Diary Of A School: Me And Yu

Diary Of A School: Me And Yu
BAB 9 Kembalinya Seseorang



Setelah kejadian keributan berlangsung antara Hanna dan salah satu panitia keamanan berdebat, yaitu bernama Feby. Mereka mulai emosi satu sama lain, akhirnya ada seseorang yang melerai yaitu Nasrul sebagai tanggungjawab II. Disitu Hanna langsung duduk kembali sedangkan Feby, dia dibawa pergi dari sini.


Drama queen selesai. Semua kembali ke tempat masing-masing untuk bersiap-siap pulang. Hanna dan Fauzi berdampingan kembali kepada adik-adik kelasnya.


"Woahhh Hanna keren sekali tadi acting nya," ucap Fauzi.


Hanna langsung memukul kecil. "Shtttttt. Nggak boleh bocor."


Fauzi tersenyum. "Capek ya? Sampe keringatan gini." Dia langsung memperhatikan wajah Hanna yang berkeringatan dan ia menyusutnya tanpa pikir panjang.


3 detik mereka saling tatap dan akhirnya ...


"EKHEMMMMMMMMMMM," teriak adik-adik kelas yang melihatnya.


Fauzi dan Hanna saling memberikan senyum.


"Kak Fauzi sama kak Hanna pacaran ya??"


Hanna tertawa kecil tidak membuatnya sampai diambil hati. "Jangan buat gosip yang aneh-aneh."


Salah satu adik kelas kita yang selalu ramai. "Berarti CINLOK DONG LOK DICOLOK LOK LOK LOK."


CIEEEEEEEEEEEE ......


Hanna dan Fauzi hanya tersenyum.


"Bercandanya udah dulu, semua udah beres packingnya?" tanya Hanna.


"SUDAHH, KAK."


"Kalau gitu last go kita pulang," ajak Fauzi.


YEEEEEEY ....


Tiba-tiba. "Eh kak bentar dulu."


Hanna dan Fauzi juga adik kelas lainnya sama-sama terheran. Salah satu adik kelas mengatakan sesuatu yang membuat kami terkejut.


"Kak, kami minta maaf yah terkadang kami tidak menuruti kakak, jadinya jadi kayak ginih kakak dimarahin." Penyesalan dari peserta didiknya.


Hanna dan Fauzi memandang satu sama lain.


"Kita sama-sama belajar disini. Aku, Fauzi juga belum bisa menjadi yang terbaik. Kami juga minta maaf yah," sahut Hanna.


"Kesalahan kita jadi pembelajaran, oke?" sambung Fauzi.


"OKEE KAK!!"


"SIAP KAK!!"


"Pulang dari sini kita harus HAPPY. Yoo Happy semuanya," teriak Fauzi sambil bertepuk tangan.


Ternyata drama tadi membuat peserta didik ikut bersalah. Dan itu adalah tujuannya.


...****************...


Sembari menunggu mereka, Afra tengah duduk di tampat yang sudah tersedia di bawah pohon ijo itu sambil memakai earphone dan ia juga sedang melakukan sesuatu dengan pensil yang ada di jari jemarinya tehadap buku di hadapannya. Afra memiliki kemampuan menggambar yang sangat bagus. Bakat terpendamnya adalah seni dan hanya sahabatnya saja yang tahu tentang hal tersebut. Ia hanya menonjolkan bakatnya dalam bidang olahraga saja. Karena penampilan yang tomboy juga mengikuti ekstrakulikuler olahraga membuat bakat seni itu tertutupi oleh dirinya sendiri.


Tak lama seseorang melewati Afra. Namun Afra tidak menyadarinya. Orang itu berjalan ke depan melewati Afra namun tiba-tiba berhenti dan melirik ke belakang. Melihat Afra sedang duduk disana. Orang itu pun kembali berjalan mundur ke tempat Afra berada. Dia menatapnya dengan khitmat.


Apa yang membuat seserius itu? Dan orang itu terabaikan sepeti angin yang melintas saja di depannya.


Sudah menyadari bahwa seseorang tengah berdiri di hadapannya. Afra pun langsung mengatakan sesuatu. "Ngapain disini?" ketusnya.


Orang itu langsung tersadar dalam lamunan memandangnya.


"Ngapain?" tanyanya kembali.


"Cuman lewat doang," tawar Aji.


Afra meletakkan buku miliknya. "Terus kenapa masih disini?"


"Kenapa? Nggak boleh? Suka-suka gue lah mau diem disini, disitu, disana," timpal Aji dan langsung duduk di samping Afra.


Dan Afra tidak membalas ucapan tersebut. Dia pun langsung melanjutkan kembali apa yang dia lakukan barusan.


Aji meliriknya kembali. "Lo lagi ngapain sih?" tanyanya. Afra hanya menoleh sebentar dan tidak menjawabnya. "Jutek amat." Aji terdiam sebentar.


"Ohiyah gue lupa, gue mau minta maaf soal kejadian waktu itu. Soal nubruk lo sama Gina."


"Minta maaf bisa lupa?" Afra menyindirnya.


"Iyah deh gue salah," kekeh Aji. Afra terutas senyum di wajahnya dan terlihat oleh Aji. "Diliat-liat lo cantik kalau lagi senyum." Aji dengan senyumnya.


Afra langsung menurunkan sisi bibirnya. Dan memasang muka datarnya. Dia langsung beranjak pergi dari sana meninggalkan Aji sendirian.


"Mau kemana?" teriak Aji.


Namun Aji diabaikan oleh Afra. Saat diperjalanan Afra baru mengingatnya. Bahwa Aji bisa berada di sekolah, padahal yang Afra tahu Aji sedang di tempat perkemahan dan masih belum waktunya untuk pulang.


"Kenapa dia udah disini?" Bingung Afra. "Apa yang lainnya udah pada balik ya?"


...****************...


Di Bandara Soekarno-Hatta. Seorang wanita yang masih terlihat muda baru saja pulang dari Australia, dia berhenti sejenak untuk melepaskan tangannya dari pegangan koper lalu naik ke atas untuk melepas kacamatanya. Mencium bau-bau kembali kota Jakarta yang sudah lama ditinggalkan.


"Hanna, kali ini kakak nggak bakalan biarin kamu sendiri."


...🦄🥀☔...


...Bersambung ......


...________________...


...Rilis 12/01/20...


...Revisi 09/07/20...