
Kini sudah ada Riko dan Deril juga berada di ruang tunggu dan mereka semua harus udah masuk menunggu take off.
“Jaga diri kamu di sana, jangan sakit sama kalo ada sesuatu bilang sama Bu Guru ya” pesan Mommy seraya memegang tangan Nada lalu memeluknya erat enggan melepaskan Nada pergi padahal cuma beda kota aja
“Iya Mom bakal aku ingat” jawab Nada
“Jangan lupa kabari aku sampai di sana” pesan Arkan dengan serius. Ia ingin memeluk Nada tapi Mommynya selalu memelototi dirinya.
Nada mengangguk, “Tentu nanti bakal aku ingat”
“Nada..” ucap Putri dan Emma berbarengan mereka berpelukan bertiga dengan erat seolah tidak ingin lepas.
Tapi pengumuman kalau pesawat yang ditumpangi Nada dan yang lainnya akan segala take off membuat mereka melepas dengan enggan.
Akhirnya setelah berpamitan kepada semua orang disitu, Nada, Deril, Riko dan Bu Yeni berjalan menuju ruang tunggu pesawat.
Di dalam pesawat tempat duduk Nada dan Deril bersebelahan, sedang untuk Riko ada di seberang Deril.
“Kamu sangat dekat dengan keluarga Arkan, ya” celetuk Deril membuat gerakan memasang sabuk pengaman Nada terhenti sebentar sebelum dilanjutkannya.
“Iya keluarga mereka baik sama aku” jawabnya dengan pasti.
“Baguslah” timpal Deril.
Percakapan mereka terhenti ketika pesawat sudah mengudara, Nada memilih memejamkan matanya walau tidak tidur karena biasanya kepalanya akan pusing saat ada di ketinggian.
...***...
“Berhubung lombanya besok, kita akan menuju hotel tempat kita menginap nanti” kata Bu Yeni yang diangguki semuanya.
Mereka masuk ke dalam hotel lalu check-in tiga kamar dimana kamar Bu Yeni, kamar Nada, sama Deril dan Riko yang satu kamar.
Nada mendorong kopernya masuk kedalam kamarnya rasanya kepalanya masih kening akibat di pesawat tadi. Ia menaruh koper di samping kasur dan merebahkan dirinya di atas kasur empuk itu.
Ia ingat belum memberi kabar sejak keluar dari pesawat. Ia bergegas mengeluarkan handphone yang berada di dalam tas kecilnya. Menekan panggil suatu nomor dan tanpa membutuhkan waktu lama untuk seseorang di seberang sana mengangkatnya.
“Halo Nada, udah sampai?”
Nada sedikit terkekeh mendengar suara Arkan yang terdengar lega itu.
“Udah sejak setengah jam yang lalu, ini udah di hotel”
“Setengah jam?! Kenapa baru mengabari aku sekarang” sahutnya di seberang sana terdengar tidak terima.
“Aku lupa beneran pas sampai kamar hotel baru ingat”
“Jangan dekat-dekat Deril selama di sana!”
Nada tersenyum mendengar nada perintah Arkan yang bahkan saat berjauhan pun ia masih suka memerintah.
“Gak bisa dong”
“Kenapa gak bisa? Kamu mau dekat-dekat sama bocah sok kegantengan itu?!”
“Bukan itu, kan aku rekan satu tim masa aku mau jauh-jauh dari Deril” jelas Nada dengan menahan tawa. Sungguh menyenangkan mengerjai Arkan begini. Mungkin kalau dia ada di sini lelaki itu akan mencak-mencak tidak terima
“Pokoknya jangan terlalu dekat. Nanti aku cemburu”
Nada terdiam tidak menjawab, rasanya ada kupu-kupu beterbangan di perutnya membuat pipinya rasanya semakin panas.
“Nada..kamu masih ada di sana?”
“Ya, udah dulu Arkan. Aku dipanggil Bu Yeni. Aku tutup dulu” ucapnya tergesa dan mematikan dengan sepihak. Ia bohong. Tidak ada Bu Yeni memanggilnya.
Melempar handphonenya ke atas kasur dengan asal, lalu menutup mukanya dengan tangan berguling ke kanan dan ke kiri. Hanya perkataan yang mengatakan kalau ia cemburu saja membuat dirinya baper.
...***...
Sehari sebelum olimpiade dimulai itu mereka melakukan pemantapan materi dengan mengulang semua yang sudah mereka pelajari sebelum besok lagi akan bersaing dengan banyak sekolah.
Keesokan pagi Nada, Deril dan Riko sudah siap mengunakan baju khas sekolah mereka dan berangkat menuju tempat dilakukannya olimpiade.
Di sana sudah banyak siswa dari berbagai sekolah, Nada yang melihat itu menjadi gugup karena begitu banyak yang akan menjadi lawan mereka.
Deril yang melihatnya, menggenggam tangan Nada memberikan ketenangan. Nada menoleh pada Deril yang menganggukkan kepalanya mengisyaratkan semuanya akan baik-baik saja
Memang mereka menjalankan tugas dengan baik dan berhasil memasuki semifinal yang akan dilaksanakan besok bersamaan dengan final.
Bu Yeni menunggu di luar ruangan dan memberikan semangat dan ucapan selamat karena berhasil memasuki babak semifinal.
“Kalian udah berusaha sangat baik. Ibu bangga sama kalian” ucap Bu Yeni dengan senyum bangga.
“Terima kasih juga Bu udah bimbing kami” ucap Nada dengan senyum simpul.
“Ya udah kalian pasti lelah ayo kita kembali ke hotel” ajaknya pada anak didiknya.
...***...
Di Jakarta
Arkan uring-uringan sendiri karena di sana ada Deril yang notebene nya rivalnya yang bisa saja merebut Nada dari dirinya
“Enggak ada Mom” jawab Arkan pelan
“Kamu itu Mommy yang lahirin, masa hal kaya gini aja Mommy gak tahu. Ayo bicara sama Mommy” ucap Mommy terkekeh pelan menatap anaknya lembut.
“Cuma..”
“Kamu takut Nada berpaling ke orang lain selama kamu gak ada di sisinya” tebaknya tepat sepeti pikiran Arkan.
Arkan menatap Mommy lama, lalu menunduk. “Kayanya aku terlalu khawatir kan Mom”
“Khawatir kamu itu gak salah, tapi kamu yang tidak percaya pada Nada itu yang salah. Coba deh kamu beri kepercayaan buat Nada kalau dia gak akan berpaling dari kamu” tutur Mommy penuh pengertian pada Arkan.
Arkan termangu, memang benar selama ini dia terlihat tidak pernah percaya pada Nada. Harusnya ia bisa mempercayai gadis itu bukannya terus curiga.
Mommy yang melihat Arkan mulai paham maksudnya pun tersenyum lega. Ia selalu berharap Arkan dan Nada akan selalu baik-baik saja.
...***...
Nada yang sedang beristirahat di dalam kamar merasa sedikit terganggu dengan suara notifikasi dari handphonenya. Ia mengambil dan membuka kenapa handphone nya jadi begitu ribut.
...PARA MANUSIA RANDOM...
Emma
Woi mana nih manusianya ayo absen dulu
Putri
Masih nafas
Emma
Kalo Lo gak nafas lagi gue yang heran padahal Lo lagi bales pesan gue
Kafa
Sedang tidur
Putri
Mana nih dua sejoli kita enggak muncul
Kafa
Cowoknya lagi galau ditinggal belahan jiwanya. Wkwk
Arkan
Gue otw rumah Lo!
Kafa
Ampun bang, sumpah gak lagi
^^^Nada^^^
^^^Grup apa nih?^^^
Emma
Nah akhirnya muncul juga. Grup random aja, hehe
Putri
Gimana tadi lancar?
^^^Nada^^^
^^^Lancar kok, tinggal besok semifinal sama final aja. Doain aja kami masuk final^^^
Putri
Pasti kami doain terus
Nada menutup percakapan di grup dan ia melihat satu pesan dari Arkan.
Arkan
Selamat malam, Nada
Tidur yang nyenyak
Nada tersenyum melihat pesan dari Arkan, ia membalas pesan dari Arkan dengan cepat.
^^^Nada^^^
^^^Kamu juga, mimpi yang indah^^^