Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 10 Pulang



Berlanjut ....


Tyo yang sendirian berjalan bersama menuju kantin. Tak sengaja mereka bertemu dengan Gina dan Oni.


"Ehh jomblo sendirian aja. Hahha." Oni ketawa.


"Makanya lo mau nggak jadi pacar gue? Biar gue nya nggak jomblo lagi" timpal Tyo.


"GAK SUDI," jawab Oni. "Ayo ahh haus nii .. Pak Didi ngasih hukuman banyak, kesel deh."


Akhirnya mereka makan bersama dalam satu meja di kantin. Disana kami asik mengobrol membahas ini dan itu sambil memakan makanan yang mereka pesan. Namun kantin sangat sepi. Yah dari tadi sudah waktunya pulang.


"Lo kenapa belum pulang?" tanya Oni.


"Biasalah mabar. ML dulu," jawab Tyo. "Oh, hari ini yang camping pulang kan?"


Gina mengangguk mengiyakan.


"Berarti Hanna pulang dong hari ini?" tanya Oni dengan gembira. "Gue mau nginep ah di rumahnya. Gina lo ikut juga yah?" Ajakan Oni kepada Gina.


"Oke." .


"Wahh cowok-cowok diajak nggak nih? Gue? Gue?" tanya Tyo sambil meminum minumannya.


...****************...


Hari menjelang sore. Waktu yang sudah ditentukan dengan teliti para peserta maupun panitia dan lainnya tiba di sekolah dengan selamat.


"Nggak ada yang ketinggalan, kan?"


"Nggak ada, Kak."


Hanna tersenyum. Tampak lelah karena kurang tidur. Tali bukan hanya dia, semua orang pun sama. Kelelahan. Fauzi pun tiba disini dengan anak didik peserta laki-laki.


"Han," sapa Fauzi.


"Teh Hanna, Kang Fauzi.. kalau gitu kami pamit pulang duluan. Makasih."


"Iyah iyah."


"Kak Hanna kami pulang dulu, Kak Fauzi..."


"Makasih."


Hanna angguk. "Hati-hati ya. Langsung pulang ke rumah."


"Siap, Kak."


Anak didiknya telah meninggalkan sekolah. Tapi tidak untuk panitia pelaksana. Awalnya mereka akan mengadakan evaluasi tapi beruntung evaluasi itu diundur menjadi besok. Semua tidak akan berjalan lancar, karena semuanya kelelahan.


"Hanna." Hanna menoleh dan itu adalah Feby. "Maafin gue ya, soal tadi. Takutnya lo tersinggung sama ucapan gue."


Mereka tertawa kecil. Bukan saling membenci. Mereka saling mentertawakan satu sama lain mengingat kejadian di akhir acara tadi. Perdebatan karena acting.


"Maaf juga," kekeh Hanna. "Ternyata seru. Gue kira, gue nggak bakalan bisa hadapin lo."


"Gue kira juga gitu, tapi lo keren bener." Faby memujinya. Hanna hanya tersenyum. "Yaudah Han gue pulang duluan ya. Mata gue udah kayak panda gini."


Hanna tersenyum angguk.


"Dah.."


"Dah."


Beberapa dari kami ada yang segera pulang meninggalkan sekolah dan ada juga masih disini untuk keperluan yang belum selesai. Beristirahat setelah melaksanakan tugas dari kegiatan tersebut.


Hanna langsung duduk melentangkan lengannya dengan nikmat dengan mata yang terpejam. "Hufhh..." Tiba-tiba seseorang meniup wajah Hanna membuat Hanna sendiri terbangun.


"Fauzi?" Sedikit merasa terganggu karena dirinya tengah beristirahat.


Fauzi pun langsung duduk di sampingnya. "Nggak langsung pulang?"


"Gue mau istirahat dulu sebentar disini," jawab Hanna.


Tiba-tiba saja seseorang tiba disini. "Udah pulang ternyata." Afra yang awalnya akan menemui Gina di ruangan MPK tapi tidak sengaja bertemu dengan Hanna yang tengah istirahat.


Hanna mengangguk. "Mana yang lain?"


"Ini gue mau ke ruang MPK mau nemuin Gina," tutur Afra.


"Disana nggak ada Gina, tadi gue sama Fauzi baru aja dari sana."


"Gue disuruh nunggu, malah ngilang," kesal Afra. "Yaudah gue mau nunggu di parkiran, gue kesana dulu ya."


"Yaudah bareng. Kita juga mau kesana, ayo Han biar lo langsung istirahat," selosor Fauzi.


Gina, Oni, dan Tyo telah beranjak dari kantin. Mereka tengah berjalan menuju parkiran. Namun.


"Eh gue mau ke kelas dulu, kalian duluan aja," tutur Tyo.


Tyo pun berpisah dengan Oni dan Gina.


"Eh... itu Hanna udah balik," sahut Oni. Oni pun berteriak.


Saat menuju parkiran, terdengar seseorang memanggil Hanna. "HANNA." Hanna maupun Fauzi menoleh ke belakang. Ternyata itu suara Oni datang bersama dengan Gina.


Oni dan Gina sudah tiba.


"Gimana seru nggak?" tanya Gina.


"Yahh gitulah," tawar Hanna yang biasa saja.


"Darimana?" tanya Afra kepada Gina dan Oni.


"Sorry, gue sama Oni dari kantin dulu," kekeh Gina.


Oni langsung tertarik pada orang yang di samping Hanna. "Eh ada Fauzi disini. Mau pada kemana kalian?" tanya yang menggoda mereka berdua.


"Mau pulang," timpal Fauzi langsung membuka pintu mobilnya. "Ayo, jadi ikut, kan?"


Karena sudah lelah dan ingin cepat-cepat istirahat di rumah dan berbaring tidur di kamarnya. Hanna langsung menerima tawaran ajakan pulang bersama Fauzi.


"Yaudah gue pulang duluan yah. Udah capek dahh ..." pamit Hanna dan langsung memasuki mobil.


Saat mobil telah melaju. Mereka berteriak kepada Hanna. "Hanna .." Mobil itu berhenti dan Hanna terlihat hanya kepalanya melalui kaca pintu mobil.


"Hanna nanti malem kita ke rumah lo. Nginep," teriak Gina.


"Yah Han, lo jangan lupa," sambung Oni.


"Oke," kata Hanna. Mobil itu melaju kembali. Fauzi tersenyum melihat Hanna yang sudah sangat kelelahan.


"Yang mengakhiri kejombloan kita siapa dulu yah?" tanya Oni.


Gina dan Afra mengabaikan ucapan itu dan langsung menuju mobil milik Afra.


"Gue dicuekin. Untung bukan temen gue," decit Oni.


Ternyata Gina dan Afra mendengarnya dan langsung Afra menancapkan gasnya meninggalkan Oni.


Oni panik. "Yaaaa!! Kok gue ditinggalin sih?!"


"Kan kita bukan temen lo," teriak kembali oleh Gina yang terlihat keluar dari jendela mobil.


"Gue bercandaaaa ... berhenti dong." Oni berlari mengejar mobil.


...🦄🥀☔...


..._______________...


...Rilis 12/01/20...


...Revisi 09/07/20...