Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 19 Superhero Kecilku



Fauzi bersama Aji dan Nasrul berjalan bersama menuju ruang musik. Mereka akhirnya sudah menyelesaikan proyek musik mereka untuk perlombaan yang diikuti. Di perjalanan menuju ruang musik, kami bertemu dengan geng Hanna yang pasti ada Gina, Oni, dan Afra.


"Ehh ada si Sengklek," sapa Aji.


"Apa kabar Batu Akik?" ejek Hanna karena Aji pun meledeknya.


Pancaran mata mereka yang akan mulai bertempur. Teman-temannya sudah melihat bahwa mereka akan mulai bertempur tapi berkat Nasrul pertempuran mereka tertunda.


"Nanti malam kita mau tampil kalian harus nonton yah," tutur Nasrul.


"Boleh tuh nanti kita dateng," timpal Oni sambil melirik ke arah Gina.


"Lo gabung juga Zi?" tanya Hanna.


"Iyah mereka ngajakan gue," seru Fauzi.


"Dateng yah Han."


Hanna tersenyum. "Oke."


"Kita boleh denger lebih awal nggak lagu kalian?" harap Oni merayu mereka.


"NO." Penolakan yang tegas dari Aji.


"Hemm, yaudah gue mau pergi bhay," lirih Oni beranjak pergi.


"Mau kemana?" tanya Afra.


"Nemuin teman seperjuangan. BHAY," lanjutnya.


Mereka sudah tau apa yang dikatakannya, dia akan menemui Tyo.


"Nama band kalian apa?" tanya Gina.


Aji, Nasrul, dan Fauzi saling pandang dan tersenyum.


...****************...


"Kita sambut The Hago ....." teriak pembawa acara.


"Mereka tampil tuh," ucap Oni antusias.


Aji, Fauzi, dan Nasrul sudah terlihat di atas panggung. Mereka bersiap-siap untuk tampil. Aji yang memainkan drum, Nasrul dengan pianonya dan Fauzi dengan gitarnya. Dan ketiganya bernyanyi. Tak lama mereka pun memulai melodi lagu yang dibuat oleh mereka sendiri. Kami berempat sangat terkagum-kagumi oleh mereka. Mereka sangat keren dan hebat bisa membuat lagu sebagus ini. Dan mereka bilang kepada kami. Lagu ini terinsprirasi dari kami dan yang akhirnya nama band pun memakai


huruf awal dari nama kami berempat. Hanna, Afra, Gina, Oni dan menjadi The Hago.


Kami pun mendengar dan meresapi setiap lirik yang disampaikan. Lagu ini menceritakan seseorang yang sedang berputus asa dengan hidupnya. Ia pun bertemu dengan seseorang yang memberikan kebahagaiannya kembali. Membangunkan mimpi buruknya dari masa lalu yang selalu menerjamnya.


...🎢🎢🎢...


Malam ini...


Malam yang terpajang


Aku suka pada mereka yang menemui ku


Tapi tidak untuk kali ini aku sangat membencinya


Taman bunga yang bermekaran


Sejak kapan kembali tertutup?


Rintik hujan bukan lagi pengisi kesepian yang bahagia melainkan kesengsaraan



Tolong aku....


Aku ingin meraih kebahagiaan ku lagi


Aku tidak bisa terus terjebak dalam kegelapan mimpi


Tolong aku....


Bisakah kamu membawaku?


Aku ingin bersamamu sepanjang waktu


Jangan tinggalkan aku


Di setiap bait banyak pesan yang tersirat. Begitu dalam untuk dirasakan sangat menyiksa. Sedih.


Malam ini...


Aku sendiri tampa mu yang menghangatkan


Kapan aku bisa menerima cintaku lagi?


Biarkan aku bisa melupakan mu


Jika tidak malam ini....


Langit yang membawamu akan ku rebut


Tapi itu hanya mimpi tidur yang selalu ku lalui


Aku harus menerima, berjalan dan terus hidup


Tolong aku...


Tolong...


Suatu dorongan untuk hidup dengan bahagia. Dan setiap orang berhak merasakan kebahagiannya sendiri.


Hanna terharu dan hampir menangis mendengar lagu tersebut. Hanna berpikir ini adalah Aji yang melakukannya. Selain Gina, Afra, dan Olla, ada satu lagi orang pertama yang mengetahui tentang hidupnya yaitu Aji.


Dia adalah teman masa kecilku.


Aji adalah anak dari sahabat karib ayahku. Kami dipertemukan saat keluargaku mengadakan pertemuan dengan orang-orang penting. Saat itu aku sedang menangis. Menangis karena perkataan ayahku kepada sahabatnya yaitu orangtua Aji tentang diriku yang tidak berguna baginya. Aji melihatku menangis, ia menenangkan dan menghiburku saat itu. Disitulah Aji menjadi teman pertamaku yang selalu menjadi penenang dalam hidupku.


Kami pun menghampiri mereka kesana. Terlihat juga kembaran Fauzi disana tengah mengobrol bersama mereka. Disana Hanna langsung memeluk Aji di hadapan teman-temanya tidak mempedulikan orang-orang disekitar.


Afra, Gina, Oni, dan Nasrul sudah tahu tentang mereka berdua merupakan teman kecil. Sedangkan Fauzi sedikit terkejut dan Fauzan menyembunyikannya, mereka sama sekali tidak tahu tentang status mereka sebagai teman kecil apalagi dengan masalah yang dihadapi oleh Hanna. Pikir orang-orang.


"Makasih, Ji." Hanna disela pelukannya.


..."Kau adalah superhero kecilku di saat orang-orang yang ku sayang meninggalkan ku sendiri"...


...- Hanna Mafaza -...


"Ehemmkk." Batuk yang disamarkan oleh Oni. "Nanti ada yang cemburu."


Hanna pun melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Disana ada aromanis kesukaan lo, lo mau?" tanya Aji.


"Yang bayarin lo, kan?" Hana tersenyum gembira.


"Iyah gue yang bayarin." Sambil mengelus rambutnya.


"Wahh Aji lo pilih kasih," sindir Oni.


"Minta aja tuh sama temen seperjuangan lo, mana tuh orangnya?" ledek Aji.


"Nggak tahu, gue lagi marah sama dia," cicit Oni.


"Suami istri lagi pisah ranjang," ledek Nasrul.


"Hahahah... AHAHAHAH HAHAHA."


Oni menangis pura-pura.


Aji terkekeh. "Kalau kita menang nanti gue traktir kalian deh." Aji mencoba untuk menyenangkan teman-temannya.


"Asiiik nih...."


"Makan gratis."


"Ayo Han kita beli aromis kesukaan lo," ajak Aji bersemangat yang akan mengenang masa kecil mereka.


Mereka berdua pun pergi untuk membeli aromanis kesukaan Hanna. Dan kami menunggu di suatu tempat sambil memakan sesuatu yang kami bawa.


"Tadi penampilan kalian keren banget, lagu yang dibuat kalian juga bagus apalagi liriknya menyentuh banget," ungkap Oni.


Aji disana memainkan drum, Nasrul memainkan bass, dan Fauzi memainkan gitar. Mereka bertiga semua bernyanyi.


"Hampir semua lagu yang dibuat sama Aji. Terutama lirik lagunya, dia yang buat sendiri dan kalian sebagai inspirasinya," tutur Nasrul.


"Lebih tepatnya Hanna sebagai inspirasinya," ucap Gina.


"Aji sama Hanna ada hubungan apa?" tanya Fauzi yang dari tadi kepikiran tentang mereka berdua setelah Fauzi semakin dekat dengan pertemanan mereka bersama teman-teman perempuan ini.


Sebenarnya Fauzi dan Fauzan adalah murid baru saat mengawali tahun ajaran kelas 11. Mereka menjadi pusat perhatian seisi sekolah. Banyak yang ingin berkenalan dengan si kembar ini. Saat banyak orang yang menghampiri, Fauzi melihat seseorang yang tengah duduk bersama teman-temannya. Yah dia adalah Hanna bersama sahabatnya. Fauzi langsung terpukau dengan senyuman Hanna saat itu. Tawa Hanna selalu membayangi pikiran Fauzi. Dan saat itu juga Fauzi selalu memperhatikan Hanna dari jauh dan tidak berani untuk menyapanya. Berbagai cara ia lakukan selalu gagal, Hanna sama sekali tidak tertarik.


Pada saat perkumpulan sebagai panitia Fauzi sangat senang bahwa Hanna juga salah satu panitia disini. Dan lebih senangnya Hanna menjadi rekan bersama Fauzi sebagai pembimbing. Disaat itulah Fauzi bertekat memberanikan diri untuk mengenal Hanna lebih jauh.


"Hanna sama Aji tuh teman masa kecil," tutur Oni.


"Ohh...." Fauzi sedikit tenang mendengarnya bahwa mereka hanya berteman.


Tapi biasanya pertemanan laki-laki dengan perempuan yang terjalin sangat lama ..


Apa mereka punya perasaan satu sama lain? Atau jangan-jangan salah satu dari mereka ada yang suka? Dalam hati Fauzi.


Dia sangat tidak tenang pikirannya sudah mulai kacau.


Oni yang melihat Fauzi yang terlihat melamun ia langsumg bertanya-tanya. "Lo kenapa Zi?"


Oni membangunkan Fauzi dari lamunanya.


"Lo cemburu yahh Zi?" goda Oni.


"Siapa? Gue? Hahaha mana ada."


Fauzi mulai gelisah dan Oni terus menerus menggodanya.


"Fauzan, lo tahu soal ini?" tanya Oni yang benar-benar ingin tahu.


Namun Fauzan hanya mengakat bahunya entah tak tahu. Tak lama Aji dan Hanna datang.


"Wahh ada apa nih rame banget?" tanya Aji yang ingin tahu apa yang sedang terjadi.


"Ehh Ji lo jangan terlalu deket sama Hanna," pinta Oni.


Fauzi langsung memberikan aura buruk terhadap Oni namun Oni mengabaikannya. Aji dan Hanna kebingungan dengan ucapan Oni.


"Emang kenapa?" tanya Hanna sambil memegang aromanis.


"Tadi...." Ucapan Oni terhenti karena pembawa acara sudah memulainya kembali acara tersebut.


"Ehh itu udah mau mulai. Buruan," sahut Aji langsung beranjak pergi mengajak mereka semua.


Dan Fauzi merasa lega bahwa Oni tidak jadi mengatakannya. Jika tadi Oni melanjutkannya maka Fauzi akan canggung dibuatnya.


Ember banget nih anak. Dalam hati Fauzi.


...____________________...


..."Perasaanku mulai ingin membesar saat aku lebih mengenal dan dekat dengan dirimu"...


...- Fauzi Maevino -...


...πŸ¦„πŸ₯€β˜”...


...Rilis 28/01/20...


...Revisi 15/07/20...