Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 27 Flower Party



Ketika memasuki kelas, semua orang sangat ramai membicarakan suatu hal entah itu apa. Hanna langsung dipanggil oleh Oni untuk menghampirinya. Dia pun kesana. Dan sekarang dia tahu apa yang membuat semua orang disini begitu ribut.


Mereka membicarakan party, pesta ulang tahun Joy. Dia hari ini berulang tahun. Dan kami disini semua diundang ke pestanya tentunya berkat Afra. Joy adalah adik kelas Afra saat SMP dan sampai saat ini mereka bertemu kembali di SMA ini dan tak lupa Joy juga akrab dengan kami karena kami pernah dalam satu panitia di kegiatan MPLS peserta didik baru.


Tentunya mereka sangat akrab dan juga Joy adalah orang yang tak tahu malu dan ramah pada siapapun.


"Pulang sekolah gue harus nyari baju yang cocok nih," sahut Oni.


"Baju yang lo pake semuanya cocok kok," sindir Afra.


Terlihat Oni sangat senang mendengarnya. "Serius lo?"


Afra tersenyum mencurigakan. "Kalau pake baju daster."


Gina dan Hanna tertawa mendengar candaan Afra. Dan Afra pun tak kalah kerasnya dari tawaan mereka.


"Okee perhatian semuanya," teriak Joy yang tiba-tiba memasuki kelas kami.


Walaupun Joy adalah adik kelas kami. Kami sudah terbiasa dengannya apalagi dia sering keluar masuk kelas kami tak tahu malu.


"Kakak-kakak kelas disini yang sangat gue cintai sudah tahu kan bahwa hari ini adalah hari spesial gue, undangan pun udah kalian terima?"


Murid disini mengangguk. Berteriak, "UDAHHHH ....."


"Nah kali ini gue nggak mau ada sedikit pun kekacauan di pesta gue seperti tahun lalu," tuturnya.


Satu tahun yang lalu Joy juga mengadakan pesta ulang tahunnya. Dan disana semua tak teratur dengan baik, kekacauan yang disebabkan oleh salah satu murid perempuan membuat pesta hancur karena cemburu. Tentunya juga murid perempuan itu ada di kelas ini.


"Denger kak Karin?" Melirik ke arah Karin.


Yap murid perempuan itu adalah Karin. "Hmm," jawabnya malas.


"Yang penting kalian jangan lupa kadonya yah guys," sahut Joy menyengir.


"HUUUUUUHUUUUUU." Semua orang bersorak untuknya.


"LET'S GO TO MY PARTY... YEAYYY...."


...****************...


Malam ini adalah party teman kami walaupun adik kelas. Dia orang yang ramah kadang juga usil. Dia selalu menyapa satu persatu ke kelas dengan keunikannya.


Ditambah dengan teman sengkleknya, mungkin dia tertular olehnya. Yah dia adalah Ello. Mereka adalah dua sejoli dalam hal kejahilannya. Etss .. tapi jangan salah temannya Joy yang bernama Ello adalah pangeran di kelasnya maupun di sekolah.


Mereka semua adalah BAKNUS adik kelas kami. Mungkin bisa jadi generasi kita selanjutnya. Micin kali. Hahaha.


Hanna berangkat bersama teman-teman lainnya. Seperti biasa mereka menumpang kepada Afra. Dia selalu membawa mobil kesayangannya.


Kami sudah berpakaian rapih dan yang pasti sudah cantik. Kami melihat salah satu seorang murid kelas F1, dia sangat tampan dia juga dikenal dengan pangeran si jenius di kelasnya tak salah dia disini, apalagi semua murid kelas F1 karena orang yang berulang tahun adalah murid kelas tersebut.


"Kalau gue gebet nggak papa kali yah?" harap Oni.


"Lo mau gebet dia? Hati-hati. Gosipnya dia udah ada yang punya," timpal Gina.


"Emang dia mau sama lo On?" sindir Afra mengejek.


"Wahh lo udah ngajak ribut aja," seru Oni.


"Udah ah kita masuk nanti keburu dimulai," sahut Hanna.


Kami pun semuanya memasuki rumah Joy. Disana sudah bayak orang-orang berpakaian rapih. Mereka ada yang kami kenal maupun tidak. Dan kami tidak kalah dengan kepopulernya kelas Flower. Mereka menjadi perhatian semua orang.


Tunggu. Ini seharusnya kisah kami kenapa jadi berpindah? Oke kita lupakan saja mereka.


Kami menemukan orang yang kami cari Aji, ia menghampiri dengan gayanya yang norak menyapa kami. Kami berbicang, sangat ramai, kami menikmati pesta tersebut.


Baik kita perlihatkan seberapa terkenalnya kami pun.


"Gue ke belakang dulu yah. Na anterin...." ucap Oni merengek.


"Yah ayok."


Disini hanya ada Gina, Afra dan tak lupa ada Aji. Mereka menunggu acara dimulai. Tak lama seseorang datang.


"Heii Ji," sapa Nasrul berjabat tangan kepadanya. "Haii Afra, Haii Gina," sambungnya.


Pengucapan berbeda nada kepada Gina, dia perempuan spesial untuknya.


"Haii," balas Gina.


Karena Aji super pekanya. Ia mengisyaratkan kepada Afra untuk pergi dari sini. Namun Afra sama sekali tak mengerti. Mereka berdua berkomunikasi dengan isyarat mereka sendiri menggunakan ekspresi wajah mereka tanpa bersuara.


"Kalian ini kenapa sih?" tanya Gina yang terheran dengan prilaku sahabatnya itu.


"Ohiyah Afra kita kan ada yang harus dibicarain. Bener kan?" Menekankan ucapannya. Afra mengerutkan dahi bahwa ia tidak mau. "Ayok... ikut gue." Aji memegang lengan Afra dan memaksanya pergi bersamanya.


"AJI!!" Afra sedikit meneriakinya.


"Mereka kenapa? Aneh," sahut Nasrul.


Saat Afra dan Aji pergi, kami berdua Gina dan Nasrul berdiam tak berkutip sama sekali karena canggung. Dan diakhiri dengan kata.


"Kamu cantik Gin," puniy Nasrul membuat Gina merah merona karenanya.


"Maaaakasih." Dengan suara pelan dan malu.


...•...


..."Keberanianku belum bisa mengajakmu lebih dari sekedar teman. Maaf"...


...- Nasrul Rajawijaya -...


...•...


Hanna dan Oni sudah selesai, mereka kembali ke tempat semula. Namun disana hanya ada Gina dan Nasrul.


"Afra sama Aji kemana?" tanya Oni.


Gina hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu. Dan tak lama suara mikrofon terdengar. Acara ini akan dimulai.



Diawali dengan sambutan, kemudian bernyanyi selamat ulang tahun, dan memberikan potongan kue pertama tersebut untuk siapa. Joy memberikannya terlebih dahulu untuk kedua orangtuanya. Kemudian memberikan ke salah satu teman terbaiknya yaitu Shei.


Kami satu persatu memberikan kado untuk teman kami yang berulang tahun Joy. Setelah acara tersebut kami memulai party kembali bersenang-seneng menari, dan masih banyak lagi.


"Gue nggak nyangka si Joy bisa keren juga yah," ucap Ghesa.


"Kamu ini 2 tahun kita sekelas baru nyadar?" sindir Alya.


"Lohh?" kejut Ghesa.


Tak menyangka Alya berbicara seperti itu biasanya dia tak memperlihatkan kekagumannya kepada Joy. Joy hanya sepintas untuk mereka.


"Wahh jangan-jangan lo? Su--" Alya langsung menutupi mulut mereconnya Ghesa.


Bukannya dia salah tingkah (Salting) tapi ia takut ada gosip yang bukan seharusnya ada dan tak fakta.


Hanna, Oni, Gina, dan Nasrul yang berada di sekitaran mereka tak sengaja mendengar. Karena tak mau ada kesalah pahaman tentang gosip kami pun pergi. Saat beranjak pergi.


"Mulut merecon." Menahan tawa karena melihat Ghesa tak sama jauh dengan dirinya Oni.


"Oniii!!" tegur Hanna dan Gina.


Mereka murid kelas Flower atau disingkat F1 sedikit mendengar gumaman Oni. Mereka mungkin ragu dan salah dengar, mereka langsung mengalihkan pandangan terhadap kami tapi sebelumnya mereka tersenyum kepada kami seperti Ghesa, Alya, dan Shei karena mereka adik kelas kami sepatutnya santun terhadap kakak kelasnya terkecuali Rave dia jarang tersenyum.


Kami pergi dari sana menuju tempat yang lain, dan kami menemukan seseorang. Dia adalah Fauzan dan Fauzi.


"Heii Zi, baru dateng?" tanya Nasrul. "Eh bro." Menyapa kepada Fauzan.


"Haii Han," sapa Fauzi.


"Haii." Hanna tersenyum kepada Fauzi dan tak lupa juga kepada Fauzan.


Fauzan berusaha untuk tersenyum seperti apa yang pernah Hanna ajarkan, namun ia masih ragu untuk melakukannya membuat Hanna tertawa kecil karena apa yang dilakukan Fauzan. Membuat Gina, Nasrul, Oni, dan Fauzi terheran karena Hanna tertawa.


"Lo kenapa Han? Sehat?" tanya Oni.


Yang akhirnya karena malu Fauzan berpamitan duluan.


"Guuuue duluan." Fauzan langsung beranjak pergi.


"Zan tungguin. Gue cabut dulu yah belum nyapa sama yang ultah."


Fauzi langsung menyusuli Fauzan kembarannya.


"Tadi, lo ketawa kenapa? Emang ada yang lucu?" tanya Nasrul.


......................


Aji dan Afra berada di luar tak jauh dari rumah Joy. Mereka malah memisahkan diri dan tertinggal dari acara utamanya.


"Aji lepas, kita bakalan ketinggalan acaranya," decit Afra melepas genggaman Aji.


"Sorry Fra sorry. Lagian pasti acaranya juga udah mulai," timpal Aji dengan santainya.


Afra terlihat sangat kesal. "Dasar nyebelin."


Dia langsung beranjak pergi. Tapi saat dia akan pergi, lengannya ditahan kembali oleh Aji membuat Afra tertarik dalam pelukan Aji. Sontak Afra langsung terkejut, dia mematung dan akhirnya saat ia akan menjauh, Aji menahanya kembali dalam pelukan.


"Aji!!" teriak Afra.


"Shtttttt!! Sebentar aja Fra, mohon," tutur Aji dengan suara lembut tak seperti biasanya.


Karena terdengar tulus, ia pun membiarkan Aji memeluknya sebentar.


......................


Fauzi dan Fauzan telah selesai bertemu dan berbincang dengan Joy yang berulang tahun. Setelah dari sana mereka menghampiri kami yang sedang duduk.


"Zi, Fauzan ayok gabung," panggil Nasrul kepada Fauzi dan Fauzan.


"Zi gue kesana dulu," sahut Fauzan untuk pergi dari sini dan ke suatu tempat tak jauh dari tempat mereka berada.


Fauzi langsung mengambil minuman dan meminumnya. Hanna dan Fauzi berbincang mereka tertawa bersama karena suatu obrolan Fauzi yang membuat lelucon sehingga Hanna tertawa.


Tak sangka Fauzan dari jauh memperhatikan mereka. Fauzan terlihat cemburu? Kesal? Marah? Yang mana yang benar? Fauzan akhirnya mencari udara segar.


"Liat deh Gin, mereka serasi nggak sih?" papar Oni melihat Fauzi dan Hanna bersama.


"Umm serasi. Tapi, yang satu dikemanain?" tanya Gina.


"Yang satu kita bungkus aja," kekeh Oni.


Gina pun ikut tertawa memangnya orang bisa dibungkus dan kita bawa buat pajangan pikirnya.


"Kalian ngomongin apa? Asik bener nggak ngajak nih?" selosor Nasrul.


"Obrolan cewek nggak usah ikut," canda Oni membuat Nasrul berdiam.


"Ihh lo jahat banget sih," tegur Gina.


"Gue cuman bercanda Gin heheh," timpal Oni.


"Dari penampilan... udah jelas mereka mencirikan dirinya sendiri, lihat deh si Fauzi cerah banget bersinar."


" ... Sedangkan Fauzan serba hitam ekspresi datar tapi cool. Diibarakan sih mereka matahari dan bulan sekolah kita." Oni sangat fokus terhadap obrolan gosipnya.


"Seneng banget yah lo gosipin orang. Gue denger loh," sahut Fauzi.


Sontak Oni dan Gina langsung melirik ke arah Fauzi yang sedang bersama Hanna, Hanna tertawa kecil.


Dan Oni sangat malu ia tersenyum tanpa memperlihatkan kesalahan yang diperbuatnya.


"Maafin Oni yah, dia emang kayak gitu. Maklum cewek," tutur Hanna sedikit berbisik.


"Nggak papa gue juga cuman bercanda kok barusan. Lucu nggak tadi ekspresinya?"


"Lo jailin Olla? Hahahahah."


Mereka pun tertawa kembali namun tak lama. Hanna berpamit sebentar kepada Fauzi karena harus mencari Aji yang menghilang bersama Afra. Karena sebelum berangkat kemari Hanna disuruh oleh bundanya Aji untuk menginap di rumahnya, dan Hanna pun lupa memberitahunya kalau setelah pulang dari sini Hanna akan ikut pulang bersama Aji.


"Mau gue temenin?" tanya Fauzi.


"Ohh nggak usah, gue cuman ada perlu sebentar sama Aji, lo tunggu disini aja."


Hanna pun langsung beranjak pergi.


......................


Hanna pergi mencari Aji namun belum terlihat juga. Akhirnya ia mencari keluar, ia merasa dingin disini. Karena dia memakai gaun yang tak panjang, angin malam pun terasa. Saat mencari akhirnya Hanna melihat seseorang sedang berpelukan. Hanna terus melihatnya siapa mereka? Dilihat dengan teliti ternyata mereka Aji dan Afra yang sedang berpelukan.


"Oh My God... Wow... Afra seriusan?"


OMG. Hanna sangat terkejut tak segampang itu Afra berprilaku seperti itu kepada cowo, didekati sudah susah dan langsung ditendang. Sedangkan ini berpelukan dengan Aji. Aji sangat hebat membuat Afra takluk kepadanya.


"Afra dikasih jimat apa sama Aji?" gumam Hanna ia tersenyum melihat mereka bahagia.


Yang awalnya berniat untuk menemui Aji tak jadi, karena akan menggangu mereka berdua apalagi kalau ketahuan bisa-bisa malu Afra, dia tingkat dewi. Hanna pun berbalik arah akan kembali ke tempat party. Saat berbalik arah. Hanna sangat terkejutnya walau tak sampai mengeluarkan suara kecil.


"Ngapain disini?" tanya Fauzan.


"Gue mau nemuin Aji nyatanya, yah gitu," tutur Hanna melirik kembali ke arah Aji dan Afra berada.


"Ohh lo ngintip yah," sindir Fauzan.


"Ehh enggak kok enggak, gue nggak sengaja lihat."


"Yaudah kita pergi, jangan disini," sambung Hanna reflek menarik lengan Fauzan untuk pergi dari sini.


"Ehh gue pergi kesana," kilah Fauzan.


"Nggak boleh, lo mau ganggu mereka?" decit Hanna.


Akhirnya mereka pun pergi dari sana. Saat akan kembali ke party, diperjalan tak terlihat ramah. Hening.


"Emmm, lo kok diem aja?" tanya Hanna.


"Emang gue harus gimana?" tanya balik Fauzan.


"Yahh nggak gimana-gimana juga sih, tapi kan... nggak jadi deh." Hanna masih mempertimbangkan ucapannya.


"Kenapa nggak jadi?" tanya Fauzan.


Super duper nggak peka nih anak. Ini kan malem gue takut kalau hening ginih. Dan lagi....


Hanna baru tersadar.


"Fauzan ko kita nyampenya lama banget yah?" tanya Hanna. Fauzan melihat-lihat daerah sekitarnya. "Apa jangan-jangan kita tersesat lagih?" tanyanya lagi.


"Mungkin kita tadi salah belok," ucap Fauzan dengan tenangnya.


"Yaudah kita balik arah," kilah Hanna.


"Kenapa? Lo kayanya takut yah?" tanya Fauzan.


"Bukan takut tapi takut mereka nyariin gue," urai Hanna berpura-pura tidak takut.


"Masa?" tanyanya sambil sedikit tersenyum.


"Beneran," jawabnya menekan.


Hanna sangat takut malam apalagi ditambah hujan deras mengingatkannya dalam mimpi buruk masa lalu.


"Hanna itu apa?" Secara kilat Fauzan mengerjainya.


"AHHHHH!!!!"


Sontak Hanna langsung sangat-sangat terkejut sampai menggandeng lengan Fauzan.


"Katanya nggak takut," sindir Fauzan.


"Ish lo ngerjain gue?" Hanna langsung melepaskan genggamannya. "Hum!"


Fauzan sedikit tertawa, dan terdengar oleh Hanna.


"Lo ini gue kan udah ajarin lo buat senyum kayak ginih nih." Hanna memperlihatkan senyumannya. "Kenapa ngirit terus sih?" kesal Hanna.


Namun Fauzan hanya diam. "Coba ulangi kayak gimana?"


"Kayak ginih nih giginya liatin," tutur Hanna memperagakan senyuman.


Dan terlihat Fauzan menahan tawanya. Hanna sangat lucu dengan apa yang ia lakukan tadi.


"Tuh kan lo nahan tawa lagi. Ginih nih lepasin," pinta Hanna.


Namun usaha Hanna masih gagal terhadap Fauzan. Fauzan masih bisa menahan tawa dan senyum lebarnya. Tak seperti kembaran yang satunya Fauzi.


...🏫...


...Rilis 03/01/2020...


...Revisi 16/07/2020...