Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 24 Surat Cinta



Afra baru saja tiba di sekolah lebih pagi dari biasanya. Karena dia harus mengembalikan peralatan olahraga yang telah dia pinjam, dia juga harus membuka pintu tersebut sebelum murid-murid lain memakai ruangan ini, dia harus mengembalikan kuncinya.


Karena kemarin adalah hari pergantian pengurusan. Bukan hanya organisasi tetapi ekstrakulikuler akademik - non akademik pun dalam pergantian pengurusan baru. Afra yang merupakan wakil ketua ekstrakurikuler olahraga sekaligus ketua dari cabang bola basket putri ikut lengser. Tapi, gelar kapten masih dimiliknya sampai perlombaan terakhir yang dia ikuti ini.


Dia menuju kelas, kelasnya masih sepi, tidak ada satu orang pun kecuali dia. Afra membuka loker miliknya disana. Sesuatu yang ada di dalam loker mengejutkannya. Sebuah kotak yang terbungkus ada di lokernya.


"Kenapa ada kotak di loker gue?"


Padahal setiap loker terkunci hanya pemilik yang memiliki kunci untuk bisa membukanya. Afra membuka kotak itu, berisi spidol warna-warni dan juga sepucuk surat.


^^^Bogor, 28 Mei 2019^^^


Kepada Yth,


Sdri. Afra Amna


di Bogor


Perihal : Penawaran Kesepakatan


Dengan hormat,


Dengan sanagat gembira dan dengan sangat serius, saya memberitahukan kepada anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada anda, terhitung dari tanggal yang saya sendiri tidak tahu pasti, karena cinta yang saya rasakan datangnya tiba – tiba dan tanpa saya undang. Dia datang sendiri kok, jadi wajar saja jika saya tidak tahu kapan dia datang.


Sehubung dengan perihal tersebut, maka bersama surat cinta yang singkat ini, saya bermaksud menawarkan diri untuk menjadi kekasih anda. Saya bersedia untuk mencintai anda sepenuh hati saya, dan melindungi anda sepenuh jiwa saya. Saya sadar, jika keputusan ada di tangan anda, wahai orang yang saya cintai, namun saya memohon, jangan kecewakan saya, karena cinta yang saya rasakan bukanlah cinta yang main – main, dan saya sangat serius.


Namun sebelum itu, saya ingin agar kita menjalani ikatan hati terlebih dahulu, yakni pacaran. Jika anda bersedia menjadi pacar saya, maka anda bisa mengirimkan surat balasan kepada saya, terhitung dari hari ini, sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.


Jika nantinya hubungan pacaran kita berjalan lancar, maka selanjutnya kita akan membicarakan pernikahan, yang bisa saling menguntungkan untuk kedua belah pihak, yakni memiliki pendamping hidup.


Demikian surat penawaran ini saya sampaikan, saya berharap anda bisa memberikan balasan secepatnya dan tidak menolak penawaran ini, terima kasih.


^^^Yang Mencintaimu,^^^


^^^R. Aji Nugroho.^^^


Bukannya senang setelah membaca surat cinta itu, malah Afra merasa geli sendiri. Bagaimana bisa dia membuka lokernya untuk memberikan ini? Pasti ada seseorang yang membantu meletakkan itu dan dipastikan orang itu adalah orang yang paling dekat di antara mereka berdua.


Segera dia beranjak menuju kelasnya Aji sambil membawa kotak itu. Namun tampaknya kelas tersebut juga tidak ada siapapun. Tapi itu ada kesempatan bagus untuknya. Dia masuk mengambil sebuah spidol papan tulis di meja guru. Segera dia mengambar sesuatu di sana sambil tersenyum dengan aksinya ini.



Melihat jam dia harus segera keluar dari kelas ini sebelum sekolah semakin ramai.


Waktu terus berjalan sekolah tampaknya sudah mulai ramai, murid-murid berdatangan begitu juga dengan para guru, stafnya dan para pekerja lainnya di sekolah ini.


Kali ini Aji datang dengan sepeda motornya. Memarkirkan dengan hati-hati, karena motor ini mahal dan antik. Tidak boleh lecet sedikitpun. Berjalan ke arah kelasnya, sudah di depan pintu orang-orang begitu ramai di dalam sana. Aji terheran-heran dan penasaran. Ketika orang-orang menatap dengan curiga dan tertawa pada Aji, Aji semakin dibuat penasaran.


"Ada apaan rame-rame?"


Mereka menunjuk ke arah depan. Aji memutar tubuhnya untuk melihat ada apa di belakang sana. Syok. Terkejut. Dia mendapatkan sebuah gambar karikatur mirip dengannya dengan tulisan-tulisan yang dilebih-lebihkan sebagai pesan, dan dinyatakan bahwa gambar yang dimaksud itu menunjuk kepadanya. Tertulis Aji.


"Siapa yang gambar ini?" teriaknya.


"Ji, lo baru ditolak?"


"Cewek yang lo tabok eh tembak siapa?"


Aji semakin bingung dibuatnya. Kapan dirinya menembak cewek?


"Wah Ji kenapa nggak bilang-bilang kalau lo suka sama cewek? Gue kira lo itu belok AHAHAHAH...."


"Hahahahah....."


"Wah lo ngajak ribut," seru Aji pada salah satu candaan mereka. Meski tidak serius untuk diladeni.


Aji berjalan menuju tempat duduknya dengan mendapatkan tawa dari teman sekelasnya. Saat duduk dia melihat sebuah kotak yang ia kenali di bawah mejanya. "Kenapa ada disini?" Dengan tertegunnya dia segera membawanya ke atas meja, membuka kotak tersebut. "Surat?"


Aji segera membaca surat yang ada di dalam kotak itu. Membaca setiap kata, kalimat dan paragraf membuatnya semakin tidak percaya apa yang ia lihat dan baca ini. Aji mendengus kesal, dia sudah tahu siapa yang menyelinapkan surat cinta ini ke dalam kotak.


Tersangka itu adalah perantaranya untuk memberikan kotak tersebut kepada seseorang. Tanpa harus diketahui olehnya. Tapi apa ini? Malah sebaliknya, dia memberikan identitas orang pemberi kotak ini yaitu dirinya kepada gadis yang ia sukai.


Apalagi isi suratnya begitu formal. Perihal kesepakatan? Bisa-bisanya menyatakan perasaan pada seseorang seperti itu. Tapi, dia sadar diri bahwa hal seperti itu adalah karakternya sendiri yang humoris untuk lucu.


Berjalan dengan hentakan kaki menuju kelas seseorang. Dia masuk tanpa permisi ke kelas orang lain, semua mata menatap ke arahnya. Brak! Dia terperanjat karena Aji menggebrak meja dia yang tengah tertawa melihat pada ponselnya.


Aji melihat isi ponsel itu. Sebuah gambar karikatur dirinya yang sudah tersebar. Aji lebih mendekat padanya. Agar orang-orang tidak mengetahui apa yang akan dia bicarakan. "Puas ya malu-maluin gue."


Dia sedikit gugup tapi dia tidak bisa menahan untuk tertawa karena benar-benar lucu. Sudah dia tunggu-tunggu sejak kemarin apa reaksi di antara mereka berdua.


"Gue nurutin kata lo. Gue dah kasih, kan."


"Tapi nggak kasih surat juga," cicitnya. "Gue kan minta rahasiain identitas, malah lo umbar pake nama lengkap."


Hanna hanya berseri. Dan Aji merasakan tatapan yang begitu mematikan seperti elang dari arah sampingnya. Aji menengok untuk melihat, dan sontak itu adalah Afra yang ternyata duduk di belakang kuris Hanna. Begitu malu yang ia sembunyikan untuknya karena kejadian ini. Dia hanya berseri dengan gugup untuk pergi dari kelas ini, mencoba untuk tidak berinteraksi lebih dulu.


AaaahAaaaaaa......


Aji berlari terbirit-birit keluar dari kelas ini.


Hanna tertawa terbahak-bahak. "Ahahahah...HAHAHAHA."


"Lucu ya," sindirnya.


Tawa itu sedikit mereda Hanna menoleh ke arah belakang lalu berseri. Sebelum Aji datang untuk protes, Hanna sudah lebih dulu mendapat amukan dari Afra. Afra hafal betul bahwa yang membantu hal itu adalah Hanna. Tapi soal surat, Afra tidak tahu bahwa yang sebenarnya adalah Hanna yang telah menuliskan surat cinta itu.


...🦄...


...___________________...


...Rilis 16/02/20...


...Revisi 15/07/20...