Can'T Stop Hating You

Can'T Stop Hating You
Satu



Brakk!!!


Kim Yo Han membanting tumpukan kertas ke meja kerjanya. Kedua matanya merah menyala dipenuhi amarah.


Pak Lee, sekretarisnya berdiri ketakutan di hadapannya.


"Kau bilang bangs*t itu menghilang??! Beraninya dia!!"


"Kami sudah mencari kemana-mana tapi belum berhasil menemukannya tuan. Maafkan saya. Saya.."


"Cari lagi sampai ketemu!!! Dia sudah menipuku. Uangku dibawa lari padahal dia orang kepercayaanku. Beraninya dia!! Dasar bangs*t!!!


"Ba..baik tuan. Permisi." Pak Lee cepat-cepat undur diri dari hadapan bosnya.


Meski bosnya itu seumuran dengan anaknya namun ia sangat segan dengan bosnya itu. Pria muda yang sangat dingin namun berotak cemerlang.


Diusia 25 tahun ia sudah sukses dengan hasil keringatnya sendiri. Anak yatim piatu itu sudah menjadi pengusaha yang cukup sukses. Membuktikan bahwa ia pekerja keras yang luar biasa.


Lee Hyun Ki mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Cari tuan Cha Do Yun secepatnya! Kau bisa menggunakan berbagai cara supaya pria itu keluar dari persembunyiannya! Cepat lakukan!!"


Pak Lee sangat mengerti mengapa bosnya sangat marah dengan pria itu.


Kim Yo Han sangat percaya dengan Cha Do Yun. Ia memulai bisnisnya dengan bekerja sama dengan pria itu. Tanpa ia sadari bahwa pria itu telah memanfaatkannya dan sebagian besar uang investasinya dilarikan dalam rekening fiktif. Sedikit demi sedikit ia tertipu.


Dan kini ia menghilang dengan membawa sebagian besar uangnya. Perusahaan berada diujung tanduk. Dengan uang yang tersisa Kim Yo Han harus menanggung seluruh karyawannya dan juga operasional perusahaan.


Kim Yo Han menarik-narik rambutnya dengan keras. Sakit kepala selalu datang menyerangnya akhir-akhir ini.


"Selama ini aku terlalu baik padanya!! Kurang aj*r!! Bangs*t!!" Kim Yo Han menendang kursinya hingga terbalik.


Pak Lee yang mendengar dari luar ruangan menghela nafas panjang lalu cepat-cepat beranjak untuk mencari tuan Cha Do Yun yang menghilang entah kemana.


***


Kim Yo Han berdiri didepan jendela besar di kamarnya. Pandangannya ke arah taman di depannya namun pikirannya jauh melayang.


Perusahaannya saat ini sudah benar-benar goyah. Ia baru merintis bisnisnya 3 tahun ini. Saat mulai terlihat hasilnya justru ia dikhianati rekannya sendiri.


Kembali ia memijit keningnya sendiri berusaha mencari jalan keluar untuk masalah yang ia rasa terlalu berat itu.


Toktoktok!!


"Masuk!" Perintahnya tanpa memalingkan pandangannya ke arah luar jendela.


"Tuan Kim. Kami belum bisa menemukan tuan Cha. Tapi sebagai gantinya kami membawa putri pertama tuan Cha. Kita jadikan sandra supaya tuan Cha mau datang untuk menebus putrinya."


Perlahan Kim Yo Han memutar tubuhnya jadi menghadap ke pak Lee.


Kedua alisnya berkerut.


"Sepertinya ini ide yang bagus. Dimana dia?"


"Di kamar paling belakang, tuan. Di sebelah gudang."


"Baiklah. Kau sudah menghubungi ayahnya?"


"Saya sudah mengirim pesan dan email. Tapi sepertinya tuan Cha belum melihatnya."


"Oke!! Aku akan melihat putrinya dulu."


Pak Lee cepat-cepat membukakan pintu untuk bosnya. Ia mendampingi Kim Yo Han berjalan ke arah putri tuan Cha disekap.


Perlahan pak Lee membuka pintu kamar itu. Kim Yo Han masuk ke dalam ruangan diikuti pak Lee.


Di kamar yang tidak terlalu luas itu terdapat satu tempat tidur berukuran single. Lalu terdapat lemari dan meja hias. Disudut ruangan terdapat sofa berbentuk L. Disudut yang lain terdapat pintu menuju kamar mandi. Kamar tersebut adalah salah satu kamar untuk pelayan.


Gadis itu duduk di atas sebuah kursi dengan ikatan di kaki. Kedua tangannya diikat kebelakang. Matanya diikat dengan sapu tangan dan mulutnya di lakban.


"Lepaskan penutup mata dan mulutnya!" Perintah Kim Yo Han. Pak Lee mengangguk.


"Siapa namamu?!" Suara Kim Yp Han terdengar berat.


Gadis itu hanya diam dan menatap Kim Yo Han dengan penuh amarah.


"Nona tolong jawab pertanyaan tuan." Ujar pak Lee. Ia takut melihat kemarahan bosnya.


"Mi Cha." Jawabnya singkat.


"Nona Cha, anda akan berada disini sampai tuan Cha datang menjemputmu. Jadi berharaplah ia cepat datang menemuiku."


Kim Yo Han segera keluar dari kamar itu diikuti pak Lee.


Sampai diluar kamar.


"Pasang terali di seluruh jendela kamar ini. Lalu ganti kunci pintu dengan kunci pintu digital. Pasang dari kedua arah. Jika sudah terpasang hanya aku yang boleh tau sandinya."


"Bagaimana jika pelayan ingin mengantar makanan, tuan?"


"Buat terali di jendelanya seperti loket. Letakkan makanannya disana."


"Baik tuan."


"Kerjakan sekarang! Jika sudah beri tahu aku."


"Baik tuan."


Tuan Lee memandang punggung Kim Yp Han sambil menghela nafas.


***


Setengah jam yang lalu.


Di dalam kamar, Mi Cha masih bingung dengan kejadian yang menimpanya. Tadi siang mendadak beberapa pria berpakaian hitam mendatangi rumahnya dan menyeretnya keluar. Ia berusaha meronta untuk melepaskan dirinya namun salah satu pria itu membekapnya dengan sapu tangan.


Saat sadar ia ternyata sudah berada didalam ruangan ini.


'Di mana ini? Apakah ini masih di Seoul? Atau sudah dikota lain?' Ia bertanya-tanya dalam hati.


Ia tidak dapat melihat apa-apa karena kedua matanya terikat. Begitu pula dengan kaki dan tangannya.


Mi Cha teringat dengan ucapan beberapa penculiknya.


"Benar kau adalah putri pertama tuan Cha? Tuan Cha bertanggungjawab atas penculikan ini. Maafkan kami nona, anda harus ikut dengan kami."


"Tapi.." Mi Cha ingin membantah namun ia sudah dibius oleh pria-pria itu.


'Dasar tua bangsa sialan. Kali ini apa lagi yang ia lakukan. Mengapa harus melibatkan aku! Dimana kau sekarang?!' Batinnya dengan kesal.


Tiba-tiba terdengar langkah kaki diluar ruangan dan tampaknya makin lama makin dekat kearahnya.


Mi Cha mendadak tegang. Ia sangat takut saat ini.


Bau harum parfum beraoma maskulin menyergap hidungnya.


"Lepaskan penutup mata dan mulutnya!"


Sebuah suara pria terdengar. Suara itu terdengar berat dan tegas.


Mi Cha berdebar saat kedua matanya terbuka dihadapannya berdiri sesosok pria muda yang tinggi dan sangat tampan.


Namun sorot mata itu terlihat sangat kejam dan penuh amarah. Seketika Mi Cha tersadar bahwa ia telah dijadikan sandera. Dan itu membuatnya kesal.


"Mi Cha." Ia menjawab dengan singkat.


Ingin sekali ia melampiaskan kekesalannya. Namun sorot mata yang dingin dan angkuh itu membuatnya tidak berkutik. Ia sangat takut.


Mi Cha hanya bisa melirik punggung pria itu saat meninggalkan kamar.


***


Mi Cha merasa sangat terganggu dengan semua keributan yang terjadi di kamar itu. Beberapa pria yang tadi menculiknya tampak sibuk memasang sesuatu di pintu kamar dan terali di seluruh jendela yang ada.


Hampir dua jam ia akhirnya dapat merasa tenang kembali karena mereka telah selesai dengan pekerjaannya.


Terdengar tuts kunci pintu ditekan dan sesaat kemudian pintu terbuka.


Pria itu duduk di tepi ranjang dan membalik kursi Mi Cha hingga mereka dalam posisi saling berhadapan.


Mi Cha mencoba menguatkan hatinya untuk menatap pria itu. Entah mengapa ia tak berani terlalu lama menatapnya. Hingga akhirnya ia memilih untuk menundukkan kepalanya.


"Kau tahu? Uang yang kau pakai untuk membeli pakaianmu dan untuk makananmu itu adalah uangku??!!"


Kening Mi Cha berkerut. Ia menengadah dengan pandangan heran.


Kim Yo Han tertawa sinis.


"Papamu telah melarikan uangku. Hampir seluruh uangku."


Bibir Mi Cha ternganga. Tiba-tiba ia tak dapat berkata-kata.


"Kini bangs*t itu bersembunyi. Aku menyanderamu agar ia mau menemuiku. Kau putri kesayangannya kan?!"


Kini ia tertawa dengan keras. Mi Cha merinding mendengarnya.


Kim Yo Han mencengkeram dagu Mi Cha dengan keras. Mi Cha meringis menahan sakit.


"Jika kau tahu dimana papamu lebih baik kau katakan. Jangan menyembunyikannya. Atau aku akan berbuat sesuatu yang buruk terhadapmu!"


Mi Cha menggelengkan kepalanya.


"A..aku tidak tahu dia dimana. Lepaskan aku!"


"Tenanglah. Kau akan kulepaskan jika papamu sudah mengembalikan seluruh uangku. Berdoalah agar papamu cepat datang."


Mi Cha berdegup kencang saat tiba-tiba pria itu mendekat kearahnya dan melingkarkan kedua tangannya ke tubuhnya. Mi Cha memejamkan matanya dengan gugup. Aroma parfum itu membuatnya tidak tenang.


'A..apa yang akan dilakukannya?'


Ternyata pria itu melepaskan ikatan tangan Mi Cha.


"Selama disini kebutuhanmu akan dicukupi. Jangan coba-coba melarikan diri. Rumah ini dijaga oleh banyak orang. Jadi lebih baik kau tenang disini."


Dengan santai pria yang sangat tampan itu keluar dari kamar. Mi Cha tetap dalam posisinya diam tak bergerak seakan terhipnotis oleh keanggunan pria penculiknya itu.


Mi Cha menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kau harus membencinya Mi Cha! Dia penculik!!" Seru Mi Cha dengan kesal.


'Tapi mata itu terlihat sangat menderita. Ia pasti juga telah tertipu oleh pria tua bangka sialan itu!' Batinnya.


'Berapa banyak uang yang telah dicurinya? Sampai ia terlihat sangat membencinya..'


Mi Cha menghela nafas dan perlahan ia melepaskan ikatan di kakinya. Ia berdiri dan meregangkan otot-ototnya yang kaku karena seharian diikat di kursi.


Mi Cha memeriksa lemari. Ia menghela nafas. Isinya hanya ada bathrobe dan kimono tidur. Ia melihat ketubuhnya. Pakaian yang dipakainya adalah pakaian rumah dan sekarang sudah sangat tidak nyaman karena sudah banyak keringat yang menempel disana.


Ia lalu memeriksa kamar mandi. Sangat bersih dan cukup nyaman. Alat mandi tadi sudah di letakkan oleh seorang pelayan.


Tampaknya ia benar-benar sudah membutuhkan air untuk melepas kepenatannya seharian ini.


***


"Selamat pagi tuan." Sapa pak Lee saat mendatangi tuannya yang sedang sarapan.


"Ada kabar apa? Kuharap kabar baik." Tanya Kim Yo Han sambil menyuap makanannya.


Pak Lee diam dan tampak ragu.


Kim Yo Han meliriknya. Ia menghela nafas dan meletakkan sumpitnya dengan kasar.


"Saya baru saja mendapat kabar bahwa istri dan putri kedua tuan Cha juga menghilang. Rumah mereka kosong."


"Apakah mereka ke luar negri?"


"Tidak mungkin tuan. Karena saya telah memeriksa data manifes penerbangan selama beberapa hari ini tidak ada nama mereka."


"Bisa saja terjadi jika ia mengganti namanya. Cepat cari lagi kemungkinan itu!"


"Baik tuan. Permisi."


Pak Lee cepat-cepat keluar dari ruangan itu.


"Nona yang diruang belakang apakah sudah diantarkan sarapan?" Kim Yo Han bertanya pada pelayan yang berdiri di dekatnya.


"Sudah tuan."


"Jangan lupa makan siang dan malamnya nanti."


"Baik tuan."


"Jika dia bertanya atau mengajak bicara jangan dijawab."


"Baik tuan."


Kim Yo Han menyudahi sarapannya dan berjalan menuju ke belakang rumah. Ia berdiri beberapa saat di depan pintu kamar.


'Mengapa papa dan mamanya justru pergi meninggalkannya? Padahal mereka tahu aku menyekapnya disini.' Ia merasa sedikit heran.


Kim Yo Han menekan tuts kunci pintu. Pintu terbuka dan ia melangkah masuk ke kamar. Namun tiba-tiba sebuah benda keras menghantam pelipis kanannya. Kim Yo Han terhuyung kesamping.


Secepat kilat Mi Cha menggunakan kesempatan itu untuk berlari keluar kamar. Dengan kencang ia berlari. Ia tak peduli dengan kakinya yang tidak mengenakan alas kaki. Dan saat itu ia hanya mengenakan kimono tidur.


Namun langkahnya terhenti saat beberapa pria berpakaian hitam berdiri berjajar di hadapannya. Saat ia menoleh ke belakang juga terlihat beberapa pria mengejarnya.


Dengan kesal ia berhenti berlari. Sangat tidak mungkin untuk melarikan diri saat ini. Akhirnya ia menyerah dan berbalik dengan sukarela ke arah kamar tempatnya di sekap.


Pria-pria yang mengejarnya tampak saling tatap karena heran.


Mi Cha mengernyitkan wajahnya saat melihat Kim Yo Han berdiri di depan kamar. Pelipisnya berdarah akibat dipukulnya menggunakan hanger kayu dari lemarinya.


Saat melihat Mi Cha datang, Kim Yo Han membukakan pintu. Dengan takut-takut Mi Cha masuk melewati pria itu.


"Apa yang kau lakukan?!" Bentak Kim Yo Han saat mereka sudah berada di dalam kamar.


Mi Cha yang duduk di tepi ranjang terdiam. Ia menggigit bibirnya karena sangat cemas. Kepalanya tertunduk dan rambut bobnya jatuh disepanjang dagunya.


Kim Yo Han mendekat dan membungkukkan tubuhnya. Kedua tangannya di letakkan di ranjang di sisi kedua paha Mi Cha.


Wajah pria itu tepat berada didepan wajahnya. Sangat dekat sehingga ia dapat mencium bau nafas pria itu. Entah mengapa darahnya seakan mengalir lebih cepat dari biasanya.


"Kau tahu? Sekarang mama dan adikmu juga pergi entah kemana. Apakah mereka merelakanmu dan sudah membuangmu?"


Perlahan Mi Cha mendongak. Air mata menggenang di pelupuk matanya.


Selama ini mamanya sudah sangat kejam padanya. Tapi ia sangat tidak menyangka kini mereka meninggalkannya disekap oleh monster sadis ini.


"Jika sampai besok aku belum mendapat kabar dari bangs*t itu. Kau lihatlah sendiri apa yang akan kulakukan padamu untuk melampiaskan kebencianku padanya!!"


Pria itu tersenyum sinis. Sorot matanya membuat Mi Cha sangat takut. Banyak kebencian disana. Mi Cha menunduk dan memejamkan matanya kembali.


Ia sangat tahu papanya tidak mungkin datang untuk membebaskannya. Dan ia tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi padanya esok hari.


***


Hai hai.. Ketemu lagi kita. Yang belom kenal, salam kenal ya sayangkuh. Selamat membaca novelku yang ketigaku ini ya, yang kubuat ala-ala Drakor ecek-ecek.. Hehe.. Yang suka jangan lupa vote, like dan coment ya. Tengkiyuuh.. 😘


Ini aku kenalin sama cast kita di cerita ini:


Sung Hoon as Kim Yo Han


Karakternya dingin, kejam tapi perhatian.



Kim Ji Won as Yoon Mi Cha


Karakternya kuat dan tidak mudah putus asa.



Semoga kalian sukak ya.. Selamat membaca!