
*YH Manajemen*
"Selamat siang CEO."
Beberapa karyawan menyapa Kim Yo Han yang baru saja kembali dari rapat sekaligus makan siang dengan kliennya.
Lee Chan sang asisten merangkap sekretarisnya dan juga orang jeoercayaannya membuntuti di belakangnya.
"Hari ini setelah makan siang Anda akan bertemu dengan CEO Park dari Liberty Park, Tuan. Di kantornya di Itaewon."
Seketika jantung Kim Yo Han berdetak keras.
"Baiklah." Jawabnya lirih.
"Anda hanya mempunyai waktu 1 jam, lalu Anda harus menemui produser Han untuk persiapan kontrak yang baru."
"Apakah harus aku yang menemui produser Han. Bukankah direktur Kang bisa mewakiliku? Katakan aku memiliki rapat penting."
"Bukankah pertemuan dengan produser Han juga sangat penting, Tuan?"
Kim Yo Han melirik sadis sekretarisnya.
Entah mengapa Kim Yo Han merasa waktu 1 jam untuk menemui Park Ae Ri tidak akan cukup.
"Baiklah akan saya sampaikan padanya."
"Bagaimana hasil pencarianmu tentang CEO Park?"
"CEO Park adalah putri dari nyonya Park Ha Sun. Ia tahun ini berusia 27 tahun.Ia tidak memiliki ayah sehingga memakai marga ibunya. Kabarnya ayahnya adalah seorang lelaki brengs*k yang tidak mau bertanggungjawab. Jadi nona Park hanya dibesarkan oleh ibunya sendiri.
Nyonya Park Ha Sun dan Nona Park Ae Ri tinggal di Amerika sejak 12 tahun yang lalu. Nona Park sekolah disain disana dan nyonya Park merintis usaha mereka. Setelah nona Park terjun ke bisnisnya, mereka berkembang semakin pesat. Butik mereka termasuk jajaran produk ternama di Amerika."
Kim Yo Han mengangguk. Namun dalam hatinya ia bergulat dengan pikirannya sendiri.
"Lalu apa hubungannya dengan Mi Cha. Mengapa mereka begitu mirip? Bahkan suaranya juga sangat mirip."
"Ya Tuan? Bagaimana?" Lee Chan sedikit bingung.
"Tidak. Tidak apa-apa. Baiklah. Aku akan siap-siap ke Liberty Park."
"Masih ada waktu 1 jam lagi, Tuan. Anda bisa makan siang dulu."
"Ayo cari makan di sekitar sana saja."
Lee Chan menatap heran pada CEOnya. Sikapnya akhir-akhir ini sering terasa aneh.
***
Toktoktok..
Pintu kantor Ae Ri terbuka dan sekretarisnya muncul.
"CEO Park, CEO Kim sudah datang."
Ae Ri melirik jam di mejanya. Dahinya berkerut karena seharusnya mereka bertemu 30 menit lagi.
"Katakan padanya aku masih makan siang., 30 menit lagi baru selesai." Perintah Ae Ri. Entah mengapa ia tidak ingin cepat-cepat bertemu dengannya.
Sekretaris Kang mengangguk dan keluar ruangan.
Ae Ri meraih ponselnya dan menghubungi Ahn Jae Hyun.
"Jae Hyun, Kau dimana? CEO Kim sudah datang. Aku tidak mau menemuinya sendirian."
"Aku di jalan. Sepuluh menit lagi sampai kantormu."
"Oke. Cepatlah!!"
"Baik Nona.."
Ae Ri menggigit-gigit bibirnya sendiri karena sangat gugup. Ia mengambil kaca dan merapikan bedak serta lipstiknya.
Saat ia menatap wajahnya di cermin, tiba-tiba ia terkejut dengan tindakannya itu.
'Apa-apaan ini? Mengapa aku harus berdandan hanya karena akan bertemu dengannya?!'
Cepat-cepat Ae Ri menyimpan kembali bedaknya.
Drrt.. Ponsel Ae Ri bergetar. Pesan masuk dari Jae Hyun.
"Aku sudah bertemu dengan CEO Kim diruang tunggu. Bisakah kami bisa masuk sekarang? Kau sudah selesai makan siangnya?"
"Sudah. Masuklah."
Ae Ri berbohong karena ia memang tidak sedang makan.
"Selamat siang CEO Park." Ahn Jae Hyun menyapa Ae Ri dengan ramah.
"Selamat datang CEO Ahn dan CEO Kim. Silahkan duduk." Ae Ri menunjuk sofa berwarna merah di pinggir ruangan.
Ae Ri tersenyum dengan manis. Dan kedua pria dihadapannya merasa terhipnotis dengan senyumannya itu. Sehingga untuk beberapa saat kedua pria itu hanya memandanginya dengan intens.
"Bukan kah kita akan membicarakan sesuatu? Mengapa anda berdua diam?" Ae Ri tertawa renyah sehingga lesung pipinya terlihat sangat indah.
Ahn Jae Hyun tertawa dan menoleh ke Kim Yo Han. Seketika Jae Hyun menyadari tatapan Kim Yo Han terhadap Ae Ri sangat berbeda. Itu membuatnya sedikit tidak suka.
"CEO Kim ingin melihat rancangan-rancanganmu. Sehingga ia akan memberikan model yang cocok untuk kita."
"Sayang sekali, sebenarnya aku ingin CEO Kim sendiri yang memakai rancanganku." Ae Ri tertawa lagi.
Jae Hyun melirik Kim Yo Han yang ikut tertawa.
"Jika bayarannya cocok akan kulakukan." Ujarnya dengan ramah.
Ahn Jae Hyun memandang pria disampingnya. Ia tak menyangka warna suara Kim Yo Han bisa sangat lembut seperti itu.
"Jae Hyun, CEO Kim, baiklah sekarang aku akan menampilkan disain terbaruku."
Lalu Ae Ri menelpon sekretarisnya.
Saat Ae Ri menyebut Jae Hyun dengan nama panggilannya saja membuat Jae Hyun sangat senang namun dilain pihak Kim Yo Han sangat tidak menyukainya.
Sesaat kemudian beberapa model pria atau wanita bergantian memamerkan rancangannya.
"Bagus-bagus, ada beberapa yang akan ku pakai." Ujar Kim Yo Han saat peragaan sudah selesai. Ia lalu melingkari foto-foto pakaian yang dipilihnya.
"Yang ini." Ia menyodorkan foto-foto itu pada Ae Ri.
Ae Ri menoleh pada Jae Hyun. Ia sangat ingin memamerkan kedekatannya dengan Jae Hyun pada Kim Yo Han.
Jae Hyun langsung cepat tanggap.
"Mengapa? Apa ada yang kurang pas bagimu?" Jae Hyun mengatur suaranya selembut mungkin.
Kim Yo Han menoleh.
"Ah tidak. Jika ini bisa membantumu aku senang melakukannya." Bisik Ae Ri juga dengan suara yang lembut dan manja.
Kim Yo Han kembali menoleh pada Ae Ri. Matanya menatap tajam pada wanita dihadapannya itu.
"Baiklah CEO Kim. Kita akan bekerja sama mulai sekarang. Aku sudah menyiapkan kontrak kita."
"Aku juga sudah menyiapkan kontrak."
"Baiklah kalau begitu kita akan mencocokkan kontrak kita." Ujar Ae Ri dengan senyum manisnya.
Lalu keduanya dibuat sibuk saling menyetujui maupun beberapa kali saling merevisi.
Akhirnya kesepakatan mereka ambil.
"Terimakasih banyak CEO Kim. Ini adalah kontrak pertama saya di Seoul. Semoga lancar ke depannya."
"Terimakasih kembali nona Park Ae Ri. Senang bisa bekerjasama denganmu."
Jae Hyun ikut tersenyum.
"Oke kalau begitu selanjutnya kita akan membicarakan tentang acara ulang tahun mall ku bulan depan. Aku ingin model dari YH manajemen dan pakaian dari Liberty Park tampil disana."
Jae Hyun tahu Kim Yo Han sengaja ingin membuat Ae Ri terkesan padanya.
"Terimakasih tuan-tuan atas kerjasama kita ini. Terimakasih CEO Kim. Oya, Jae Hyun nanti jangan pulang dulu ya, aku ingin berbicara sebentar denganmu." Ujar Ae Ri sambil berdiri.
Ia dengan sengaja mengusir Kim Yo Han agar pulang terlebih dahulu.
Dengan berat hati Kim Yo Han ikut berdiri dan membalas Ae Ri yang membungkuk hormat padanya. Lalu ia berjalan ke luar ruangan.
"Apa yang akan kau bicarakan?" Tanya Jae Hyun saat Kim Yo Han sudah pergi.
"Tidak ada."
"Kau hanya ingin membuatnya cemburu?"
Ae Ri hanya diam saja.
"Kau tampaknya sangat tahu jika ia menyukaimu."
"Dan aku tidak menyukai itu! Tapi aku membutuhkan kerjasama ini."
Ae Ri cemberut. Sebenarnya ia sangat tidak ingin menjalin kerjasama dengan Kim Yo Han.
Jae Hyun tertawa.
"Ya sudah. Kau hanya perlu berpura-pura tidak mengetahui jika ia menyukaimu. Kau bisa memanfaatkanku seperti tadi."
Ae Ri menggigit bibirnya. Lalu tertawa meringis.
"Sorry.." Bisiknya.
"Kau belum makan kan? Ayo makan dulu. Ini sudah lewat jam makan siang. Kebiasaanmu itu jelek sekali."
"Oke.. Baik Tuan. Kau cerewet sekali."
"Mau makan dimana?"
"Terserah! Tapi kau yang traktir ya.."
"Siap nona.."
***
"Jalan sekarang, Tuan?" Sopir Yo Han bertanya.
"Nanti. Tunggu sebentar."
Beberapa saat kemudian akhirnya yang di tunggu Yo Han muncul.
Tampak Jae Hyun berjalan keluar dari butik Ae Ri dengan wanita itu. Mereka tampak berjalan sambil tetawa-tawa. Sesekali Ae Ri memukul Jae Hyun.
Rahang Kim Yo Han mengeras menyaksikan kedekatan mereka.
Jae Hyun dan Ae Ri tampak memasuki sebuah restoran mi di dekat butik.
Kim Yo Han menimbang-nimbang apakah ia akan mengikuti mereka kesana ataukah tidak.
"Jalan sekarang Pak." Perintah Yo Han pada supirnya.
Akhirnya ia memutuskan untuk mundur hari ini supaya bisa lebih maju di kesempatan berikutnya.
***
"Selamat sore Tuan Kim Yo Han." Lee Chan menyapa bosnya. Namun seperti biasa CEOnya itu hanya meliriknya sedikit.
"Untuk pergantian kepengurusan di sekolah anda yang baru akan diadakan besok Tuan."
"Sekolah? Apa aku memiliki sekolah?"
Mulut Lee Chan menganga selama beberapa saat.
"Ada Tuan. SD SMP dan SMA Byeol. Anda membelinya saat ada dugaan Anda mengekploitasi artis cilik dua tahun lalu.
"Sebagai kamuflase bahwa anda sudah memperhatikan pendidikan mereka."
"Iya..iya.. Sudah cukup! Jangan terlalu gamblang seperti itu!!" Yo Han menatap sekretarisnya dengan sinis.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak suka urusan sekolah apalagi anak-anak kecil. Mereka sangat merepotkan."
"Urusan anda bukan dengan anak kecil Tuan. Tapi anda harus mengangkat direktur baru karena yang lama sudah pensiun."
"Lalu?" Tanya Kim Yo Han.
Kembali Lee Chan menganga untuk beberapa detik. Ia terkadang heran dengan bosnya yang sangat jenius namun kadang menjadi sangat idiot itu.
"Besok anda harus ke sekolah. Dan mencari kandidat siapa yang pantas duduk sebagai direktur."
"Tidak bisa kah kau yang melakukannya?"
"Bisa. Tapi anda harus menjadi sekretaris saya."
Yo Han melirik sadis pada Lee Chan.
Lee Chan cepat-cepat menutup mulutnya.
***
Kim Yo Han menatap ke luar jendela kantornya. Memandang hamparan lampu-lampu di bawah gedungnya. Hari sudah malam namun ia enggan untuk pulang kerumahnya.
Pikirannya terus melayang pada sesosok wanita. Beberapa kali ia mencoba mengalihkan pikirannya dari wanita itu namun otaknya tidak dapat diajak bekerjasama.
"Apa ia berpacaran dengan CEO Ahn? Mereka tampak sangat dekat." Bisiknya.
"Mi Cha.. Park Ae Ri.."
Kim Yo Han memejamkan kedua matanya. Mencoba mengingat Mi Cha yang dulu dan membandingkannya dengan Park Ae Ri. Meskipun Mi Cha adalah gadis yang sederhana sedangkan Park Ae Ri adalah wanita matang yang semakin cantik dengan gaya elegannya.
"Sama.. Mereka sama.." Bisiknya.
Yo Han mengambil ponselnya.
Park Ae Ri tertera di layar. Ia memandangi nama iti selama beberapa lama.
Tuut..tuut..
"Halo CEO Kim. Ada apa?"
Suara yang sangat diingat olehnya terdengar di seberang sana.
"Hai Nona Park. Emm.. Aku hanya ingin bertanya sesuatu. Apakah kita bisa bertemu sebentar. Mungkin sambil makan malam."
Ae Ri diam beberapa waktu. Ia memikirkan baik-baik keputusan apa yang akan dilakukanya.
"Maaf tuan Kim. Saya sedang makan malam dengan klien. Saya merasa tidak enak jika meninggalkannya."
"O begitu. Baiklah nona Park. Maaf sudah mengganggumu."
"Tidak apa-apa CEO Kim. Permisi."
Ae Ri memutuskan hubungan teleponnya.
Kim Yo Han kembali memandangi layar ponselnya. Rasa kecewa membuatnya menghela nafas.
Disisi lain di rumah Ae Ri.
"Mengapa Mommy berbohong? Mommy tidak sedang makan malam dengan klien." Protes Tae Yang.
"Karena Mommy tidak mau meninggalkanmu sendiri. Bukankah kau juga klien mommy?" Tawa Ae Ri sambil menyentuh lembut pipi Tae Yang.
Tae Yang ikut tertawa.
"Sudah ayo makanlah. Yang banyak supaya cepat tinggi."
"Baik Mom.."
***