan datang dan jaraknya terlalu dekat dengan tubuh Hanna, ia tersenyum manis membuat Hanna kacau dengan detak jantungnya.
"A-ada apa?"
Fauzan masih terdiam sejenak menatap Hanna. Dan. "Mau ketemu Bang Gilang?"
"Hah?"
"Kita yakinin lagi apa yang lo suka dan apa yang jurusan lo pengen," lanjutnya.
"Oh."
"Oh?"
"Ah.. iyah ayok. Kita ketemuan di tempat biasanya aja yah," kata Hanna.
"Tempat biasa? Tempat bolos?" canda Fauzan.
"Hum, yaudah aku duluan ke kelas." Hanna tersenyum.
Jawab Fauzan sambil tersenyum, meski tidak selebar Hanna. Hanna kemudian pergi untuk pergi ke kelasnya.
...****************...
Fauzi tidak pergi ke sekolah karena akhir-akhir ibunya selalu kesakitan dan ia harus menjaganya, dia keluar dari kamarnya ketika dia melewati kamar saudara kembarnya dia berhenti menatapnya, dia masuk. Ada yang menarik perhatiannya, ia mengambil buku brosur kuliah di meja Fauzan.
"Kenapa dia nggak ngasih tahu gue?"
Terkejut, Fauzi yang baru mengetahuinya. Karena penasaran, dia memeriksa laptopnya, menyalakan laptopnya. Berhasil. Langsung memunculkan situs web salah satu universitas.
"Apa karena Hanna, dia ngelakuin sampai sejauh ini?"
...🥀...
...Bersambung...
...___________...
...Rilis 29/05/2020...
...Revisi 14/08/2020...