AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
81. END



...HAPPY READING...


"Baik semuanya mari kita rayakan kelulusan kita malam ini dengan penuh kegembiraan yaaa!!!!"


"HAPPY GRADUATIONN UNTUK KITA SEMUAAA!!! MALAM INI POKOKNYA KITA HARUS BAHAGIA ANTI LEMES DAN SEDIHH OKAY!! "


Mc sudah memberikan sepatah dua patah kata untuk penyambutan. Giliran untuk pertunjukan pentas seni dari masing-masing kelas,ia kebetulan berada diurutan terakhir sehingga membuatnya sedikit santai.


Aurora membuka ponselnya untuk menghubungi Laura, namun anehnya nomor Laura tidak dalam dalam daftar kontaknya. Aurora mengotak-atik ponselnya untuk mencari kontak Laura siapa tau terselip namun tetap saja tidak menemukannya.


"Baik penampilan terakhir dari kelas 12 Ipa 3 dan perwakilan kelas IPS ,kita sambut Aurora dan Elano!!!!"


Semua murid bertepuk tangan, seseorang mennyenggol baunya membuat Aurora yang tengah mengotak-atik poselnya menoleh kearah Jovanya,"kenapa?"


"Giliran lo maju ra. Udah sana naik ke atas panggung, semangattt!!!!"


Mereka mendorong Aurora untuk berjalan menaiki panggung dengan tiba-tiba membuat Aurora bingung. Perasaan tadi baru saja penampilan dari nomor undi pertama kenapa sekarang ia sudah harus tampil?


"Gue akhiran oy, kenapa harus naik sekarang, kelas lain aja belum pada tampil semua."


"Yaampun Aurora semuanya udah tampil dan sekarang giliran lo tampil bareng tunangan lo yang sedikit bajingan itu." ujar Celline gemas


"Hah?"


"Ihhhh lo tuh dari tadi hah hah mulu deh, heran. Udah sana naik panggung."


Aurora dengan liglung berjalan menaiki panggung yang langsung disambut uluran tangan oleh Elano, "El kenapa pada aneh semua ya?" bisik Aurora


Elano tak menanggapinya dan sibuk membenarkan gitarnya, dan Aurora duduk kaku di kursi dengan mic yang sudah standbay disepannya.


"Gue harus nyanyi apaan coba?" bingung Aurora menggaruk kepalanya 


"Duet lagu Cintanya Aku." sahut Elano tiba-tiba


"Ohhh oke." ia mengangguk


Suara petikan gitar dan melodi musik beralun dengan merdunya. Aurora menggigit bibir bawahnya sambil memegang mic dengan gugup.


Tergetar aku tepat di hadapanmu


Debar jantungku berdetak saat kugenggam tanganmu


Beruntung aku kini dapatkan cintamu


Yang tercantik di hatiku sejak awal ku bertemu [Elano]


Elano bernyanyi sembari menatap kearah Aurora, membuatnya tambah grogi aja!


Aurora menghela napas sejenak.


Janji padaku jangan kau lukai


Hati seperti kisah yang lalu [Aurora]


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku [Elano&Aurora]


Aurora mulai menikmati alunan lagu itu dan rasa groginya sudah hilang begitu ia mulai merasa nyaman dengan musiknya.


Kau bukan cinta pertamaku [Elano]


Namun, aku berharap [Aurora]


Mula hari ini saat ini


Engkau cintanya aku [Elano &Aurora]


"HAPPY GRADUATION EVERYONE!!!!"


"YUHUUU!! " sahut mereka


Sebagai bonus karena suara Aurora yang bagus, mereka merekomendasikan sebuah lagu dari Iwan Fals yang berjudul Kemesraan.


Mereka semua bertepuk tangan dan melambaikan tangannya ikut bernyanyi menikmati acara party sekolah untuk terkhir kali nya sebelum benar-benar berpisah untuk mengeyam masa depan sendiri-sendiri.


Aurora tersenyum bahagia.


Namun, senyum Aurora perlahan memudar ketika ia menatap kearah para ratusan murid yang menontonya, ia terkejut ketika melihat dari barisan belakang orang-orang itu mulai sedikit mengabur dan seperti lampu yang hendak mati.


Setelah selesai ia langsung berdiri dengan tergesa-gesa hingga membuat micnya terjatuh dan menciptakan suara dengung yang membuat mereka menutupi telinganya.


Aurora  seolah tidak peduli, ia langsung bergegas turun dari atas panggung dan berlari keluar untuk mencari keberadaan Laura.


"LAURAA LO DIMANA??!! " teriak Aurora mencari ke sembarang tempat seperti orang panik


Aurora masuk kembali ke dalam gedung dan langsung memundurkan langkahnya, benar-benar menakutkan mereka seperti mengabur seperti yang ia lihat tadi waktu diatas panggung


Aurora berlari meninggalkan gedung itu, "Lauraaaa!! Lo dimana??!!! Kita pulang sekarang!!" teriak Aurora histeris . Mereka berdua harus pulang bersama-sama.


Grep


Seseorang tiba-tiba memeluknya dari arah belakang, membuat Aurora langsung terdiam.


"Kenapa?" bisik Elano


Elano setelah selesai dari atas panggung terus saja mengamati gelagat Aurora yang terlihat sangat panik, membuatnya segera mengikutinya karena takut terjadi sesuatu dengan gadisnya.


"Kenapa, hm?"


Elano terdiam.


"Maksudnya?"


"Gue bakal kembali ke dunia gue sekarang El."


Elano menggelengkan kepalanya tidak percaya, "gk, lo gk bisa bohong sama gue. Jangan bercanda Aurora!"


"Gue gk bercanda Elano!" air mata mulai mengisi kelopak matanya


"Kenapa?" lirih Elano


"Karena ini hanya dunia novel Elano, dan sekarang akhir dari cerita novel itu." Aurora mencoba menjelaskan dengan nada bergetar


"Lo tetep gk bisa pergi dari sisi gue!!"


"Elano coba liat tubuh gue dan tubuh lo sendiri, kita sama-sama bakal menghilang dari sini begitu pun dengan yang lainnya. Sejujurnya gue belum siap pergi dari sini karena gue belum bisa buat karma Sila tapi it's okay karena gue bisa buat kalian semua bersatu dan bahagia bersama dengan satu sama lain." Aurora tersenyum manis hingga satu tetes air mata jatuh dari kelopak matanya.


"Sila udah dapat karma dengan bokapnya yang hancur, dan dia gk


datang prom night kali ini karena berada di rumah sakit dia kritis setelah disiksa oleh ayahnya sendiri."


Aurora terkejut akan ucapan Elano, "S-siapa yang lakuin itu?"


"Bima."


Aurora terdiam, kemudian tersenyu menatap Elano, "kalau begitu tugasnya gue udah sepenuhnya selesai kan?"


"Belum"


"Kenapa belum? Gue udah buat semua mendapatkan akhiran yang bah-"


"Gk semua! Karena gue sendiri belum bahagia sama lo!!" potong Elano dengan cepat


"Gue belum bisa milikin lo sepenuhnya, itu yang dimaksud bahagia?!! Hari ini gue bakal lamar lo dihadapan semua orang dan apa yang terjadi sekarang? Lo bilang mau pergi dengan alasan konyol seperti itu??!!"


"Elano plisss...."


Grep!



Aurora memeluk tubuh tegap Elano dengan erat, "jangan  kaya gini El.. Gue mohonn, jangan buat gue  semakin merasa sulit tinggalin lo."


Elano terdiam kaku, tangannya mengepal disamping tubuhnya.


"Gue belum bisa milikin lo, gue pengin kita hidup bersama selamanya sampai punya anak cucu apa itu salah ra?"


"Cepat kasih tau gue, apa yang perlu gue lakuin agar bisa terus sama lo??" tanya Elano membuat Aurora semakin mengeratkan pelukannya.


"Gk ada yang bisa merubah takdir El."


"Terus gue harus diem aja kehilangan lo untuk kedua kalinya?"


Aurora melepaskan pelukannya dan mengusap matanya ketika merasakan tubuhnya yang seperti melemah dan tertarik oleh sesuatu.


"Elano.. "


Elano yang tadinya mengalihkan pandangannya kearah lain langsung menatap Aurora, matanya melotot terkejut ketika melihat tubuh Aurora yang seperti mengabur layaknya sebuah hologram.


Elano merubah ekspresi nya menjadi khawatir, "k-kenapa bisa begini?!"


Tidak hanya tubuh Aurora saja yang mengabur, benda seperti pohon dan bangunan pun sama, bahkan dirinya juga seperti itu.


"K-kenapa?"


Aurora menangkup wajah Elano dan mendaratkan sebuah ciuman lembut pada bibir lelaki itu.


"Kita memang tidak bisa mengubah takdir El, tapi bukan berarti takdir tidak akan bisa berubah. Jika jodoh kita akan bertemu dikehidupan yang baru, percaya Tuhan dan ini.. " Aurora menepuk dada Elano dan tersenyum dengan air mata yang terus mengalir.


"Hati ini bisa berbicara dan meminta pada Tuhan untuk dipertemukan dengan pasangannya kembali."


Aurora mengusap air matanya dan melepaskan pelukannya dari tubuh Elano, namun dengan sigap Elano menariknya kembali dan menciumnya dengan menuntut, menyalirkan semua perasaannya sekarang.


......


"Gue janji bakal temuin lo dibelahan dunia manapun, Aurora dan saat itu juga gue gk akan melepas lo untuk ketiga kalinya sampai kapanpun."


"Gue tunggu El."


Ini bukanlah rencananya, namun tidaklah masalah selama itu bukan kesan yang buruk untuk memorinya nanti.


Lampu jalan menjadi saksi mereka hingga saat dimana tubuh itu perlahan menghilang bersama dengan hilangnya semuanya kenangan.


Novel itu telah selesai dan tak ada lagi kisah cinta abadi di novel itu. Karena sejatinya novel For You sekarang adalah milik pemeran utama kita Aurora.


..."Kita memang tidak bisa merubah takdir tapi bukan berarti takdir tidakbisa berubah. Jika jodoh pasti akan bertemu dengan berbagai cara yang tidak terduga."...


TAMAT.....


.


PENGUMUMAN UNTUK PEMBACA CERITA INI


TERIMAKASIH SUDAH SABAR DAN SETIA MENUNGGU CERITA INI


SORRY BAENGET SEMPAT MENGHILANG HEHEHE


MAU INFO SELANJUTNYA BISA CEK IG @zhr_liaa dan ig anak Dellvanderr @dellvanderrsquad


See youu disana, jangan lupa mampir dan follow Yap, karena bakal ada info lebih lanjut disana ❤